Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Menepati janji yang terbengkalai


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan tenang, setelah memberikan investasi di hari itu guild mengelolanya dengan sangat baik, kini banyak para pengusaha-pengusaha baru yang bisa terlahir akibat bantuan dari pihak guild.


Kloravia sekarang terlihat lebih hidup dibanding beberapa hari yang lalu, kali ini dipinggir jalanan di penuhi oleh orang-orang yang mendagangkan barang-barangnya dan banyak juga yang sering bolak-balik menaiki gerobak kuda membawa sayuran dari kebun dan menjualnya kepada pedagang sayuran.


Bukan hanya itu, barang-barang tekstil dari luar daerah diimpor ke kota ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terus berkembang.


Kini kota yang dikenal dengan kota para petualang itu berubah menjadi kota aggro bisnis yang berkembang pesat.


Namun meskipun begitu kota itu tetap tidak kehilangan ciri khasnya, sesekali para petualang mengambil misi untuk menghilangkan rasa jenuhnya, dan misinya pun bukan seperti mencari kuda-kuda yang lepas atau semacamnya, melainkan melawan goblin-goblin dan monster-monster lainnya. Jadi bisa dibilang misi ini layak bagi para petualang, upahnya juga agak lumayan jadi bisa digunakan untuk tambahan modal atau berpesta.


" Hoammm….., aku bangun kesiangan hari ini." Ucap Shou sambil melakukan sedikit peregangan.


Ia terbangun dari ranjangnya lalu melihat sebentar ke arah cermin, walau rambutnya sangat berantakan ia tak memiliki niat untuk merapikannya.


Ia berjalan sempoyongan keluar kamar, ketika Shou mencapai lantai bawah bibi pemilik penginapan menyapanya dengan hangat.


" Apakah kamu ingin sarapan bubur, aku membuatnya sendiri lho."

__ADS_1


" Iya, terimakasih! "


Shou bergegas ke arah sebuah ruangan kecil di sebelah pojok.


Ia masuk ke dalam ruangan tersebut dan membasuh muka, kini pikiran Shou sudah tidak terlalu kabur, ia kemudian menggosok gigi dengan pasta yang terbuat dari buah-buahan.


Setelah selesai membersihkan diri, Shou memakan bubur hangat yang sudah disiapkan bibi pemilik penginapan beberapa menit sebelumnya.


" Ini sangat enak!" Gumam Shou setelah suapan pertama.


" Baiklah, aku ingin tambah lagi nanti kalau yang ini sudah habis, soalnya sangat enak dan hangat."


" Silahkan dinikmati."


Kemudian pemilik penginapan itu hendak meninggalkan shou yang sedang dengan tenang menikmati sarapannya, ia mengambil alat bersih-bersih dan naik ke lantai atas.


" Tinggal berapa hari lagi ya, sekarang jumat, sabtu kemudian minggu dan seninnya aku mulai mencari informasi tentang keberadaan putri itu. Hmmm, memang aneh-aneh saja si wolfred itu, aku tak tahu jalan pikirnya, meski aku disuruh oleh nya untuk beristirahat tapi pada akhirnya dia malah membuatku kesulitan, mudah-mudahan aku bisa menyelamatkannya." Shou menghela nafasnya, ia bingung harus bagaimana karena dia tak punya petunjuk apapun.

__ADS_1


" Daripada memikirkan itu sebaiknya aku merelaksasikan tubuh dan pikiranku, aku masih punya waktu istirahat selama 3 hari dan setelah itu sepertinya aku takkan punya banyak waktu istirahat." ujar Shou.


Setelah selesai sarapan ia bergegas keluar untuk mencari angin segar.


" Oh iya, karena terlalu memikirkan hal ini aku lupa lagi akan janjiku dengan Sherri lagi, padahal sebelum kesini aku sudah berniat memenuhi janjiku, yaampun." Shou menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Beberapa saat kemudian dia berteleportasi dan muncul di depan sebuah bar, ia kemudian masuk kedalamnya.


Beberapa sorot mata tertuju pada nya, dan seorang perempuan seumurannya menghampiri dirinya.


" Shou, apakah itu kamu Shou, ini benar-benar kamu kan?" Tanyanya beruntun.


" Iya ini aku, sudah cukup lama ya…" Shou kemudian tersenyum manis pada nya.


Perempuan itu pun spontan memeluknya, beberapa orang yang sedari tadi memperhatikan mereka pun terkejut, bahkan Shou pun tak pernah menyangka sherri akan memeluknya.


Setelah membuka matanya, sherri terkejut karena tanpa ia sadari ia tengah memeluk Shou di tengah-tengah bar yang sedang ramai.

__ADS_1


__ADS_2