
Setelah sedikit berbincang-bincang, Shou memutuskan untuk pamit.
" Maaf paman, bibi, kami harus segera pergi lagi."
" Eh, padahal kalian baru saja sampai disini. " Ibu nya Lacasina terlihat agak kecewa.
" Maaf bibi, tapi lain kali saya akan berkunjung ke rumah bibi lagi."
" Baiklah kalau begitu, hati-hati di perjalanan ya nak Shou, karena akhir-akhir ini banyak pedagang-pedagang yang dirampas barang-barang nya di perjalanan.
Shou kemudian teringat dengan inovasi nya yang belum sempat ia wujudkan, yaitu membuat gerbang perpindahan tempat dari satu kota ke kota lainnya yang bisa digunakan oleh masyarakat terutama para pedagang.
" Kalau bukan karena perjanjian itu, mungkin aku akan segera membuat rancangannya." Ujar Shou dalam hati.
" Rezina, semoga kamu bisa betah disini."
" Iya Shou.
" Semuanya, kami pamit dulu!"
Dalam sekejap Shou beserta dua orang lainnya menghilang.
" Eh, kemana mereka pergi?" Tanya Ibu nya Lacasina kebingungan.
" Mereka sudah sampai di rumahnya Rosse mungkin." Jawab Lacasina.
" Tidak mungkin, Bolivia itu jaraknya kurang lebih 85 kilometer dari sini. Bagaimana cara nya dia bisa sampai disana dalam sekejap?" Tanya Ayahnya Lacasina tak percaya.
" Dia itu memang hebat bukan, jadi soal para bandit tadi tidak akan berlaku bagi nya. Lagipula jika ada puluhan ribu bahkan ratusan ribu bandit yang membegalnya, dia bisa membereskannya dalam sekejap mata."
__ADS_1
Mendengar itu, kedua orang tuanya Lacasina tak bisa berkata apa-apa lagi. Mereka sangat terkejut karena orang yang pernah mereka tuduh sebagai seorang pencuri sehebat itu.
" Untung saja dia tadi tidak marah, kalau marah mungkin kamiā¦."
Sementara itu Shou, Rosse dan Riss sudah sampai di depan kastil kecil dengan halaman yang cukup luas.
" Rosse ini adalah rumahmu?" Tanya Shou.
Rosse pun mengangguk, namun sepertinya ia agak gugup.
Shou kemudian memegang kedua tangannya.
" Tenang saja Rosse, ada aku disini. "
Setelah itu, Rosse kelihatan lebih tenang dari sebelumnya meskipun masih agak gelisah.
Rosse pun tidak menjawab apa-apa, namun perempuan itu mendekat ke arah Rosse dan memegang kedua tangannya.
" Syukurlah nona, tuan beserta nyonya besar selalu mengkhawatirkanmu sejak waktu itu." Ucap perempuan tersebut terlihat lega.
" Mereka mengkhawatirkanku?" Tanya Rosse tak percaya.
" Iya nona, bahkan akhir-akhir ini mereka lebih banyak melamun. Mereka benar-benar menyesal waktu itu karena ingin menyerahkan semua perusahan-perusahaan nya pada nyonya tanpa memikirkan perasaan nyonya."
Rosse terlihat sangat senang, dia tak menyangka orang tua nya akan sepeduli itu terhadap nya.
" Kalau boleh tahu, siapa mereka berdua nyonya?" Tanya perempuan tersebut.
" Perkenalkan, nama saya Shou dan di samping saya ini Riss, kami berdua adalah temannya Rosse."
__ADS_1
" Temannya nyonya ya, oh iya aku juga belum memperkenalkan diri. Perkenalkan nama saya Evy, saya adalah salah satu maid di rumah ini, maaf atas kelancangan saya sebelumnya. "
" Tak usah terlalu dipikirkan."
" Kalau begitu saya akan mengantarkan kalian bertiga ke dalam."
Kemudian mereka pun berjalan dan akhirnya masuk ke dalam rumah yang ukurannya seperti kastil itu.
" Selamat datang nyonya! " puluhan maid berjejer dengan rapi dan menyambut tuannya yang baru datang.
Diujung itu terlihat dua orang yang memakai pakaian mewah nan rapi. Disamping mereka juga terlihat seorang anak laki-laki dan perempuan.
" Ayah, ibu, Rin, Ray!" Ucap Rosse yang kemudian berlari ke arah mereka.
" Kakak!" Ucap kedua anak kecil itu yang kemudian saling berpelukan dengan Rosse.
" Rosse, maafkan ayah Rosse!"
" Maafkan ibu juga Rosse, ibu sangat menyesal waktu itu."
" Tak apa-apa ayah, ibu, lagipula kalian melakukan nya karena sayang padaku. Seharusnya aku yang harus meminta maaf!"
Tak lama kemudian Rosse meneteskan air mata nya.
" Waktu itu ibu hanya berpikir jika kamu meneruska usaha kami, maka hidup kalian akan terjamin. Ternyata ibu salah, percuma saja jika kita punya banyak harta tetapi tidak bisa melakukan apa yang kita inginkan, sekarang ibu tidak akan memaksamu lagi untuk meneruskan perusahaan kami, kejarlah impianmu itu karena kami semua akan selalu mendukungmu."
" Terimakasih ibu, terimakasih semuanya, kalian sudah terlalu baik bagiku!"
" Bukan apa-apa sayang, kami melakukan ini karena kami ingin kamu hidup bahagia, jika kamu bahagia maka kami pun akan ikut senang."
__ADS_1