Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Peliharaan yang patuh


__ADS_3

Semua murid yang ada di lapangan pun langsung merapalkan sihirnya.


“ Wahai kekuatan yang bersembunyi, keluarlah dan penuhi panggilanku!” Ucap Rosse merapalkan sihirnya. Kemudian sekilas muncul cahaya terang yang diikuti oleh mahluk api yang memiliki sayap.


“ Wah, hebat juga. Flame Eagle itu adalah peliharaan yang cukup langka, dia juga sangat kuat dan tergolong dalam peliharaan epic.” Ujar Bu Guru Elein.


“ Wah, Rosse peliharaan mu sangat cantik!” Ujar Lacasina.


“ Namamu Lacasina bukan?” Tanya Bu Guru Elein.


“ Iya!” Jawab Lacasina.


“ Peliharaan mu adalah Rainbow Birds, meskipun bentuknya sangat berbeda dengan Flame Eagle tetapi konon katanya mereka adalah satu family, atau bisa di bilang satu keturunan.” Ujar Bu Guru Elein.


“ Wah, sepertinya peliharaan kita juga akan akrab!” Ucap Lacasina sambil tersenyum. Rosse pun membalas senyuman nya.


“ Sepertinya murid-murid kelas ini memiliki bakat yang sangat baik di bandingkan tahun-tahun sebelumnya.” Ujar Bu Guru Elein sambil melihat-lihat murid lain yang sudah memanggil peliharaan nya.

__ADS_1


“ Shou, kenapa kau masih belum memanggil peliharaan mu?” Tanya Lorrie.


“ Tunggu, aku sedang berpikir!” Ujar Shou.


“ Ada apa Shou?” Tanya Bu Guru Elein.


“ Sepertinya dia masih belum memanggil peliharaan nya Bu Guru.” Jawab Lorrie.


“ Kamu tidak usah khawatir, yang lainnya juga semuanya berhasil. Aku yakin kamu juga pasti bisa!” Ujar Bu Guru Elein sambil menepuk pundaknya Shou.


“ Sepertinya itu tidak berhasil, karena mantra yang kamu ucapkan itu sangat berbeda dengan yang aku ajarkan.” Ujar Bu Guru Elein setelah memastikan tak ada yang terjadi setelah Shou merapalkan mantra sihirnya. Namun Shou masih memejamkan matanya dan terlihat sangat serius.


“ Shou!” Ucap Lorrie menepuk pundaknya.


“ Shou, sepertinya kau harus mengulangnya lagi dan mantranya harus sama dengan yang aku ajarkan.” Ujar Bu Guru Elein. Namun Shou tidak merespon sama sekali


“ Hei Shou, setidaknya kau harus....” Sebelum Lorrie menyelesaikan ucapannya tiba-tiba muncul cahaya yang sangat terang hingga semua orang di akademi sihir pun silau.

__ADS_1


“ Apa ini?” Tanya Lorrie yang tak bisa melihat apa yang terjadi.


Setelah beberapa detik Cahaya tersebut pun hilang, semua orang yang berada di akademi sihir pun sangat gelisah, bahkan banyak orang yang mencari sumber dari cahaya tersebut.


“ Tidak mungkin!” Ucap Bu Guru Elein tak percaya. Dia melihat sebuah sosok manusia yang memiliki 2 sayap layaknya peri dan memakai pakaian elegan yang tak pernah ia lihat. Sosok itu pun tunduk kepada Shou.


“ Mulai saat ini hamba adalah pelayanmu yang terikat oleh kontrak yang tak bisa di putuskan.” Ujar makhluk tersebut.


“ Siapa namamu?” Tanya Shou.


“ Yuzan, tuan!” Jawabnya.


“ Peliharaan nya bisa bicara, itu sangat di luar akal!” Ujar Bu Guru Elein yang kemudian mengeluarkan darah dari hidungnya dan pingsan. Dia pun segera dibawa oleh beberapa murid di lapangan menuju tempat perawatan.


“ Yuzan, nama yang bagus. Aku harap kita bisa akrab.” Ujar Shou. Dia terlihat senang tetapi terlihat sedih juga, namun tidak ada yang menyadari nya karena semuanya terfokus pada peliharaan yang di panggil Shou.


“ Memenuhi harapan tuan adalah kehormatan bagiku, Hamba akan berusaha untuk Membuat nya menjadi kenyataan!” Ucap Yuzan.

__ADS_1


__ADS_2