
Setelah mereka berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Shou memutuskan untuk mencari Riss dan membawanya kembali.
" Kalau begitu aku pamit dulu ya… dah!" Ucap Shou yang kemudian menghilang dengan sihir teleport nya.
" Eh, padahal aku baru saja bilang ingin ikut." Ujar Rosse.
" Seandainya saja kita juga bisa memakai sihir teleport." Gumam Lacasina.
" Itu gampang, kita tinggal memintanya pada Shou, minta dia untuk membuatkan alat yang fungsinya sama dengan sihir teleportnya." Ucap Lorrie.
" Bicara sih gampang, tapi memangnya sekarang dia punya waktu untuk itu?" Tanya Rosse.
" Ya tidak juga, sabar aja nanti juga kalo ada waktu dia pasti buat."
" Benar juga, dia membuatkan cincin-cincin ini pada kami sehingga kami bisa tinggal di dunia bawah ini kapanpun yang kami mau." Ujar Dewi Laxmi sambil menilik-nilik cincinnya.
" Karena urusan disini sudah selesai, aku ingin mendatangi tempat-tempat yang sudah ditandai oleh Lorrie." Ucap Dewi Ruzmi penuh semangat.
" Oh iya aku hampir lupa, ayo kita pergi bersama dewi!"
" Ayo, pertama kita datang ke kota Rovania, Bar Ratu manis!"
" Ayo, tapi bagaimana caranya? Tanya Lorrie.
" Tentu saja teleport, mendekatlah sini!"
Lorrie pun mendekat ke arah Dewi Ruzmi.
" Tapi bukannya kita harus mempunyai titik penerimanya kan, setidaknya kita harus pernah datang dulu kesana sekali." Ucap Lorrie.
" Iya itu memang benar, jadi kita bisa kesana sekarang juga." Jelasnya.
" Eh, apa maksudmu? "
__ADS_1
Sebelum menjawab pertanyaan nya, Dewi Ruzmi bersama Lorrie tiba-tiba menghilang.
" Ruzmi pernah menginjakkan kakinya di seluruh tempat di dunia ini, jadi wajar saja dia bisa menggunakan teleport ke setiap tempat yang dia mau disini." Jelas Dewi Laxmi.
" Wah, hebat juga!" Ucap Rosse takjub.
" Ya, tapi Shou lebih hebat. Dia bisa melacak seseorang yang sudah ditandainya dan bahkan langsung mendatanginya, itu merupakan sihir yang benar-benar luar biasa, bahkan aku pun belum bisa melakukan kedua hal itu." Gumam Dewi Laxmi.
" Jadi bisa dibilang dia lebih hebat daripada kami." Ujar Dewi Shelly berterus terang.
" Shou memang benar-benar hebat." Puji Thev.
" Sekarang apa yang akan kita lakukan?" Tanya Lisa.
Suasana pun hening seketika.
" Kalau begitu aku akan memberitahu yang lainnya tentang kabar gembira ini, bahwa yang mulia telah kembali." Ujar Thev.
" Eh, siapa yang ingin berduel denganmu, enak saja."
" Memangnya kamu ada kerjaan lain?" Tanya Balx.
" Jika kalian ingin berduel silahkan saja, seharusnya sekarang para prajurit yang sedang latihan beristirahat, jadi kalian bisa memberikan pelajaran tambahan bagi mereka. "
" Kalau yang mulia berbicara seperti itu, baiklah ayo kita berduel!"
Balx pun tersenyum puas, akhirnya mereka berdua pun pergi dari ruangan tersebut.
" Ayo kita tonton duel mereka, sepertinya akan seru!" Saran Lacasina
" Benar juga, aku ingin tahu seberapa kuat para pemilik title SSS+ ini." Ucap Rosse.
" Lagipula kita memang sedang tidak ada urusan kan?" Ucap Lacasina.
__ADS_1
" Aku lelah, sepertinya aku akan beristirahat dulu saja." Ujar Lisa lesu.
" Bagaimana dengan mu, Rezina? " Tanya Lacasina.
Rezina pun tak bisa menjawab apa-apa, dia masih gundah dengan kejadian 3 hari lalu yang membuat nya selalu kepikiran.
" Daripada kamu terus memikirkan hal itu, lebih baik untuk sekarang kita menonton duel mereka saja." Ujar Rosse.
Rezina pun mengangguk
" Kalau begitu kami pamit dulu dewi, yang mulia!" Ucap Rosse yang Kemudian pergi bersama kedua kawannya untuk melihat duel Chentya dan Balx, sementara Lisa pergi untuk beristirahat.
" Aku juga akan segera menyelesaikan dokumen-dokumen yang menumpuk diruang kerjaku." Ucap kaisar.
" Tapi yang mulia, anda baru saja kembali." Ucap Thev mencegahnya.
" Tak apa-apa, lagipula sejak awal ini memang tugasku." Ujar kaisar.
" Kalau begitu biarkan saya membantu anda yang mulia!" Thev menawarkan diri.
" Biarkan kami ikut membantu juga." Ucap Dewi Raffsha.
" Tapi…" Ucap kaisar ragu.
" Tidak apa-apa, lagipula saat ini kami masih belum memiliki rencana apa-apa, jadi biarkan kami ikut membantu!"
" Baiklah jika itu keinginan pribadi kalian."
" Tentu saja kan Shelly? " Ucap Dewi Laxmi.
" Iya, tentu saja!" Gumam Dewi Shelly.
Kemudian kaisar pun pergi bersama Thev menuju ruangan kerja nya kaisar untuk menyelesaikan ratusan dokumen yang menumpuk.
__ADS_1