
Waktu terasa berputar dengan cepat, sebelumnya Shou mengajak Sherri untuk jalan-jalan dan piknik di hari minggu dan hari itu telah datang.
"Maaf Shou aku terlambat! " Ucap Sherri terengah-engah.
"Tenang saja,lagipula aku juga baru sampai tadi." Ujar Shou.
"Padahal aku ingin menunggumu." Ucap Sherri terlihat agak kecewa.
"Maaf karena aku datang terlalu pagi."
"Tak apa,lagipula aku tau bahwa kamu juga tidak ingin terlambat,seharusnya aku bersiap-siap lebih pagi lagi supaya bisa menunggu mu."
" Yasudahlah, ayo kita berangkat sekarang!" Ucap Shou yang kemudian menarik lengan kiri nya Sherri.
Sherri hanya bisa mengikutinya,dia tak tahu apa yang harus dilakukannya.
Setelah beberapa menit berjalan ia lupa akan sesuatu.
"Kami akan kemana?" Gumamnya dalam hati.
__ADS_1
"Shou!"
"Sherri!"
Mereka berdua saling menatap satu sama lain,perkataan mereka tertahan sementara karena keduanya ingin mengatakan sesuatu di waktu yang bersamaan, kemudian Shou pum berinisiatif untuk membiarkan Sherri berkata terlebih dahulu.
"Kamu duluan aja Sherri!"
"Tidak apa-apa,kamu saja yang duluan!"
" Hmm…,baiklah kalau begitu aku akan bertanya terlebih dahulu," Shou menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Emm,gimana yah,sebenarnya aku lupa menentukan tempat untuk piknik kita,apakah kamu punya saran?"
"Sebenarnya Shou aku ingin pergi ke suatu tempat." Ujar Sherri.
"Kemana?"
"Di dekat sini ada taman bunga, aku ingin pergi kesana!"
"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi kesana!"
__ADS_1
Sherri pun mengangguk sambil tersenyum manis, mereka berdua berjalan-jalan layaknya sepasang kekasih yang saling berpegangan tangan.
Mereka terus berjalan melewati ladang gandum dan bahkan menyebrangi sungai.
"Hati-hati!" Ucap Shou sambil memegangi kedua tangan Sherri yang kesulitan menjaga keseimbangan saat menyebrangi sungai,walaupun air nya tidak deras dan air nya dangkal tetapi bebatuan yang berada di sepanjang sungai itu tampaknya sangat licin,sehingga harus ekstra hati-hati ketika melewatinya.
Mereka hampir mencapai sebrang sungai, tinggal melangkah sedikit lagi hamparan bunga berwarna warni menanti.Sherri sangat bersemangat dia mempercepat langkah kakinya,namun ada sebuah batu didepannya yang dipenuhi dengan lumut sehingga ia kehilangan keseimbangan dan jatuh kedepan,untung saja Shou sudah bersiaga dan menahannya,bibir mereka hampir bersentuhan dan mereka saling bertatap muka,muka mereka berdua merona dan beberapa saat kemudian mereka berdua memalingkan wajahnya dengan bersamaan.
"Kenapa jantungku berdetak lebih kencang ya,padahal sebelumnya aku tidak pernah seperti ini,sebenarnya ini itu apa?" Sherri hendak menanyakan itu pada Shou,tetapi entah kenapa ia tak berani untuk melakukannya.
"Ayo kita pergi!" Gumam Shou dengan pipi memerah, mereka kemudian melanjutkan perjalanan yang hanya tinggal beberapa langkah lagi.
Setelah berjalan sekitar 1-2 menit,akhirnya mereka sampai ke tempat yang mereka tuju.
"Ternyata hidup tanpa sihir itu merepotkan,tapi jika itu untuk melihat pemandangan seperti ini aku merasa sangat puas." Shou melihat hamparan bunga berwarna-warni di depannya, saking luasnya dia tak bisa melihat ujung dari warna-warni yang bermekaran itu,di tengah-tengah itu tampaknya ada sebuah pohon yang cukup rindang dan dengan penglihatan jarak jauh nya ia bisa melihat beberapa kursi yang tersusun rapi di dekat pohon itu.
Sepertinya bukan hanya Shou saja yang terpukau dengan pemandangan itu, Sherri juga merasakan sensasi yang sama.Dia terlihat sangat senang melihatnya,ia terus memandanginya tanpa berkedip sedetik pun, kemudian Shou menepuk bahu nya.
"Ayo kita kesana!"
__ADS_1