
Sambil menghindari serangan dari tuan putri yang tak mau mengalah itu, Shou berusaha memokuskan diri untuk merasakan sihirnya. Walaupun dia memejamkan matanya, Shou tahu ke arah mana ayunan pedang putri Lina melesat dan menghindari semua serangannya dengan sempurna. Putri Lina terlihat sangat kesal dan marah, ia merasa dipermalukan oleh Shou.
“Kali ini aku akan benar-benar membunuhmu!”
Kemudian putri Lina mundur dan memejamkan matanya, pedang kayu yang ia pegang tiba-tiba diselimuti oleh kegelapan dan langit mulai menjadi mendung.
“Siapapun, hentikan dia!” Teriak tetua. “Jika dia mengeluarkan sihir itu, desa ini bisa-bisa hancur.”
Namun orang-orang malah ketakutan dan pergi dari tempat tersebut, daripada mereka menanggung resiko untuk menghadapi putri Lina, lebih baik mereka menyimpan nyawanya dan pergi menjauh sejauh mungkin.
“Zoe!” Teriak tetua. Zoe pun dengan sigap bergerak ke arah tetuanya.
“Apa yang harus kita lakukan tetua, jika begini terus dia bisa-bisa ditenggelamkan oleh kegelapannya.” Ujar Zoe.
“Tak ada pilihan lain, kita harus menyegelnya.” Jelas tetua.
“Tapi... ” Zoe tampaknya ragu dengan hal itu, dia merasa tak tega putri Lina jika harus disegel. Dia menginginkan cara yang lain.
“Tak ada cara lain, jika dia sudah ditenggelamkan kegelapannya, dia akan berubah jadi iblis yang sangat mengerikan. Kau juga sangat paham dengan hal itu kan?”
__ADS_1
Zoe terlihat berat dengan keputusan tetuanya itu, tapi memang tak ada pilihan lain. Jika tidak, mungkin bencana yang lebih besar akan terjadi.
“Segera siapkan kertas segel dan wadahnya!” Lanjut tetua memberi perintah.
“Tunggu dulu tetua!” Ucap Ranzie menyela.
“Ada apa, eh?” Tetua melihat ke arah Shou, dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Zoe juga ikut terkejut,
“Bukankah itu peri?” Ucap Zoe tak percaya.
“Sepertinya memang iya, kalau tidak salah itu adalah peri angin. Jika seperti ini, mungkin pemuda itu bisa menghentikan Lina.” Jelas tetua.
“Sepertinya kau belum tahu kekuatan dari para peri, lihat saja dan perhatikan!”
Kali ini, putri Lina telah diselimuti oleh kegelapan di sekujur tubuhnya. Dia sepertinya sudah kehilangan akal sehatnya, matanya berwarna merah darah dan gigi taringnya tiba-tiba memanjang sampai keluar dari mulutnya. Disisi lain mata Shou berubah menjadi warna hijau terang, didepannya terlihat seorang sosok wanita dengan kedua sayap bening berkepakan dipunggungnya.
“Lenyapkan kegelapannya!” Ucap Shou memberi perintah.
Sosok wanita tersebut kemudian terbang mendekat ke arah putri Lina, putri Lina mengayun-ngayunkan pedangnya ke arah sosok wanita tersebut, namun seperti yang Shou lakukan padanya tadi, pedangnya itu tak berpengaruh sama sekali. Kemudian sosok wanita tersebut menyentuh kening putri Lina dan tiba-tiba ia terpental jauh seperti dihembuskan oleh angin badai. Beberapa pohon dan rumah hancur akibat hal tersebut, namun kegelapan yang ada di seluruh kujur putri Lina itu menghilang dan ia terkapar tak sadarkan diri.
__ADS_1
“Putri!” Ucap Zoe sambil bergegas menghampiri putri Lina yang tak sadarkan diri itu. Bajunya compang-camping, terkoyak oleh hembusan angin luar biasa yang terjadi sesaat itu.
Di lain sisi, Shou yang tengah berdiri itu terlihat pusing dan mulai kehilangan kesadarannya. Sebelum Shou jatuh ke tanah, sosok wanita tadi menahannya dan membawanya ke bawah pohon. Ia menaruhnya dibawah pohon tersebut dan memberikan pangkuannya, lalu mengelus-ngelus rambut Shou yang lembut itu.
“Ran!” Teriak tetua. Ranzie yang sedari tadi memperhatikan peri itu dan Shou berbalik ke arah tetuanya.
“Iya, ada apa?” Tanyanya.
“Ada apa, ada apa, kau ini bagaimana sebagai penjaga putri Lina, kau diam saja ketika orang yang harus kamu jaga itu terluka parah.”
“Iya, maaf. Sekarang dia ada dimana?” Tanyanya lagi.
“Sekali lagi kamu bertanya, aku akan memotong lidahmu.” Ucap tetua kesal.
Dengan perasaan agak takut, Ranzie segera pergi dari tempat tersebut.
“Ternyata pemuda itu cukup hebat, kita tidak boleh membiarkannya pergi begitu saja.” Tetua tersenyum sambil mengelus-ngelus jenggot panjangnya.
Shou yang tertidur pulas itu sepertinya takkan bangun dengan cepat, ia terlihat nyaman tidur di pangkuan peri panggilannya sendiri.
__ADS_1