Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Amarah Yang Membara


__ADS_3

Keesokan harinya


" Kenapa mereka masih belum kelihatan, apakah mereka masih tidur?"


Lisa kelihatan gelisah dan khawatir.


" Bagaimana kalau kita bangunkan saja mereka?" Tanya Rosse.


" Tetapi memangnya dimana mereka tidur, tempat ini sangat luas." Gumam Rosse.


Lisa menarik lengan baju Dewi Shelly.


" Apakah dewi bisa melacak mereka?" Tanyanya dengan wajah memelas.


" Tetapi tidak sopan jika menganggu mereka berdua tidur, sepertinya mereka bersenang-senang malam tadi. "


Lorrie tersenyum meledek, dia memancing-mancing kemarahan dua gadis yang sedang bersaing untuk memperebutkan Shou.


Niat awalnya sih cuma becanda, tetapi dua gadis itu sudah berada tahap dimana sesuatu yang menghalangi atau mengganggu cinta nya akan ia hancurkan, apalagi Lorrie yang kini membuat perasaan mereka meledak-ledak, tidak akan luput dari amarah mereka yang seperti gunung meletus.


" Untung Shou membuatkan alat sihir ini untukku, jadi aku bisa mengubah sihir air ku menjadi es."


Kemudian Lisa merapalkan sihirnya


" Aku juga untung diberi senjata sihir ini, jadi aku bisa menembakkan sihir tanahku." Gumamnya sambil mengambil sebuah pistol dari saku nya.


Dua perempuan itu pun sudah siap beraksi, yang satu sudah siap menebas apapun yang berada di depan nya dengan pedang es nya dan yang satu lagi sudah sedia untuk menghancurkan target yang dilihatnya.


Lorrie pun menelan ludahnya.

__ADS_1


Ketika Lacasina hendak melepaskan peluru pertamanya, Lorrie membuat tameng angin dan kemudian melarikan diri.


" Jangan kabur!" Gumam Lacasina sambil menembakkan peluru ke arah Lorrie.


Namun itu hanya bisa menghancurkan tameng nya.


" Untung Shou mengajarkan sihir ini padaku, kalau tidak, mungkin badanku ini akan penuh dengan lubang."


Kemudian Lorrie merapalkan mantranya untuk terbang.


" Fiuh, sepertinya mereka tidak akan bisa menganggu ku disini."


" Hei, jangan kabur!" Ujar Lacasina sambil mengarahkan pistolnya.


Dia menembakkan beberapa peluru, tetapi itu tidak mengenainya karena Lorrie berada dalam ketinggian yang tidak bisa dijangkau oleh pelurunya.


" Bagaimana kalau ini?"


Tidak seperti peluru sihir Lacasina, pedang es miliknya ini bisa ia kendalikan secara penuh selagi ia bisa melihatnya.


" Sial, Shield of winds!"


Lorrie menangkis serangan Lacasina dengan tameng angin nya, dia berhasil menghancurkan salah satu pedang es nya, namun beberapa pedang yang lainnya sudah melesat ke arah Lorrie.


" Sword of winds!"


Lorrie berhasil menghindari serangan telak dari pedang es nya Lacasina, dia hanya terkena beberapa goresan saja.


" Sial, jika aku minta maaf sekarang mereka pasti tidak akan memaafkanku, aku ini benar-benar bodoh!"

__ADS_1


" Sebaiknya kamu jangan bergerak lagi, karena sniper ku ini akan menembus tubuhmu!"


Lacasina menatap ke arah Lorrie dengan sangat tajam, sampai-sampai Lorrie dapat merasakan aura membunuhnya. "


" Sial, aku harus kabur!"


Kemudian Lorrie dengan segera melesat menjauh, dia tidak ingin hidupnya berakhir begitu saja akibat gurauannya.


" Apakah kamu tidak ingin membantunya?" Tanya Dewi Shelly.


" Itu adalah kesalahannya, dia yang harus bertanggung jawab." Jawabnya sambil memalingkan wajahnya.


" Benarkah?"


Dewi Shelly melirik-lirik Rosse.


" Tentu saja!"


Rosse kelihatan malu-malu, sebenarnya ia ingin menolong Lorrie tetapi karena dia ikut kesal dengan perilakunya yang sangat bodoh itu, membuatnya tetap diam diri dan hanya menontonnya.


" Hei, jangan lari lagi. Kamu tidak akan bisa lepas dari kami!" Ucap Lisa.


" Hah, kenapa dia punya sihir seperti itu. Kalau begini, percuma aku menggunakan sihir fly."


Lorrie sudah hampir pasrah, karena dibelakang nya sudah ada Lisa dan Lacasina yang sedang menaiki papan es dengan kecepatan tinggi.


" Aku akan menembaknya, pastikan supaya benda ini tetap seimbang." Gumam Lacasina.


" Tentu saja, tetapi aku juga tidak akan tinggal diam. Lihat saja, siapa yang pertama kali mengenainya."

__ADS_1


Kemudian dari sisi kiri dan kanan papan es tersebut muncul seperti misil yang terbuat dari es, misil itu kemudian melesat ke arah Lorrie.


__ADS_2