Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Benteng Listrik


__ADS_3

Didalam sebuah tenda biru, terlihat beberapa orang sedang duduk. Mereka berbincang-bincang tentang aliansi dan juga membicarakan sesuatu tentang senjata.


"Karena desa ini cukup kecil, jadi untuk sementara aku akan memberikan sebuah dinding yang akan melindungi desa ini dari ancaman, baik serangan darat maupun udara. Tergantung cara memanfaatkannya, dinding ini bahkan tidak akan hancur meski diserang oleh ratusan beruang hybrid sekalipun, bahkan bisa bertahan dengan sengit jika ada seekor naga kemari."


Tetua terlihat tak percaya dengan ucapannya, akan tetapi jika itu nyata, maka dia takkan ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkannya.


"Baiklah, kau bersungguh-sungguh bukan?" Tanya tetua.


Shou mengangguk pelan, sorot matanya itu terlihat serius, tak ada tanda kebohongan sama sekali.

__ADS_1


Tetua menghela nafas sebentar, "baiklah, aku akan menyetujuimu untuk beraliansi dengan kekaisaranmu. Oleh karena itu, kapan kau bisa membuktikan ucapanmu? benteng yang kokoh itu."


Shou berdiri dan pergi dari tempat tersebut. Tetua dan yang lain mengikutinya, mereka berjalan menuju tempat dimana Shou meletakkan mesin-mesinnya.


Kemudian ia melepaskan salah satu rantai dibagian paling belakang, kemudian masuk ke dalamnya. Shou mengotak-ngatiknya, dan beberapa saat kemudian mesin raksasa itu berubah bentuk, tercerai berai menjadi beberapa bagian.


Shou kemudian meminta bantuan pada yang lainnya untuk mengangkat benda-benda tersebut dan menyusunnya.


Selain itu, beberapa artileri ditempatkan di sudut-sudut tertentu untuk mengantisipasi serangan udara.

__ADS_1


"Sebaiknya, kalian nanti membuat benteng lagi di dalamnya. Selain menambah pertahanan, sekalian untuk berjaga-jaga supaya tak ada yang menyentuh benteng listrik ini, karena jika tersengat bisa berakibat fatal." Shou menjelaskan beberapa saran lainnya untuk memperkuat desa.


"Master!" Hikari memeluk Shou dengan erat. Dia sangat senang sekaligus kagum pada masternya. Namun di lain sisi, Shou berusaha untuk menahan rasa sakit dari pelukan Hikari, karena saat ini dia belum bisa menggunakan sihir lain di dimensi ini.


Malam itu pun menjadi malam yang hangat, para prajurit dan para lelaki kaum Dark Elf berpesta, merayakan aliansi mereka dan juga benteng listrik yang kini bersinar ditengah gelapnya malam. Api unggun menjadi penerangan kedua setelah benteng listrik. Meski cukup jauh, tetapi sinar biru nya itu bisa sampai ke tengah-tengah desa dan menerangi semuanya.


Hari pun berganti, Shou memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke ibukota manusia, kerajaan Warden. Putri Lina memaksa ikut bersama Shou, meski tetua sempat melarangnya, tetapi gadis Dark Elf itu sangat keras kepala. Shou pun akhirnya membiarkan dia ikut bersama rombongannya.


Saat diperjalanan, mereka tak mendapat masalah yang cukup berarti. Monster-monster yang mereka temui sangatlah lemah, bahkan yang terbilang paling kuat diantara mereka, bisa ditangani oleh seorang prajurit.

__ADS_1


Perjalanan mereka kali ini cukup jauh, mungkin bisa memakan waktu hingga beberapa minggu. Mereka hanya harus bersabar untuk sampai tujuan dengan selamat.


__ADS_2