
“ Haduh, aku sangat mengantuk!” Ujar Shou sambil menguap.
“ Istirahatlah, kau sudah berusaha dengan baik!” Ujar Balx.
“ Kalau begitu aku serahkan soal Renzi dan Lezz, didik mereka supaya bekerja dengan baik!” Ucap Shou.
“ Eh?” Ucap Balx tak percaya. “ Seharusnya kau beri tugas ini pada Chentya atau Thev, aku tidak ahli dalam mendidik seseorang!” Lanjutnya.
“ Berjuanglah!” Ucap Shou sambil menguap. Dia segera pergi ke kamarnya dan tidur.
“ Eh, apa ini benar?” Ucap Balx masih tak percaya. “ Kalau begitu aku tinggal menyuruh Chentya atau Thev yang mengurusnya, dengan begitu masalah beres.” Lanjutnya.
“ Apa maksud aku yang mengurusnya?” Tanya Chentya yang baru muncul dari Belakang balx.
“ Eh, Chentya. Jadi begini, kamu pasti sudah tahu bukan Lezz dan Renzi sudah menjadi bawahannya kekaisaran?” Tanya Balx memastikan.
“ Iya, lalu apa urusannya denganku?” Tanya Chentya. “ Apakah kau ingin aku mendidiknya?” Tanyanya lagi.
“ Eh, kalau soal itu...” Ucap Balx kebingungan.
“ Balx, Chentya!” Teriak Thev yang baru muncul. “ Sepertinya Kalian membicarakan sesuatu yang penting.” Lanjutnya ketika sudah dekat.
__ADS_1
“ Eh, ini soal Lezz dan Renzi!” Ucap Balx.
“ Oh iya, mereka saat ini sudah mulai bekerja. Renzi sekarang sedang melatih para pasukan, sedangkan Lezz sedang memberikan pengetahuan lebih tentang politik kepada para politikus kita.” Jelas Thev.
“ Syukurlah,aku selamat!” Ucap Balx.
“ Memangnya kenapa?” Tanya Thev.
“ Shou menyuruhku untuk mendidik mereka supaya mereka bisa bekerja dengan baik, padahal aku tidak ahli soal itu.” Lanjutnya.
“ Hahaha, ku Kira apa. Kalau begitu aku akan mengurus di bagian penelitian dulu,sampai jumpa!” Ucapnya. Dia pun pergi dari tempat tersebut menuju ruang laboratorium.
“ Dia memang ahli soal begituan ya?” Ucap Balx.
“ Hei, apa maksudmu aku tidak berguna?” Tanya Balx kesal.
“ Karena yang kau punya hanyalah otot, di dalam kepalamu itu tak ada otaknya.” Ucap Chentya.
“ Hei, apa maksudmu aku tidak ada otaknya?” Tanya Balx. “ Kalau tak ada otaknya Mana mungkin aku bisa bicara seperti ini!” Lanjutnya.
“ Itu karena kau mengambil otak hewan dan memasangnya di kepalamu jadi akhirnya kau bisa bicara.” Ujar Chentya.
__ADS_1
“ Hei, kata-kata mu itu kejam sekali. Mana mungkin aku memasang otak hewan ke kepalaku ini, Memangnya aku monster!” Ucap Balx semakin kesal.
“ Kau memang seperti monster. Memiliki kekuatan yang cukup besar, tetapi pola pikirnya sangatlah rendah.” Ucap Chentya.
“ Jadi selama ini kau menganggapku seperti itu?” Tanya Balx.
“ Mungkin saja!” Ucap Chentya.
“ Balx, Chentya, apakah Kalian melihat Thev?” Tanya kaisar.
“ Iya, dia baru saja pergi ke laboratorium.” Jawab Balx.
“ Sebenarnya ada apa yang mulia?” Tanya Chentya. “ kelihatan nya anda sangat gelisah!” lanjutnya.
“ Ini mengenai para bandit yang kian hari kasusnya semakin banyak, aku ingin membicarakan hal itu denganya!” Jawab Kaisar.
“ Kenapa anda tidak meminta yang lain?” Tanya Chentya.
“ Iya, padahal aku bisa menangkap mereka semua dengan cepat!” Ucap Balx.
“ Aku tidak ingin menyelesaikan ini dengan mengerahkan langsung pasukan terbaikku, aku ingin permasalahan ini bisa di selesaikan dengan cara lain. Lagipula kita juga sedang berhadapan dengan pasukan revolusi iblis yang katanya akan menaklukkan dunia.” Jawab Kaisar.
__ADS_1
“ Baiklah, Saya mengerti!” Ucap Chentya.
“ Kalau begitu, jika Kalian tidak punya urusan lebih baik Kalian beristirahat untuk memulihkan stamina.” Ucap Kaisar. Dia pun pergi menuju laboratorium.