
“ Sebenarnya dia adalah seorang manusia, tetapi kemampuan nya bisa menandingi Dewa bahkan melampauinya.” Jelas Dewa Zeno.
Dewi Lasty pun tersentak dan seketika kehilangan konsentrasinya.
“ Puing-puing nya datang kemari, bersiaplah!”
“ Maaf, tadi aku kehilangan konsentrasi dan sihir ku pun jadi berantakan.”
“ Tidak apa-apa, dulu aku malah lebih terkejut daripada dirimu.”
“ Lalu bagaimana dia mendapatkan kekuatan sebesar itu?”
“ Entah, tapi dia jauh lebih hebat daripada ku dan Vict. Kami benar-benar tak berdaya jika bertarung dengannya.”
“ Apakah dia benar-benar sehebat itu?”
“ Mungkin dia jauh lebih kuat daripada yang kamu bayangkan.”
Dewi Lasty pun melihat ke arah Shou yang sedang bertarung melawan dewa Zyuen, dia benar-benar terpukau dengannya dia tak menyangka ada seorang manusia yang lebih hebat daripada dewa Karena pada awalnya manusia-manusia itu diciptakan oleh para dewa dan dewi.
__ADS_1
Saat ini Shou dan Zyuen masih melanjutkan pertarungan nya dan menggunakan segenap kekuatan nya untuk saling mengalahkan, bahkan kali ini gerakannya semakin cepat dan cepat sehingga Dewa dan Dewi yang melihat pertarungan tersebut hanya bisa melihat percikan api yang diakibatkan pedang yang saling bergesekkan.
“ Sial, sepertinya pedangku ini takkan bertahan lebih lama lagi.” Gumam Dewa Zyuen dalam hati.
“ Sepertinya pedang miliknya sudah hampir mencapai batasnya, sebelum itu aku harus menunjukkan kemampuan terhebatku!” Gumam Shou dalam hati.
Lalu Shou melompat tinggi ke atas dan turun kebawah dengan sangat cepat dengan posisi pedang lurus ke depan, begitu pun dengan Dewa Zyuen dia juga mengerahkan semua kekuatan nya yang tersisa.
“ Serangan ini adalah penentuan nya, jika tidak berhasil maka aku akan kalah!” Ujar Dewa Zyuen dalam hati.
“ Sepertinya dia mengerahkan semua kekuatan nya yang tersisa di serangan ini, kalau begitu aku juga akan...”
“ Hyaaahhhh!”
“ Hyaaahhhh!”
Setelah beberapa lama kemudian pedang milik dewa Zyuen retak dan hancur berkeping\-keping.
“ Mungkin aku memang masih harus berlatih lebih keras lagi.” Gumam Dewa Zyuen dalam hati. Dia hanya terseyum setelah pedang nya itu hancur dan Shou pun bisa mengalahkan nya dengan mudah.
__ADS_1
Dewa Zyuen terpental ke bawah dan dengan seketika Dewi lasty membuat tekstur arena itu menjadi lebih empuk sehingga Dewa Zyuen tidak mendapatkan luka yang cukup parah.
Lalu Shou yang entah kenapa bisa melayang turun ke bawah menghampiri Dewa Zyuen, Para Dewa dan Dewi lasty pun menghampiri mereka berdua.
“ Apakah kamu masih bisa berdiri?” Tanya Shou sambil menjulurkan tangan nya.
“ Iya!” Jawab Dewa Zyuen sambil menarik tangannya Shou.
“ Terimakasih Dewi lasty, jika tidak ada dirimu mungkin aku akan mendapatkan luka yang cukup serius.
“ Bukan apa-apa, aku akan segera mengobati mu.”
“ Sekali lagi aku ucapkan terimakasih.”
“ Sudah ku bilang ini bukan apa-apa.”
“ Shou, kenapa kau bisa sekuat itu , dulu ketika kau bertarung melawan peliharaan ku kau terlihat kesusahan tapi kali ini kau bahkan bisa mengalahkan sang Dewa pedang.” Ujar Dewa Zeno.
“ Setelah bertarung melawanmu aku menyadari sesuatu yang sangat penting.”
__ADS_1