Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Dikira pencuri


__ADS_3

Setelah mengelilingi rumah yang tak terlalu besar itu, mereka tak menemukan tanda-tanda bahwa ada orang lain selain mereka yang ada disana.


" Mereka kemana ya?" Tanya Shou.


" Jika seperti ini biasanya mereka sedang jalan-jalan keluar. Emm…., mereka selalu saja meninggalkan rumah ini tanpa menguncinya, kalau sudah kemalingan mereka baru tau rasa." Ujar Lacasina.


" Lacasina, seharusnya kamu tak perlu sampai seperti itu juga." Ucap Shou.


" Soalnya mereka tak bisa di kasih tau, selalu aja begini."


" Baru kali ini aku melihat Sina chan marah seperti ini!" Ucap Rezina yang kemudian mencubit pipi Lacasina.


" Ummm…, hentikan!"


" Nggak mau!"


Kemudian dari arah pintu masuk terdengar seseorang yang sedang berbincang.


" Kenapa pintunya terbuka pah?"


" Entahlah, tapi aku yakin sudah menutupnya."


" Bagaimana kalau itu maling, aduh…. Kamu sih gak pernah ngunci pintunya, jadi sekarang rumahnya kemalingan."


" Eh, itu juga salah mama juga dong, siapa bilang simpen aja kuncinya di laci biar gak ilang. "

__ADS_1


" Tapi kan….." Mereka berdua terus-terusan saling menyalahkan.


" Hihihi…." Lacasina terlihat sangat senang menyaksikan kedua orang tua nya beradu mulut.


Shou menepuk dahi nya, ia tak percaya Lacasina yang biasanya feminim, tak suka membuat keributan, kini menertawakan kedua orang tua nya yang sedang berdebat di depan pintu.


Kemudian Shou berinisiatif untuk menghampiri mereka.


" Permisi, maaf kami masuk ke rumah paman dan bibi saat kalian keluar tadi, kami sungguh meminta maaf." Ujar Shou yang kemudian menundukkan kepalanya.


" Kamu siapa, apakah kamu pencuri itu?" Tanya lelaki dengan jas berwarna cokelat dan kemeja putih yang rapi.


" Eits, jangan asal nuduh gitu dong pah!" Ucap perempuan berambut cokelat pirang dan memakai gaun berwarna pink.


" Lalu kalo bukan pencuri kenapa dia masuk ke rumah kita?" Tanya si lelaki.


" Tentu saja karena dia mencuri barang kita."


" Meskipun begitu, mana ada pencuri yang meminta maaf pada orang yang barang nya ia curi?"


" Anu…. Permisi, maaf sebelumnya tetapi saya ini bukan pencuri."


" Tuh kan, sudah aku bilang dia itu bukan pencuri."


" Tetapi tetap saja, jika kita belum menggeledahnya kita tidak akan tahu dia pencuri atau tidak."

__ADS_1


" Yaampun, kenapa sih dia tidak datang kemari dan menjelaskan apa yang terjadi." Gumam Shou dalam hati. " Mungkin dia sedang menertawakanku juga." Lanjut nya.


" Maaf anak muda, suami ku ini masih tidak percaya kamu ini bukan pencuri, bolehkah kami menggeledahmu?" Tanya perempuan berambut cokelat itu.


" Hmmm…., sepertinya tidak perlu deh. Soalnya semua barang yang ku bawa, ku simpan di sihir penyimpananku." Ujar Shou.


" Eh…., lalu bagaimana cara kami membuktikan bahwa kamu itu bukan pencuri?" Tanya si perempuan.


" Mungkin gadis yang sedang menertawakan kalian bisa menjelaskannya. " Ujar Shou sambil melirik ke dalam rumah.


Kemudian perempuan berambut hitam terurai panjang muncul.


" Lacasina! " Ucap perempuan paruh baya itu sambil mendekat ke arah nya.


Ia memeluk Lacasina dengan penuh kerinduan.


Pria paruh baya tadi pun meminta maaf kepada Shou.


" Maaf, tadi aku benar-benar tidak tahu kamu adalah temannya Lacasina. Sekali lagi aku minta maaf!"


" Tak apa-apa, itu bisa dimaklumi. Aku juga jika ada orang asing masuk ke rumah ku seenaknya aku juga akan melakukan hal yang sama."


" Ma, pa, kalo punya rumah tuh kunci, biar gak kemalingan, hehe…" Ucap Lacasina centil.


" Kamu tuh ya…" Perempuan yang sedang mendekap Lacasina mencubit pipinya cukup keras.

__ADS_1


" Emm…, mama sakit tau!"


" Kamu sih bikin mama mu ini gemes mulu!" Ucapnya sambil terus-terusan mencubit pipi Lacasina.


__ADS_2