Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Mulai kembali seperti biasanya


__ADS_3

Setelah mereka berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Shou memutuskan untuk mencari Riss dan membawanya kembali.


" Kalau begitu aku pamit dulu ya… dah!" Ucap Shou yang kemudian menghilang dengan sihir teleport nya.


" Eh, padahal aku baru saja bilang ingin ikut." Ujar Rosse.


" Seandainya saja kita juga bisa memakai sihir teleport." Gumam Lacasina.


" Itu gampang, kita tinggal memintanya pada Shou, minta dia untuk membuatkan alat yang fungsinya sama dengan sihir teleportnya." Ucap Lorrie.


" Bicara sih gampang, tapi memangnya sekarang dia punya waktu untuk itu?" Tanya Rosse.


" Ya tidak juga, sabar aja nanti juga kalo ada waktu dia pasti buat."


" Benar juga, dia membuatkan cincin-cincin ini pada kami sehingga kami bisa tinggal di dunia bawah ini kapanpun yang kami mau." Ujar Dewi Laxmi sambil menilik-nilik cincinnya.


" Karena urusan disini sudah selesai, aku ingin mendatangi tempat-tempat yang sudah ditandai oleh Lorrie." Ucap Dewi Ruzmi penuh semangat.


" Oh iya aku hampir lupa, ayo kita pergi bersama dewi!"


" Ayo, pertama kita datang ke kota Rovania, Bar Ratu manis!"


" Ayo, tapi bagaimana caranya? Tanya Lorrie.


" Tentu saja teleport, mendekatlah sini!"


Lorrie pun mendekat ke arah Dewi Ruzmi.


" Tapi bukannya kita harus mempunyai titik penerimanya kan, setidaknya kita harus pernah datang dulu kesana sekali." Ucap Lorrie.


" Iya itu memang benar, jadi kita bisa kesana sekarang juga." Jelasnya.


" Eh, apa maksudmu? "

__ADS_1


Sebelum menjawab pertanyaan nya, Dewi Ruzmi bersama Lorrie tiba-tiba menghilang.


" Ruzmi pernah menginjakkan kakinya di seluruh tempat di dunia ini, jadi wajar saja dia bisa menggunakan teleport ke setiap tempat yang dia mau disini." Jelas Dewi Laxmi.


" Wah, hebat juga!" Ucap Rosse takjub.


" Ya, tapi Shou lebih hebat. Dia bisa melacak seseorang yang sudah ditandainya dan bahkan langsung mendatanginya, itu merupakan sihir yang benar-benar luar biasa, bahkan aku pun belum bisa melakukan kedua hal itu." Gumam Dewi Laxmi.


" Jadi bisa dibilang dia lebih hebat daripada kami." Ujar Dewi Shelly berterus terang.


" Shou memang benar-benar hebat." Puji Thev.


" Sekarang apa yang akan kita lakukan?" Tanya Lisa.


Suasana pun hening seketika.


" Kalau begitu aku akan memberitahu yang lainnya tentang kabar gembira ini, bahwa yang mulia telah kembali." Ujar Thev.


" Eh, siapa yang ingin berduel denganmu, enak saja."


" Memangnya kamu ada kerjaan lain?" Tanya Balx.


" Jika kalian ingin berduel silahkan saja, seharusnya sekarang para prajurit yang sedang latihan beristirahat, jadi kalian bisa memberikan pelajaran tambahan bagi mereka. "


" Kalau yang mulia berbicara seperti itu, baiklah ayo kita berduel!"


Balx pun tersenyum puas, akhirnya mereka berdua pun pergi dari ruangan tersebut.


" Ayo kita tonton duel mereka, sepertinya akan seru!" Saran Lacasina


" Benar juga, aku ingin tahu seberapa kuat para pemilik title SSS+ ini." Ucap Rosse.


" Lagipula kita memang sedang tidak ada urusan kan?" Ucap Lacasina.

__ADS_1


" Aku lelah, sepertinya aku akan beristirahat dulu saja." Ujar Lisa lesu.


" Bagaimana dengan mu, Rezina? " Tanya Lacasina.


Rezina pun tak bisa menjawab apa-apa, dia masih gundah dengan kejadian 3 hari lalu yang membuat nya selalu kepikiran.


" Daripada kamu terus memikirkan hal itu, lebih baik untuk sekarang kita menonton duel mereka saja." Ujar Rosse.


Rezina pun mengangguk


" Kalau begitu kami pamit dulu dewi, yang mulia!" Ucap Rosse yang Kemudian pergi bersama kedua kawannya untuk melihat duel Chentya dan Balx, sementara Lisa pergi untuk beristirahat.


" Aku juga akan segera menyelesaikan dokumen-dokumen yang menumpuk diruang kerjaku." Ucap kaisar.


" Tapi yang mulia, anda baru saja kembali." Ucap Thev mencegahnya.


" Tak apa-apa, lagipula sejak awal ini memang tugasku." Ujar kaisar.


" Kalau begitu biarkan saya membantu anda yang mulia!" Thev menawarkan diri.


" Biarkan kami ikut membantu juga." Ucap Dewi Raffsha.


" Tapi…" Ucap kaisar ragu.


" Tidak apa-apa, lagipula saat ini kami masih belum memiliki rencana apa-apa, jadi biarkan kami ikut membantu!"


" Baiklah jika itu keinginan pribadi kalian."


" Tentu saja kan Shelly? " Ucap Dewi Laxmi.


" Iya, tentu saja!" Gumam Dewi Shelly.


Kemudian kaisar pun pergi bersama Thev menuju ruangan kerja nya kaisar untuk menyelesaikan ratusan dokumen yang menumpuk.

__ADS_1


__ADS_2