Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Tsuki Hikari


__ADS_3

“Wah,ternyata putri Lina sejak kecil sudah berani seperti itu.Itu hebat sekali!” Shou terkagum dengan kisah masa kecilnya putri Lina,walaupun dengan kondisi fisiknya yang jauh lebih lemah dan mungil, ia memperlihatkan keteguhan hati nya yang sangat kuat.


“Iya,tapi sayangnya tak lama setelah itu terjadi insiden yang tak terduga.”


Shou masih belum paham dengan yang dimaksud insiden tersebut,ia pun bertanya “Insiden seperti apa?”


Tetua pun menghela nafasnya dengan begitu dalam,seakan-akan kisah ini masih membekas dan melukai hatinya.


“Jika tetua tak mau menceritakannya tak apa-apa,aku minta maaf!” Shou menundukkan kepalanya.Perempuan manis yang berada disampingnya itu terlihat gemas dan memeluk Shou dari samping.


“Tak apa-apa,akulah yang memulai duluan.Biar ku ceritakan bagaimana kejadian tak diinginkan itu dimulai.” Shou pun menyimak dengan penuh khidmat walau terus-terusan diganggu oleh peri miliknya.


“Kejadian tersebut bermula ketika Grad,si pria yang kerjaannya berduel dengan putri Lina itu berburu ke hutan.Memang sudah jadi kebiasaan,setiap seminggu sekali ia berburu bersama beberapa orang lainnya untuk menambah persediaan makanan klan kami.Dia bersama beberapa orang lain tersebut pergi ke hutan monster di sebelah selatan,dekat pemukiman manusia.Entah sebab apa,kaum manusia memang membenci kami dan menganggap kami ini sebagai ancaman,padahal kami tak pernah melakukan sekalipun kesalahan pada mereka.”


Shou yang sedari tadi menyimak,memotong pembicaraan


“Lalu kenapa mereka malah menyerang kalian,padahal kalian tak melakukan kesalahan apapun pada mereka.”


“Itu karena harga daging dan tubuh Dark Elf cukup mahal,di pasar gelap.” Jawab Peri yang berada disamping Shou.


Semuanya yang mendengar itu pun terkejut,terutama tetua.Sepertinya dia hampir tumbang karena tak tahan dengan kenyataan yang ada.


“Apakah itu benar?”Tanya Shou.


“Tentu saja,mana mungkin aku berbohong pada master.Untuk apa coba?” Peri itu kemudian memegang tangan kanannya Shou. “Apakah master tak percaya padaku?” Tanyanya lagi.

__ADS_1


“Aku percaya padamu,tapi dari mana kamu tahu tentang itu?” Shou penasaran dengan sumber informasi dari peri nya ini.


“Aku pernah melihatnya,” Peri itu terlihat agak sedih dan menyusupkan wajahnya di sela-sela baju Shou. “Waktu itu,walaupun aku melihatnya dengan kepalaku sendiri.Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa,karena aku dilarang untuk berurusan dengan hal yang seperti itu.Sebelum aku memiliki masterku sendiri,aku tidak boleh ikut campur dalam urusan manusia maupun klan lainnya,aku hanya bisa melihatnya saja.”


Terdengar suara isak tangis dari peri tersebut,Shou membelai-belai rambutnya dan memberinya pelukan yang hangat.


“Maafkan aku,walaupun aku kuat,aku...”


“Semua ini bukan salahmu.” Ucap Shou lembut.


“Grad,” Tetua berbicara pelan,dengan sedikit serak. “Apakah dia juga menjadi korban itu,apakah dia dibunuh oleh manusia-manusia itu,katakan,tolong katakan!”


Tetua sudah tak bisa mengontrol emosinya,Zoe dan Ranzie menyarankan Shou untuk keluar dari tenda tersebut bersama perinya.


“Maafkan aku master,aku sudah bicara yang tidak-tidak.” Ucapnya sambil terus menangis dipelukan Shou.Shou pun membelainya dengan lembut supaya perinya itu bisa merasa lebih tenang.


“Tak usah dipikirkan,itu semua bukan salahmu.Yang paling penting,mulai saat ini kamu takkan melihat tragedi seperti itu lagi.Aku yakin!”


“Terimakasih master!” Peri itu memeluknya lebih erat,namun tak seerat pertama kali ia memeluknya.Kalau itu terjadi lagi,mungkin ia akan kehilangan masternya.


“Oh iya,kamu bilang aku harus menamaimu kan?”Tanya Shou.


“Iya.”


“Bagaimana kalau,” Shou terlihat berpikir sejenak. “Oh iya,Tsuki hikari.Bagaimana?”

__ADS_1


“Tsuki hikari?”


“Iya,Tsuki berarti bulan dan hikari berarti terang.” Jelas Shou.


“Kenapa harus Tsuki hikari?” Tanyanya terheran.


“Itu karena kamu seperti bulan,walaupun kelihatannya kecil tetapi sebenarnya besar.Kamu memiliki kekuatan jauh diatasku,benarkan?”


“Lalu hikari nya?”


“Karena nama itu cocok untukmu.”


“Eh,apa tak ada maksud lain.Seperti Tsuki itu.” Hikari tampak kecewa.


Shou pun tersenyum,


“Tentu saja ada,aku memberimu nama itu padamu karena pada saat pertama kali kita bertemu,kamu bersinar dengan begitu terang.Selain itu,kamu lah yang membukakan jalan bagiku,sehingga diriku bisa menang melawan putri Lina.Walaupun itu terlihat curang.” Shou menggaruk kepalanya yang tak gatal.


“Itu salahnya sendiri yang mencurangi master duluan,master tak curang.”


“Iya,iya.Bagaimana,apakah kamu suka dengan nama itu?”


“Karena master yang memberiku nama ini,aku sangat suka,suka,suka,suka.”


Shou pun mengelus rambutnya dengan lembut,dan peri itu pun terlihat senang di elus-elus olehnya.

__ADS_1


__ADS_2