Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Salah paham


__ADS_3

Siang itu, seorang pelayan mengetuk pintu kamar Shou.


“Tuan, sudah waktunya makan siang!” Pelayan itu mengulanginya selama beberapa kali. Akan tetapi, Shou sama sekali tidak menyahut. Saat pelayan itu mencoba membuka pintu, ternyata tidak terkunci. Kemudian dia mengintip ke dalamnya.


“Tuan, sudah waktunya ma-“ Pelayan itu melihat beberapa perempuan tidur di samping Shou. Bahkan diatasnya, Erisa tertidur pulas. Pelayan itu segera menutup pintu nya.


“Apa yang harus ku katakan pada yang mulia?” Wajahnya tampak pucat. Dia pergi dari tempat tersebut dengan tergesa-gesa menuju tempat raja.


Disisi lain, tak lama setelah pelayan itu pergi, Shou terbangun.


“Kenapa tubuhku merasa lebih berat?” Shou mengucek-ngucek matanya. Dia cukup terkejut Erisa ada diatasnya.


“Ah iya, tadi pagi aku membiarkan mereka masuk.” Shou memandangi wajah imut Erisa yang sedang terlelap dalam mimpi indahnya. Dia sebenarnya ingin segera bangun, akan tetapi dia tak ingin membangunkan Erisa.


Shou melirik ke arah kiri dan kanan, kedua tangannya dipegang layaknya guling oleh seorang peri imut dan wanita Elf hitam. Sebenarnya Elf hitam hanyalah nama kaum mereka, Putri Lina memiliki kulit yang putih nan lembut, tak berbeda jauh dengan kaum Elf lain di dimensi ini. Perbedaan mereka hanyalah di bagian sihir yang mereka kuasai, selain itu tak ada ciri khusus yang membedakan mereka.

__ADS_1


Shou menatap ke arah Hikari, wajah imutnya tak kalah dibandingkan Lina. Peri ini memang sangat manja pada Shou, sejak pertama kali berjumpa dengannya pun, dia tak henti-henti nya mencari perhatian Shou dan sangat menempel padanya. Akan tetapi, Shou lebih memikirkan alasan Hikari bisa terpanggil olehnya. Shou bahkan bukan penduduk dari dimensi ini, akan tetapi dia bisa memanggil peri yang kekuatannya luar biasa.


Sebenarnya, siapa saja di dunia ini yang bisa memanggil peri?


Tiba-tiba anak kecil yang tertidur pulas diatasnya terbangun, “selamat pagi, kak!” Erisa mengucek-ngucek matanya. Kali ini dia duduk diatas Shou. Tak lama kemudian, Putri Lina dan Hikari terbangun. Mereka berdua tampaknya sudah puas dengan tidurnya.


“Erisa, bisakah kamu turun?” Tanya Shou.


“Sebentar lagi!” Ucap Erisa dengan manja. Dia terlihat sangat nyaman duduk diatas Shou. Anehnya, Hikari pun malah ikut-ikutan duduk diatas Shou, tentu saja Shou merasa keberatan. Shou memaksa bangun dan kedua orang itu terjatuh.


“Tentu saja, aku akan membantu tuan ku!” Hikari penuh semangat.


Putri Lina pun mengangguk, hanya saja Erisa tampak cemberut karena tidak diajak.


“Apakah kamu ingin ikut membantuku, Erisa?” Mendengar itu, Erisa pun menjadi lebih semangat.

__ADS_1


Suara ketukan terdengar dari balik pintu, dan Raja Leophard muncul bersama seorang pelayan.


“Ayah!” Erisa berlari dan memeluk ayah kesayangannya.


Raja melirik ke arah pelayan, pelayan itu terlihat sangat gugup dan terus menunduk. Raja Leophard menghela nafas dan menatap ke arah Shou.


“Apakah kalian tadi tidur bersama?” Tanya Raja Leophard.


Shou pun meng-iya kan nya, “kami tadi memang tidur bersama.”


Raja Leophard menekuk dahi, “sebenarnya aku tidak keberatan Erisa melakukan itu bersamamu, tapi dia masih belum cukup umur.”


Shou menggaruk kepala, dia tak paham ucapan raja selama beberapa saat. Ketika Shou mendapatkan seluruh kesadarannya, pipi nya memerah dan dia menutupi wajah dengan kedua tangannya.


“Aku tidak bermaksud, aku tadi hanya kelelahan dan ingin cepat-cepat tidur. Lalu mereka bilang ingin tidur bersama ku, karena bersikeras jadinya aku memperbolehkan mereka tidur bersama ku karena aku sudah tak tahan. Eh, maksud ku tak tahan bukan itu, aku sangat kelelahan waktu itu, jadi kuharap raja bisa memakluminya!” Shou membungkukkan kepala beberapa kali pada raja.

__ADS_1


Raja pun menghela nafas, dia tak habis pikir bahwa orang jenius seperti Shou bisa melakukan bisa bertingkah ceroboh saat dirinya mengantuk.


__ADS_2