Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Diskusi


__ADS_3

Ranzie menatap Erisa dengan sinis, dia masih merasa sangat kesal setelah dia tahu bahwa Erisa adalah seorang putri. Jika kelak ia yang menduduki tahta, dia akan menjadi musuh besar bagi Klan Dark Elf dan bila itu terjadi, Ranzie pasti akan kehilangan tempatnya di Klan karena pernah melindungi musuhnya.


Aku harus membunuhnya!


“Ran, sebaiknya kamu urungkan saja niat burukmu! Lagipula Erisa tak memiliki niat jahat sedikitpun.”


“Bagaimana kau tahu dia tak memiliki niat buruk Shou? Dia itu adalah keturunan makhluk tak waras yang haus akan kekayaan dan kekuasaan. Mereka ingin mendominasi semua, bahkan merebut kebebasan orang lain hanya untuk memenuhi hasratnya.”


“Jangan melihat dengan sebelah mata, kau tak pernah tinggal di kerajaan manusia. Kau belum tahu keseharian mereka, mungkin memang sebagian dari mereka memiliki perilaku yang buruk, akan tetapi kamu tidak bisa menilai semua orang sekaligus dengan melihat salah seorang diantara mereka.” Jelas Shou.


“Sepertinya kamu tidak pernah merasakan Shou, bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang begitu berharga dibunuh oleh seseorang, dan keturunan dari si pembunuh itu tepat berada dihadapanmu, apa yang akan kau lakukan? Memperlakukannya seperti orang biasa dan melupakan perbuatan si pembunuh itu? Atau membunuhnya untuk membalaskan dendam orang yang sangat kita sayangi? Apa yang akan kau pilih Shou?”

__ADS_1


Ranzie mulai kehilangan kesabarannya, dia mengambil pisau yang ada di meja makan dan menusukkannya ke arah Erisa.


Namun Shou sudah menduganya, sebelum pisau itu mengenai tubuh Erisa, pisau tersebut berubah menjadi abu dan menghilang seketika.


“Kita semua adalah rekan, bukan lawan. Ran, sepertinya kau harus menenangkan diri terlebih dahulu. Kalau begini terus, kita takkan bisa melanjutkan diskusinya. Chentya, apakah kau bisa mengantarnya?”


Chentya pun mengangguk, “Tentu saja Shou!”


Ranzie pun menghela napas, karena memang saat ini dia hanya bisa bergantung pada Shou, jika Shou mengkhianatinya, bisa dipastikan bahwa klan Dark Elf akan segera punah.


Aku berharap penuh padamu Shou

__ADS_1


Ranzie pergi dari ruangan tersebut di dampingi oleh Chentya, dan Shou melanjutkan diskusinya.


“Jika kamu berkata demikian, berarti kerajaan Warden juga sedang dalam masalah. Apakah benar, Erisa?”


“Kakak Shou memang sangat pandai, iya, akhir-akhir ini klan iblis sering melakukan invasi ke daerah perbatasan kerajaan kami. Jadinya, kami kehilangan beberapa daerah yang direbut oleh pasukan iblis.”


“Apakah klan iblis memang sekuat itu?” Tanya Shou.


“Mereka memang cukup kuat, tetapi seharusnya jumlah kami bisa mengunggulinya. Hanya saja iblis memiliki skill yang sangat merepotkan, mereka bisa menjalin kontrak dengan para monster dan menyuruh mereka untuk bertarung, dengan begitu para iblis hanya memantau dari jarak jauh. Lagipula kekuatan militer di tiap tempat berbeda, semakin jauh dengan pusat kerajaan, maka kekuatan militernya semakin lemah dan para iblis bisa dengan mudah nya mendapatkan daerah-daerah tersebut.”


Shou mengangguk paham, “sepertinya aku sudah paham pokok permasalahannya, kalau begitu apakah kerajaan Warden bisa bergencatan senjata dengan klan Dark Elf?”

__ADS_1


Erisa tampak berpikir kritis, karena ini bukanlah hal yang dengan mudah dapat ia setujui, ia juga harus mempertanggungjawabkannya.


__ADS_2