
“ Wah, Villa kalian ini besar juga. Apakah kalian seorang bangsawan?” Tanya Lusy.
“ Tidak juga, semua ini adalah fasilitas dari kekaisaran.” Jawab Rosse.
“ Wah, tapi kenapa kekaisaran sampai memberikan semua fasilitas mewah ini?” Tanya Lusy.
“ Sebenarnya kami asalnya di tugaskan untuk menjadi pengawal putri Chelly karena banyak pemberontakan, tapi sekarang Shou sudah menyelesaikan akar dari pemberontakan ini jadi sepertinya kami akan kembali lagi ke kekaisaran.” Jelas Rosse.
“ Eh, padahal aku sangat ingin pergi ke akademi sihir. Siapa tahu disana akan ada banyak perempuan-perempuan cantik, dan ketika aku memamerkan kekuatan ku mereka akan berebutan untuk menjadi pacarku.” Ujar Lorrie.
“ Jangan berkhayal, coba bayangkan jika Shou yang memperlihatkan kehebatannya!” Ujar Rosse. Lorrie pun langsung terlihat putus asa.
“ Semuanya akan pergi kepadanya!” Ujar Lorrie lemas.
“ Tapi sayangnya mungkin kita akan segera kembali ke kekaisaran.” Ujar Rosse.
“ Hei, kenapa kalian tidak masuk kedalam?” Tanya Shou sambil membuka pintu. “ Dan juga siapa dia?” Tanyanya sambil melirik ke arah Lusy.
“ Dia adalah anak dari paman pemilik bar itu, dia akan menginap disini karena rumahnya terbakar.” Jelas Rosse.
“ Ya sudah, Ayo masuk!” Ujar Shou sambil kembali masuk ke dalam.
“ Ayo Lusy, kau kan ingin berterimakasih padanya!” Ujar Riss sambil mendorong nya.
“ Iya iya, jangan dorong aku!” Ujar Lusy. Lalu mereka semua pun masuk ke dalam Villa, ketika masuk mereka melihat Shou sedang menikmati Kopi panas.
“ Ayo Lusy, katakan padanya!” Ujar Rosse.
__ADS_1
“ Eh, tunggu sebentar. Aku belum siap!” Ucap Lusy. Mukanya tiba-tiba memerah
“ Ayolah Lusy, langsung katakan saja!” Ujar Riss sambil mendorong nya mendekati Shou.
“ Iya iya, aku akan katakan. Jadi hentikan!” Ujar Lusy.
“ Ada apa?” Tanya Shou.
“ Dia ingin membicarakan sesuatu padamu!” Jawab Riss.
“ Oh, begitu. Silahkan, apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Shou.
“ Anu..., Aku hanya ingin berterimakasih padamu karena telah membuat Dewa Zeno melepas kutukan nya.” Ujar Lusy agak malu. Shou pun melirik ke arah Rosse dan yang lainnya, dia kelihatan tidak terlalu senang Lusy berterimakasih padanya.
“ Sama-sama.” Ujar Shou sambil sedikit tersenyum.
“ Kalau boleh apa?” Tanya Shou.
“ Kalau boleh, aku ingin menjadi temanmu!” Jawab Lusy.
“ Boleh!” Ujar Shou.
“ Benarkah?” Tanya Lusy memastikan.
“ Tentu saja!” Jawab Shou. Lusy pun terlihat sangat senang mendengar hal itu.
“ Terimakasih!” Ucap Lusy. Dia pun secara respon memeluk Shou. Rosse dan yang lainnya pun terkejut, bahkan Rosse, Lisa dan Riss terlihat agak kesal melihat hal itu.
__ADS_1
“ Ehem-ehem!” Ujar Rosse. Lusy pun dengan segera melepaskan pelukannya.
“ Dia akan menjadi saingan berat!” Ucap Riss.
“ Aku setuju!” Ujar Lisa.
“ Apa yang kalian maksud?” Tanya Shou.
“ Eh, aku tidak berniat menjadi saingan kalian!” Ujar Lusy gugup.
“ Sepertinya dia meremehkan kita sehingga kita tidak dianggap saingan nya.” Ucap Riss.
“ Eh, aku tidak bermaksud meremahkan kalian. Hanya saja..” Ucap Lusy.
“ Kalau begitu kita akan menjadi saingan.” Ujar Riss.
“ Menurutku tidak jika kita kembali ke kekaisaran.” Ucap Rosse. Lusy pun kelihatan agak murung
“ Apa maksudmu, kita kan akan masuk akademi sihir.” Ujar Shou.
“ Eh, bukannya masalah nya sudah selesai?” Tanya Rosse.
“ Memang, tapi kata kaisar kita tetap harus masuk akademi sihir.” Jawab Shou. Lusy pun terlihat gembira kembali.
“ Kalau begitu kita akan menjadi saingan berat!” Ujar Ross sambil melihat ke arah Lusy.
“ Eh?” Ucap Lusy.
__ADS_1