
Akibat kelakuan Missel, guild jadi terbakar. Untungnya di sana ada beberapa penyihir dengan elemen air, jadi dampaknya tak terlalu serius. Karena meresahkan, penyihir api yang telah membuat keributan tersebut dipanggil oleh resepsionis dan diceramahi habis-habisan. Awalnya Reia sang elf itu menertawakannya begitu lepas, tapi akhirnya dia juga ikut diceramahi secara habis-habisan.
Richard dan yang lain hanya bisa menyaksikan tersebut dari kejauhan, mereka juga tidak menyangka bahwa nona resepsionis yang biasanya lemah lembut menjadi mengerikan seperti ini.
“Apa?! Peringkatku akan diturunkan?” Missel tak percaya.
“Kenapa aku juga kena imbasnya? Apa salahku?!” ucap Reia tak terima.
Sang resepsionis memukul meja cukup keras, dia mengancam akan mencabut lisensi keduanya jika mereka masih bersikeras. Missel dan Reia jadi terdiam, mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut.
Shou berjalan mendekati mereka berdua dan meminta maaf kepada resepsionis, entah terkejut atau apa dia malah berlari ke lantai 2 dengan tergesa-gesa.
“Dia kenapa?” Reia dan Missel melirik Shou secara bersamaan, mereka yakin resepsionis itu pergi karenanya.
__ADS_1
Tak lama berlalu, ketua guild turun ke lantai bawah bersama resepsionis tadi dan seorang gadis lain lagi di sampingnya. Gadis itu tak lain adalah Vivi, asisten pribadi ketua guild.
Semua riuh para petualang terhenti sejak kedatangan mereka, bahkan yang sudah mabuk berat pun diguyur air agar segera tersadar.
Semuanya memberi hormat pada ketua guild, termasuk Shou yang masih belum menjadi petualang resmi.
Hal yang mengejutkan pun terjadi, ketua guild sangat sungkan pada Shou dan menyuruhnya agar tidak memberi hormat. Para petualang lain pun tidak ada yang tidak penasaran dengan tingkah laku ketua guild yang sangat sopan kepada Shou, mereka bertanya-tanya dalam hati identitas seperti apa yang dimilikinya.
Shou pun sendiri merasa kebingungan, padahal ketua guild tidak pernah sesopan ini sebelumnya.
Resepsionis tadi membatalkan penurunan peringkat Missel dan Reia, keduanya pun kembali ke party masing-masing dengan perasaan lega.
Richard dan yang lain bertanya-tanya dengan apa yang telah terjadi pada Missel, terutama sikap Ketua guild pada Shou. Tapi Missel sendiri tidak tahu banyak, dia hanya menjelaskan sebisanya dan pembahasan tentang hal itu pun tak berlangsung lama.
__ADS_1
Ketua guild mempersilakan Shou untuk duduk di kursi yang telah disediakan, sementara itu asistennya memasangkan apron pada pemuda 17 tahun itu.
Di atas meja sudah tersedia berbagai macam makanan enak, tapi sangat disayangkan Shou sebelum datang ke guild telah makan banyak di rumah Lisa.
Melihat Shou yang seperti itu, ketua guild memutuskan untuk memulai perbincangan. Dia meminta maaf atas nama akademi kerajaan Kloravia dan memberikan kompensasi dari akademi tersebut yang dititipkan padanya.
“Elizabeth juga menyesal atas kepergianmu, dia tak menyangka kau mampu menggunakan sihir teleportasi.” jelasnya.
Shou menghela nafas panjang, dia mendorong kembali koin emas yang telah ketua guild berikan padanya.
“Bu guru Elizabeth sebenarnya adalah orang baik, tapi aku tak mau menerima koin emas ini jika mengatas namakan akademi.”
“Sepertinya kamu sangat membenci lingkungan di sana, wajar saja karena aku sendiri pun tidak tahu identitasmu. Apakah kau seorang bangsawan atau bukan, tempatmu berasal pun belum jelas.”
__ADS_1
Shou sadar ketua guild ini ingin mengorek informasi tentangnya. Tapi mau bagaimana, dirinya tak mungkin menjelaskan bahwa dirinya berasal dari dunia lain.