
Keesokan harinya Shou bangun pagi seperti biasanya
“ Selamat pagi Shou!” Ucap Rosse ketika melihat Shou yang turun dari tangga
“ Selamat pagi!” Jawab Shou yang masih terkantuk. “ Apakah yang lainnya masih belum terbangun?” Tanya Shou.
“ Tidak, tadi Lisa, Lacasina dan juga Riss pergi untuk berbelanja bahan makanan.” Jawab Rosse.
“ Oh, kalau begitu aku akan pergi Mandi dulu.” Ucap Shou.
“ Eh, kamu sarapan saja dulu. Aku sudah siapkan Roti isi untukmu!” Ujar Rosse.
“ Hmmm, kalau itu nanti saja.” Ucap Shou.
“ Tapi....” Sebelum Rosse menyelesaikan ucapannya Shou berkata “ Tenang saja, selesai mandi aku akan memakan Roti isinya.” Setelah itu tiba-tiba Shou menghilang.
“ Eh, apa dia langsung pergi ke kamar mandi?” Ucap Rosse. “ Aku harus segera menghentikan nya!” Lanjutnya dan bergegas pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
“ Hoamm...” Ucap Shou masih mengantuk. Tanpa banyak basa-basi lagi dia segera membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya.
“ Eh?” Ucap Shou terkejut melihat dua orang perempuan yang sedang mandi disana. Dengan jantung yang berdebar lebih kencang dari biasanya dia langsung kembali keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya rapat-rapat. Meskipun dia tidak berlari atau melakukan olahraga yang melelahkan lainnya, Shou terengah-engah seperti sangat kecapean. Bahkan anehnya lagi rasa kantuknya tadi tiba-tiba menghilang entah kemana.
“ Kenapa kalian tidak mengunci pintunya?” Tanya Shou kepada orang yang berada di balik pintu. Lalu tiba-tiba pintu kamar mandi tersebut pun terbuka. Shou dengan segera menutup matanya dan menghalangi nya dengan kedua tangannya.
“ Kenapa dia?” Tanya perempuan yang baru keluar dari kamar mandi tersebut.
“ Entah.” Jawab yang satunya lagi. “ Mungkin dia sedang memikirkan hal yang tidak tidak.” Lanjutnya.
“ Eh, benarkah?” Tanya perempuan tadi lagi. Lalu Shou pun membukakan matanya dan melihat ke arah mereka.
“ Maaf lupa.” Jawab Chelly polos.
“ Kalau begitu Shou masuklah!” Ucap Bu Guru Elein.
“ Eh, kenapa?” Tanya Shou berfirasat buruk.
__ADS_1
“ Sudah masuklah, kita akan mandi bersama.” Jawab Bu Guru Elein sambil mendorong nya ke dalam kamar mandi.
“ Heh?” Ucap Shou terkejut. “ Siapapun, tolong aku!” Lanjutnya berteriak keras. Lalu Rosse yang sedang berlari menuju kamar mandi tersebut mempercepat langkahnya.
“ Shou!” Ucap Rosse ketika sampai di kamar mandi.
“ Tolong aku!” Ucap Shou memelas.
“ Eh, memangnya kenapa?” Tanya Rosse.
“ Bukan apa-apa, kami hanya akan mandi bersama.” Jawab Chelly.
“ Heh?” Ucap Rosse terkejut. “ Kenapa kau tidak gunakan saja sihir teleportmu untuk pergi dari sini?” Tanya Rosse.
“ Kalau soal itu aku menaruh item anti sihir di sekeliling kamar mandi ini, jadi dia takkan bisa menggunakan sihir menghilang nya itu.” Jawab Bu Guru Elein. “ Dan aku juga sudah menyuntikkan obat pelunpuh padanya, jadi dia saat inj hanya bisa menggunakan 5% kekuatan fisiknya. Walau begitu dia cukup kuat juga, untung dulu aku pernah ikut latihan khusus untuk menjadi kesatria.” Lanjutnya.
“ Apakah kau ingin ikutan juga Rosse?” Tanya Chelly. “ Oh iya, aku lupa tadi kami sudah mandi.” Lanjutnya.
__ADS_1
“ Heh, apa kau pikir aku mau mandi bersama nya?” Tanya Rosse. “ Aku tidak pernah ingin mandi bersama laki-laki. Bahkan hanya dilihatnya tanpa busana aku tidak mau!” Lanjutnya.
“ Benarkah?” Tanya Bu Guru Elein tak percaya.