Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
CH-21 Cukup Spesial


__ADS_3

Satu jam berlalu, sekumpulan orang terbang dengan tergesa-gesa menghampiri Ririn dan yang lain.


Mereka semua terkejut saat melihat seorang iblis terkapar dan dibiarkan begitu saja, sementara itu Shou bersama para gadis malah enak-enakan bakar ikan.


Bu guru Elizabeth selaku pemimpin dari kelompok tersebut menegur Shou dan kedua murid lainnya yang terlalu santai, ceramah tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit.


“Elizabeth, iblis ini benar-benar mati.” jelas seorang penyihir yang telah melakukan beberapa percobaan.


Bu guru Elizabeth melirik Shou dan kedua temannya tajam, “Apakah kalian yang membunuh iblis ini?”


Tidak mungkin mereka mampu mengalahkan iblis ini, mungkin ada orang kuat yang tak sengaja lewat dan membunuhnya.


“Shou sendiri yang bunuh.” ucap Ririn dan Violet hampir serentak sambil menunjuk pria remaja yang berada di antara mereka.


Bu guru Elizabeth dan kelompoknya langsung tercengang, dia juga masih berpikir bahwa kedua gadis itu sedang membual.

__ADS_1


“Tak usah terlalu terkejut, iblis yang satu ini tingkatannya cukup rendah. Meski serangannya sangat mematikan, tapi dia tidak menggunakan ini.” Shou menunjuk kepalanya sendiri.


“Tapi meskipun begitu ....” Penyihir yang tadi memastikan kematian iblis tidak jadi melanjutkan perkataannya, lebih tepatnya tidak sanggup.


“Seorang murid mengalahkan iblis, bukankah itu gila?” Seorang pria lain di dalam kelompok spontan mengatakannya.


Ya ampun, sepertinya aku terlalu mencolok di awal. Tapi ini bukan masalah, ke depannya pasti akan lebih menarik.


Urusan iblis ini selesai lebih awal, bu guru Elizabeth dan rombongannya akan segera pergi untuk melaporkan kejadian tersebut kepada kepala sekolah.


Ririn menggeleng, “Kami akan kembali ke sekolah dengan kereta milik Shou saja.”


Bu guru Elizabeth menaikkan alisnya, dia melihat ke sebuah kereta yang bentuknya cukup aneh tanpa ada hewan yang menarik.


“Bukankah kudanya hilang?” tanya bu guru Elizabeth memastikan.

__ADS_1


Violet yang kali ini menggelengkan kepalanya, “Kereta ini tidak membutuhkan kuda.”


Melihat bu guru Elizabeth dan kelompoknya yang begitu kebingungan, Shou hendak mempraktikkannya. Ririn dan Violet juga ikut masuk ke dalam kereta kuda, memasang sabuk pengaman sebelum kereta yang dinaiki mereka melaju.


Syuttttttt


Kereta yang dinaiki Shou dan yang lain melesat begitu cepat, mengagetkan bu guru Elizabeth serta semua orang dalam kelompoknya.


“Woi!” bu guru Elizabeth tak terima dikejutkan seperti itu, dia berniat mengejar kereta kuda milik Shou.


Penyihir yang tadi mengidentifikasi iblis menarik lengan bu guru Elizabeth, mengingatkan untuk tidak seperti anak kecil. Dia sama-sama seorang guru di akademi yang tingkatannya sama seperti bu guru Elizabeth, hanya saja jarang datang mengajar dan menghabiskan waktu lebih lama di laboratoriumnya.


Penyihir tersebut bernama Lily Vionica, elemen sihirnya adalah tanaman. Meskipun terlihat seperti gadis lugu yang imut, kekejaman orang ini terkadang lebih dari kata psikopat. Demi menjawab rasa penasaran dan kemajuan penelitiannya, apa pun akan dia halalkan.


Sebenarnya dia juga sekarang sangat tertarik dengan bakat sihir Shou yang jauh lebih langka darinya, namun dia mengurungkan niat itu setelah tahu potensi pemuda itu sekarang yang menjadi harapan terbesar umat manusia saat ini.

__ADS_1


Bu guru Elizabeth pun sekarang menganggap Shou cukup spesial, hanya cukup spesial saja karena dia masih kesal dengan beberapa perbuatan bocah itu yang membuatnya jengkel berulang kali.


__ADS_2