
" Reiyu?" Shou terheran.
" Iya, kami adalah reiyu."
" Apa bedanya kalian dengan manusia?"
" Hati, dia mengubah hati kami sehingga yang tadinya hatinya jernih akan diubah menjadi buruk, dan yang hatinya buruk akan dibuat menjadi semakin buruk." Jelasnya.
" Lalu bagaimana cara nya kalian bisa menjadi reiyu?" Tanya Shou.
Kedua orang tersebut pun terlihat terkejut.
" Sebaiknya kamu jangan ajukan pertanyaan itu, karena itu sangat menyakitkan untuk dijawab."
" Lalu siapa yang telah mengubah kalian menjadi seperti ini?"
" Jangan, tolong ampuni aku, tolong ampuni aku, aku akan melakukan apapun yang kamu mau tapi tolong ampuni aku!" Gumam pria dengan jubah hitam itu sambil bersujud dan memegang kepalanya.
" Maaf, dia akan selalu begitu jika ada yang menanyakannya tentang hal itu, sepertinya dia sangat tersiksa dengan ritualnya."
" Ritual apa yang kamu maksud?"
__ADS_1
" Tentu saja ritual yang telah membuat kami berubah menjadi reiyu, namun sepertinya ritual yang dia lakukan lebih mengerikan dibandingkan yang lainnya sehingga efek yang dirasakannya akan lebih kuat, dan dia pasti tidak akan berani menentang makhluk sialan itu."
" Hmmm, masih banyak yang ingin aku tanyakan namun sepertinya ada yang harus aku urus terlebih dahulu." Ujar Shou sambil melihat ke arah monitor yang memperlihatkan kota-kota dan desa-desa yang terbakar hangus.
" Untuk soal itu Laxmi dan Shelly pasti bisa menanganinya."
" Apakah mereka berdua bisa menghidupkan orang yang mati?" Tanya Shou.
" Tentu saja tidak, orang yang sudah mati tidak akan bisa hidup lagi, jika pun memang ada caranya tetapi mereka tidak akan mungkin akan melakukan nya."
" Kenapa mereka tidak melakukannya?" Tanya Shou.
" Karena sihir itu akan menyerap nyawa orang yang telah menggunakannya." Jawab Dewi Raffsha dengan mimik serius.
" Sepertinya kamu sudah tahu tentang sihir itu."
" Iya, tetapi itu bukan apa-apa jika dibandingkan sihir elemental world ku."
" Sihir apa itu, aku baru mendengarnya."
" Itu adalah sihir baru yang ku ciptakan sendiri, sihir itu bisa memutar balikkan waktu yang telah terjadi, namun yang di putar balikkan waktu nya hanyalah pada sesuatu yang aku pilih, jadi yang bukan menjadi target ku tidaklah akan berpengaruh sama sekali."
__ADS_1
Dewi Raffsha pun terkejut, begitu pula dengan kedua orang lain yang berada disana.
" Apa sihir seperti itu memang benar-benar ada?" Tanya dewi raffsha tak percaya.
" Tentu saja, untuk apa aku berbohong?"
Dewi Raffsha pun mencoba untuk percaya padanya, dia memang yakin shou mengatakan yang sebenarnya, namun tetap saja dewi raffsha tak percaya bahwa Shou bisa menciptakan sihir se gila itu.
" Tetapi…" Lanjut shou.
Dewi Raffsha pun memerhatikannya dengan sungguh\-sungguh.
" Waktu pengembalian waktu nya sangat terbatas, aku tidak bisa mengembalikan waktu nya lebih dari 48 jam dan juga aku harus berada di tempat kejadian tersebut berlangsung ketika ingin mengembalikan waktunya."
Dewi Raffsha pun menghela nafas lega, kali ini dia percaya sepenuhnya dengan perkataan shou.
" Ku kira kamu bisa mengembalikkan waktu sesukamu, tetapi ternyata masih ada persyaratan dan batasannya. Jika tanpa itu, kamu adalah seseorang yang bisa mengatur segalanya, meskipun begitu sihir yang kamu ciptakan itu sangat luar biasa bahkan laxmi pun belum mempelajarinya."
__ADS_1
Shou pun hanya bisa tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.