Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
CH-35 Anggota Baru


__ADS_3

Di dalam gua, Rosse dan yang lain sangat panik saat melihat Shou tak sadarkan diri. Lacasina juga menangis histeris menatapi kedua temannya yang terluka parah. Keduanya juga sama tak sadarkan diri seperti Shou, hanya saja jika dibiarkan lebih lama lagi situasinya akan berbahaya.


“Andai saja aku punya potion penyembuh, tapi benda semahal itu aku tidak punya.” ujar Lorrie.


“Aku juga tidak punya, apa yang harus kita lakukan Lorrie?” tanya Rosse sembari menahan sekujur tubuhnya yang terus gemetar, dia masih belum siap melihat orang terluka parah seperti itu.


“Apakah ada orang di sini?” teriak seseorang dari luar.


Lorrie sekilas menyadari gelang di kedua rekannya Lacasina itu sudah terlepas, jadi kemungkinan besar orang yang berteriak tadi itu adalah petualang veteran.


“Kami di sini!” teriak Lorrie sekuat tenaga.


Rosse yang menyadarinya juga ikut berteriak, dilanjutkan oleh teriakan minta tolong Lacasina.

__ADS_1


Kedua petualang veteran itu akhirnya tiba, mereka segera menolong dua orang peserta ujian yang terluka parah. Mereka mengoleskan semacam salep ke luka luar dan meminumkan potion penyembuh pada keduanya.


Luka luar Reo dan Rui secara bertahap membaik, bahkan kurang dari 10 menit nyawa mereka sudah tidak terancam lagi.


Shou siuman bersamaan dengan Rui dan Reo, membuat kedua gadis yang menjadi rekan mereka menangis begitu keras.


Rosse memeluk Shou dengan erat, membuat lelaki remaja itu sesak nafas selama beberapa saat. Sementara itu, Lacasina juga memeluk kedua rekannya sambil terus menangis dan bersyukur karena keduanya masih bernyawa.


“Jadi, siapa yang membunuh semua goblin ini?” tanya pria dengan pedang besar di pundaknya.


“Hmm, benar juga. Kalau begitu aku akan membawa peserta yang bernama Rui dan Reo ke luar dari hutan ini, mereka berdua tidak bisa melanjutkan ujian di tahun ini.”


Lacasina tersontak, dia tak percaya kedua temannya tereliminasi secepat ini.

__ADS_1


“Lacasina, semangatlah! Kami akan menyusulmu tahun depan, pastikan kau lulus di tahun ini.” Rui mengacungkan jempolnya.


“Tapi jangan terlalu memaksakan diri juga, kami masih ingin melihat wajahmu di lain hari.” lanjut Reo.


“Rui, Reo, aku tidak akan mengecewakan kalian.” Air mata Lacasina terus mengalir tanpa henti, dia masih tak terima dengan kenyataan pahit ini. Dia melihat ke arah temannya yang terus menjauh, hingga sosok mereka tak terlihat lagi.


Padahal sejak kecil kami selalu bersama, berlatih bersama, suka duka bersama-sama, bahkan ikut ujian ini bersama. Tapi aku tidak ingin mereka merasa bersalah bila aku memilih untuk berhenti, meski sebenarnya aku juga tidak mampu melawan goblin-goblin ini. Berbeda dengan Rosse dan Lorrie, kemampuan mereka terlalu hebat. Apalagi orang yang bernama Shou ini, dia bahkan membantai ribuan goblin seorang diri.


“Hei Lacasina, apakah kamu ingin menyelesaikan ujian ini bersama kami?” tanya Shou.


Lacasina terkejut, “Eh, aku? Benarkah? Tapi aku tidak sekuat kalian, mungkin aku hanya akan menjadi beban saja.”


Rosse menyentil jidat Lacasina, “Kalau Shou sudah berkata seperti itu terima saja. Jika kamu menolaknya, kupastikan kamu akan menyesal seumur hidup.” jelasnya.

__ADS_1


Lacasina melihat ke arah Shou yang sedang tersenyum ke arahnya, entah mengapa mulutnya pun spontan mengatakan iya untuk bergabung dalam party tersebut.


__ADS_2