
" Itu karena…"
Dewi Shelly menghela nafas panjang, namun sebelum melanjutkan perkataan nya shou datang menghampiri nya.
" Shou, apakah kamu sudah membereskan semuanya?" Tanya kaisar.
" Tinggal para reiyu yang berada di dimensi lain, aku masih belum menghidupkan kembali mereka dan juga para reiyu yang melarikan diri, mereka harus aku urus."
" Memangnya berapa banyak reiyu yang melarikan diri itu?" Tanya kaisar.
" Aku tidak tahu pastinya, namun jumlah pesawatnya mungkin sekitar 1 juta lebih."
Kaisar pun terlihat agak bingung.
" Pesawat, baru kali ini aku mendengar nya. Apa yang kamu maksud itu adalah monster terbang itu?"
Dewi Shelly pun hampir tertawa.
" Julukan yang kamu berikan itu terlalu aneh." Ujarnya.
Kaisar pun terlihat malu.
" Sebenarnya itu hanyalah sebuah alat." Ujar Shou.
" Eh, ternyata monster terbang itu hanya sebuah alat." Ucap kaisar tak percaya.
__ADS_1
" Nanti jika ada waktu luang aku bisa membuatkannya." Ujar Shou.
" Benarkah?" Ucap kaisar semangat.
Namun beberapa saat kemudian dia termenung.
" Tapi pesawat itu benar-benar mengerikan, aku tidak mau daratan ini terlihat seperti neraka lagi, aku tidak ingin melihat hal seperti ini lagi." Gumam kaisar.
" Tenang saja, aku akan…"
Sebelum shou menyelesaikan perkataan nya, kaisar menyanggah.
" Aku tidak ingin pesawat, meskipun itu akan sangat mempengaruhi kekuatan tempur, tetapi aku tidak ingin alat semengerikan itu."
" Tenang saja, aku akan…."
" Kaisar kejam sekali, mengingatkanku kepada kematian padahal diriku ini masih muda dan masih banyak yang ingin aku lakukan, lagipula siapa yang akan membuat pesawat tempur?"
" Tapi tadi kamu bilang kamu akan membuat pesawat."
" Iya, tapi bukan pesawat yang digunakan untuk perang."
" Lalu untuk apa?"
" Bisa untuk mengangkut orang atau barang, hewan juga bisa."
__ADS_1
" Kalau begitu aku seratus persen setuju, apa saja yang kamu butuhkan shou?"
" Nanti saja, sekarang aku harus membereskan dulu permasalahan para reiyu itu."
" Baiklah, kamu bisa membuatnya kapanpun kamu mau."
" Shou, ada yang aku ingin bicarakan denganmu!" Ujar Dewi Shelly.
" Ada apa?" Tanya Shou.
" Aku ingin membicarakan ini empat mata denganmu."
" Baiklah, kalau begitu kaisar aku pamit dulu!"
Lalu beberapa saat kemudian Shou dan dewi Shelly menghilang.
Setelah itu kaisar pun berbaring di atas rumput.
" Hari ini benar-benar melelahkan, tapi ini adalah kewajibanku sebagai kaisar, aku harus melakukan yang terbaik bagi dunia ini!"
Angin semilir membuat suasana semakin tenang, matahari yang sangat terang itu terhalang oleh awan, sehingga panasnya tidak terlalu menyengat, bahkan sangat hangat.
" Nyaman sekali, aku ingin mempertahankan dunia yang seperti ini untuk selamanya. Tapi manusia tidak abadi, jika mereka sudah mati maka mereka tidak bisa lagi menghirup udara segar ini."
" Meskipun Shou bisa menghidupkan orang yang mati. Tetapi kemampuannya itu terbatas, dia tidak bisa menghidupkan kembali orang yang telah mati lebih dari 48 jam, lagipula jika orang itu mati karena telah berumur, mungkin shou hanya bisa mengembalikan nya ke dalam keadaan yang sulit."
__ADS_1
Angin sejuk masih saja bersemilir, matanya kaisar perlahan-lahan meredup dan kemudian pada akhirnya dia tertidur diatas rerumputan yang lembut itu dengan disertai semilir angin dan hangatnya matahari.