Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Pergi Ke Arsy


__ADS_3

" Sudah, sudah. Ayo kita berangkat sekarang dewi!" Ujar Shou mengakhiri perdebatan dua perempuan itu.


Lalu Dewi Raffsha pun merapalkan beberapa kata, kemudian muncul sebuah pintu berwarna putih yang bersinar.


Dewi Raffsha merapalkan beberapa mantra lagi, dan pintu tersebut pun terbuka.


Setelah terbuka, muncul sayap-sayap berukuran kecil dan beterbangan keluar.


" Indahnya!" Gumam Rosse.


" Ayo kita masuk!" Ujar Dewi Raffsha mendahului dan masuk ke dalam pintu tersebut.


" Sepertinya arsy adalah tempat yang sangat indah." Ujar Lacasina takjub.


" Ayo masuk, jika menghayal saja kamu tidak akan pernah sampai disana." Ucap Shou sambil mendorongnya ke depan pintu.


" Shou, dorong aku juga!" Ujar Lisa manja.


" Memangnya kamu tidak bisa berjalan sedikit?" Tanya Shou heran.


Lacasina yang melihat itu pun hanya tersenyum dan berkata dalam hati " 1 - 0 "


" Shou jahat!" Gumam Lisa sambil memalingkan wajah nya.


Shou pun malah semakin bingung, dan pada akhirnya menuruti keinginan Lisa.


Lisa pun melirik ke arah Lacasina dan tersenyum dan bergumam dalam hati " 1 - 1 "


" Lacasina, Kenapa kamu tidak segera masuk. Ini seperti sihir gate, jadi kamu harus masuk dulu baru sampai." Jelas Shou.

__ADS_1


" Aku menunggu mu, aku ingin kamu masuk bersamaku!"


" Tenang saja, sudah pasti aku akan memasuki pintu ini."


" Tetapi aku ingin masuk bersamaan dengan mu!"


" Hei kalian, jika tidak cepat masuk pintunya akan segera tertutup. Kalian juga jangan diam disini saja dan menonton pertandingan mereka, jika kalian ingin pergi cepat masuk! "


Kemudian Dewi Ruzmi mendorong Rosse dan Lorrie cukup keras hingga mereka hampir terjatuh, namun mereka malah menabrak Lisa dan Lacasina yang sedang menarik-narik tangannya Shou.


Pada akhirnya mereka terpental dan kemudian masuk kedalam pintu tersebut.


" Sepertinya kamu sedikit berlebihan Ruzmi." Ujar Dewi Shelly.


" Sebaiknya kamu juga masuk kedalam sebelum aku mendorongmu juga."


" Iya-iya, tenang. Tanpa disuruh olehmu aku akan masuk ke dalam, kalau begitu kaisar dan juga para kesatria, aku pamit dulu!"


" Aku juga pamit, terimakasih dengan pelayanan terbaik kalian." Ujar Dewi Laxmi.


" Bukan apa-apa, ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan jasa kalian." Ucap kaisar.


Kemudian Dewi Laxmi pun melangkah dan masuk ke dalam pintu tersebut.


" Aku juga akan segera pergi, jika aku kembali kesini pastikan makanan terbaik kalian sudah dihidangkan!" Ucap Dewi Ruzmi sambil tersenyum.


" Tentu saja!" Ujar kaisar.


Kemudian Dewi Ruzmi pun melangkah masuk ke dalam pintu tersebut.

__ADS_1


Setelah dia masuk, pintu tersebut pun tertutup dan kemudian menghilang.


" Sepertinya kita harus menyajikan makanan terbaik setiap hari." Gumam kaisar.


" Sekarang rantai perekonomian sudah bisa berjalan seperti semula, anda tidak usah khawatir tentang itu." Jelas Thev.


" Aku tidak khawatir tentang itu, tetapi aku lebih khawatir jika Shou tidak kembali dalam seminggu. " Ujar kaisar pelan.


" Yang mulia, anda tidak perlu merisaukan itu. Aku yakin Shou pasti akan segera kembali, karena dia selalu menepati janjinya."


Kemudian Balx memegang pundaknya kaisar.


" Balx, kenapa kamu memegang pundaknya?" Tanya Chentya.


" Memangnya tidak boleh ya?" Tanya Balx balik.


" Boleh!" Jawab kaisar.


" Tapi…." Sebelum Chentya meneruskan perkataan nya Balx menyela.


" Yang mulia juga manusia, dia perlu sentuhan seperti ini. Pundaknya tidak sekuat diriku, tetapi beban yang ditanggungnya lebih besar daripada beban kita bertiga." Gumam Balx sambil mengusap pundaknya.


" Sepertinya setelah bertemu dewi Laxmi, IQ mu itu meningkat drastis." Ujar Thev.


" Tidak juga, sejak dulu IQ ku ini sudah sangat tinggi jika dibandingkan dengan kalian." Gumam Balx menyombongkan dirinya.


" Kalau begitu lima dikali lima berapa hasilnya?"


Lalu Balx pun berusaha untuk menghitungnya sampai-sampai membuka sepatunya, tetapi pada akhirnya dia menyerah.

__ADS_1


" Jumlah jariku tidak cukup untuk menghitungnya."


Kaisar dan yang lainnya pun hanya tertawa kecil melihat tingkah bodohnya Balx.


__ADS_2