Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Pemandangan diatas langit


__ADS_3

"Bunga plastik?" Shou tampaknya asing dengan kata tersebut. "Bagaimana cara membuatnya Shou?"


"Kita tinggal membentuk bunga dari plastik,itu saja."


"Tapi Shou,bukannya plastik itu bahan yang langka,dan juga untuk mengubah bijih plastik menjadi plastik itu katanya sangat sulit apalagi kamu ingin mengubahnya menjadi bunga,apakah itu tidak sulit bagimu?"


"Seharusnya dengan keterampilanku saat ini seharusnya aku bisa membuatnya dengan mudah,hanya saja kita perlu bahannya.Kamu bilang plastik itu langka ya,berarti di kota Ini kemungkinan besar tidak ada yang menjualnya,apakah aku harus mencarinya ke kota lain?"


"Sepertinya itu juga akan sulit Shou,karena kebanyakan para pedagang tidak ingin berurusan dengan benda ringan dan mudah hancur itu,meski harga nya mahal dan tingkat keawetannya tinggi tetapi mereka masih belum bisa menciptakan barang yang tahan banting dari bahan itu,jadinya mereka lebih memilih bermain aman."


"Ternyata kamu tahu banyak tentang itu ya,awalnya kukira kamu hanya fokus dengan masakanmu saja."


"Tidak juga,sebenarnya ayahku pernah bilang jika ada seseorang yang bisa membuatkanku bunga plastik maka aku tak perlu khawatir lagi dengan alergiku ini."


"Sejak awal kamu tahu bahwa kamu alergi dengan bunga,tetapi kenapa kamu bersikukuh ingin pergi kesini?"


"Aku tidak alergi terhadap semua bunga,bunga berwarna biru keunguan itulah yang dapat membuatku bersin-bersin tanpa henti." Sherri menunjuk ke arah kumpulam bunga violet. "Jadi,jika kamu bisa membuatkannya aku ingin bunga nya berwarna seperti itu."


"Baiklah,tapi sebelum itu kita harus mancari bijih plastiknya.Tapi dimana ya,apakah didekat sini ada pertambangan?"


"Apakah kamu benar-benar akan membuatkannya?" Tanya Sherri.

__ADS_1


"Iya,aku akan membuatnya asalkan ada bahannya."


Mendengar itu Sherri tampak sangat senang.


"Lalu dimana tambangnya?"


"Eh,sepertinya di dekat sini tidak ada pertambangan.Tetapi aku tahu satu tempat yang mungkin saja disana bisa dibuat pertambangan.Tapi meskipun begitu nanti bagaimana kamu akan menambangnya?"


"Ternyata kamu memikirkannya sampai sejauh itu,teman-temanku saja tidak ada yang pernah bertanya seperti itu,palingan mereka cuma bilang aku gila atau apalah."


Sherri pun tertawa kecil.


"Beneran?"


"Apakah kali ini kau mau terbang?Tadi kita berjalan cukup jauh,jadi ku yakin kakimu masih pegal."


"Tidak juga sih,tapi boleh saja.Lagipula aku ingin tahu bagaimana pemandangan dari atas."


Lalu Shou pun memangkunya layaknya tuan putri,ia pun merapalkan mantranya dan beberapa saat kemudian mereka melayang keatas.


"Shou,aku takut!"Gumam Sherri sambil berpegangan erat pada Shou,semakin tinggi mereka melayang semakin erat pula pegangan nya.

__ADS_1


" Shou,Shou,tolong turunkan aku,Shou tolong aku takut,tolong Shou aku benar-benar takut!" Ia berpegangan semakin erat,dan kakinya pun tak henti-henti ia gerakkan.


"Shou!!!" Ia berteriak memohon. Hembusan angin dingin menerpa membuat wajah Sherri semakin pucat,kini ia tak punya tenaga lagi untuk memberontak.


"Coba sekarang lihat kebawah,kamu pasti akan takjub saat melihatnya.


"Shou,aku takut!" Sherri tak berani untuk membukakan matanya,ia sudah sangat lemas untuk memberontak hingga tak bisa berkata lebih banyak lagi.


"Sepertinya aku harus melepaskanmu." Gumam Shou.


"Shou,apakah kamu sudah gila?Aku belum ingin mati!" Sherri kembali memberontak, namun Shou malah benar-benar melepaskannya.


"Shou,ampun Shou,ampun,iya aku akan melihatnya jadi tolong jangan lepaskan aku tolong jangan lepaskan,Shou!!!!"


Tanpa ia sadari Sherri melayang diatas langit,dari ujung kaki sampai lutut tampak jelas ia sedang gemetaran,namun sayangnya Shou malah mengacuhkannya.


"Coba buka matamu!"


Sherri pun dengan penuh ketakutan berusaha membukakan matanya dan melihat pemandangan apa yang sedang menantinya.


Ia membuka perlahan-lahan mata kanannya,namun setelah melihat sedikit saja pemandangan yang ada didepan matanya ia langsung terbelalak,walau kakinya masih gemetaran tapi raut wajahnya memperlihatkan kesenangan yang tiada duanya.

__ADS_1


"Terimakasih Shou!"


__ADS_2