Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Masa lalu


__ADS_3

Setelah menjelaskan apa yang telah terjadi, akhirnya Balx, Thev dan Chentya sepenuhnya percaya bahwa yang sedang berada dihadapan mereka itu ialah kaisar yang asli.


" Yang mulia, aku benar-benar minta maaf. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa yang dikubur itu hanyalah tiruan." Ujar Thev menyesal


" Aku juga benar-benar minta maaf yang mulia." Ucap Chentya.


" Silahkan hukum saya semaumu yang mulia, aku berhak menerima hukuman seberat apapun dari yang mulia." Ujar Balx sambil bersujud pada kaisar. Dia benar-benar malu telah memperlakukan kaisar dengan kurang baik.


" Apa maksudmu, kamu tidak perlu minta maaf. Wajar saja jika kamu tidak percaya setelah kamu menyaksikan tragedi di malam itu, melihat diriku yang ditikam dan meninggal di depan mata mu sendiri itu sungguh berat bagimu bukan?"


" Tentu saja, yang mulia adalah segalanya bagiku. Jika kamu tidak memungut ku waktu itu aku tidak akan mungkin bisa memiliki tubuh kekar seperti ini dan menjadi salah satu pemegang title SSS+, tanpa belas kasihan yang mulia mungkin aku sudah membusuk di pemukiman kumuh itu."


" Oh iya, aku masih ingat kejadian waktu itu. Aku waktu itu kabur dari istana dan akhirnya tersesat di sebuah pemukiman kumuh. Saat itu aku sangat takut karena ada beberapa orang dewasa yang menghampiriku dengan niat buruk."


• " Hei, lihatlah dia. Dia adalah anak seorang bangsawan, jika kita menyanderanya kita bisa mendapatkan uang tebusan yang sangat besar." Ucap seorang lelaki dengan perut gemuk yang sedang memegang sebilah kayu kecil yang ia gunakan untuk membersihkan sela-sela gigi nya.

__ADS_1


" Kenapa ada anak seorang bangsawan sialan itu disini, eh lihat pin di baju nya itu." Ujar lelaki lainnya yang memiliki badan kurus dan rambut kriting tak beraturan.


" Kau benar, dia adalah anak kaisar. Sepertinya kita punya mangsa yang besar, hahahahahahaha!" Lelaki gemuk itu kemudian melirik ke arah temannya, mereka bertiga mendekat ke arah anak kecil itu secara perlahan.


" Waktu itu aku sangat ketakutan, dan pada akhirnya kau muncul secara tiba-tiba di depan ku, kau menahan mereka bertiga sendirian meskipun kau tau bahwa hal oleh mustahil bagimu."


• " Kenapa dia keras kepala sekali, hei apa kau tahu dia ini siapa?" Tanya si lelaki gemuk.


" Tidak, aku tidak peduli siapa dia. Yang penting kalian jangan pernah berani untuk melukainya!" Kemudian dia pun menggigit tangan si lelaki gemuk.


" Arrgh, apa-apaan kau ini, lepaskan, lepaskan tanganku!"


Si lelaki gemuk memegangi tangan kirinya yang sakit, bekasnya cukup jelas bahkan ada sedikit bercak-bercak darah.


" Dasar anak sialan!"

__ADS_1


" Biarkan saja dia dulu bos, ayo kita sembunyikan anak kaisar ini dulu, supaya kita bisa meraup untung yang besar." Ucap si lelaki kurus.


" Iya bos, kita bisa mengurusnya lain kali." Ucap lelaki yang satu nya.


" Oke, ayo cepat tangkap anak itu sebelum ia melarikan diri!"


Setelah si lelaki gemuk itu memerintah kedua rekannya, mereka berdua langsung menghampiri anak kecil itu secara perlahan.


Setelah mereka sangat dekat, anak kecil yang sedang gemetaran itu mencoba untuk berlari, namun ketika baru saja hendak berdiri, tangannya sudah terlebih dahulu di genggam oleh jari jemari yang cukup besar, dia sudah tertangkap oleh berandalan yang ada disana.


" Hahahaha, akhirnya kita bisa kaya. Dengan begini aku tak perlu repot-repot menahan lapar ketika tak ada makanan."


" Hei, lepaskan dia!" Seseorang menarik punggung baju si lelaki kurus.


" Hei bocah, apa kau sudah bosan hidup, minggir!" Lelaki kurus itu mengibaskan tangannya dan anak kecil yang sedang menarik baju si lelaki kurus itu terpental, alhasil baju si lelaki kurus itu pun sobek.

__ADS_1


" Sial, dasar bocah tak berguna. Berani-beraninya kau merusak pakaian ku satu-satu nya, hah?"


" Sudahlah, kita bisa membeli nya lagi nanti." Ucap si lelaki lainnya.


__ADS_2