Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Pengetahuan King Griphon


__ADS_3

“ Sepertinya Kalian sudah mulai terbiasa.” Ujar King Griphon sambil melihat Mereka semua yang bisa berlari dengan cepat menggunakan tangannya.


“ Sekarang kita mulai ke tahap 2.” Ucap King Griphon. Balx dan yang lainnya pun mendekat ke arahnya.


“ Di tahap 2 ini Kalian harus memanjat tebing ini tanpa menggunakan tangan.” Jelasnya.


“ Tanpa tangan?” Ucap balx heran. “ Lalu buat apa Kita melatih tangan kita?” Tanyanya.


“ Sudahlah balx, kita lakukan saja perintahnya.” Ucap thev.


Akhirnya, Mereka semua pun mencoba untuk memanjat tebing.


“ Hyaaahhhh!” ucap balx berlari di atas tebing tersebut. Setelah beberapa meter, dia pun terpeleset dan jatuh. Namun sebelum tubuhnya sampai ke tanah, tangannya refleks mendarat terlebih dahulu sehingga balx pun tidak mendapat luka. Dia pun melirik ke arah King Griphon dan tersenyum kepadanya.


Yang lainnya pun ikut mencoba.sama seperti balx, setiap Mereka hendak terjatuh, tangannya menolong Mereka dengan refleks yang sangat baik. Mereka pun terus memanjat tebing tersebut terus menerus hingga berjam-jam.


“ Istirahat!” Ucap King Griphon. Semuanya pun berhenti memanjat tebing itu, semuanya terengah-engah. Mereka sangat kelelahan dengan latihannya, chentya pun mengeluarkan makanan dan minuman dari sihir penyimpanannya.


“ Makanlah!” ucap chentya Setelah mengeluarkan berbagai makanan dan minuman.


‘’ sepertinya sangat enak.” Ucap balx langsung mengambil beberapa

__ADS_1


“ Guru King, apakah kau mau makanan juga?” Tanya chentya.


“ Tidak usah, aku tidak perlu makanan.” Jawabnya.


“ oh, seperti itu. Lalu bagaimana caranya Guru King bertahan hidup, karena seharusnya setiap makhluk hidup itu membutuhkan makanan.” Ucap chentya.


“ Aku mengkonsumsi energi sihir yang ada di sekitar sini, bisa dibilang itu makanan ku.” Jawabnya.


“ Jadi makanannya Guru King itu adalah Mana?” Tanya nya memperjelas.


“ Jadi kau sudah tahu tentang Mana, apakah Shou juga yang mengajarkannya?” Tanya King Griphon.


“ Tidak, kalau soal itu aku mempelajarinya di buku. Namun tetap saja, Shou lebih paham tentang itu.” Jawabnya.


“ Iya, Shou juga pernah bilang soal itu padaku. Shou bilang sepatu sihir ini menggunakan Mana yang memakainya sebagai cadangan Mana nya.” Ujar chentya.


“ Bukan hanya itu, aku juga melihatnya menyerap Mana yang berada di udara juga tanah.” Ucap King Griphon.


“ benarkah, tapi Shou tidak memberitahu nya soal itu.” Ucap chentya.


“ Mungkin saja karena jumlah Mana di setiap berbeda-beda, jadi bisa saja dia masih plin plan soal itu.” Ujar King Griphon.

__ADS_1


“ Kenapa jumlah Mana di setiap tempat berbeda-beda?” Tanya Chentya.


“ Tergantung beberapa hal, seperti kondisi alam, jumlah penduduk, dan lain-lain.” Jawab King Griphon.


“ yang dimaksud kondisi Alam itu apa?” Tanya Chentya masih belum paham.


“ Yang dimaksud kondisi Alam itu adalah seberapa terjaganya tempat itu, semakin terjaga alamnya maka jumlah Mana Akan semakin banyak. Perbedaan tempatnya juga berpengaruh, seperti di dalam Gua. Dibandingkan dengan tempat lainnya, di dalam Gua jumlah Mana nya relatif lebih besar.” Jelas King Griphon.


“ Oh, begitu. Berarti disini terdapat banyak Mana ya?” Tanya Chentya.


“ Tentu saja, jumlah Mana disini sangat besar. Seluruh Mana yang Ada di tempat ini sekarang bisa mencukupi kebutuhanku selama seribu tahun.” Jawab King Griphon.


“ Seribu tahun?” ucap Chentya Tak percaya. Yang lainnya pun terkejut karena mendengar hal tersebut.


“ Sebenarnya Guru king sudah hidup sejak kapan?” Tanya Chentya.


“ Sebenarnya aku lupa lagi, tetapi sebelum manusia tercipta aku sudah Ada di dunia ini.” Jawabnya.


“ Hebat, aku tidak tahu bahwa ada yang bisa hidup selama itu.” Ucap chentya.


“ Lalu bagaimana dengan ular-ular itu?” Tanya balx.

__ADS_1


“ Mereka juga sudah ada sebelum manusia ada, tetapi hanya sebagian dari Mereka yang memiliki kemampuan umur panjang seperti ku.” Jawabnya.


__ADS_2