Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Sarapan


__ADS_3

" Mengerikan sekali." Ujar Rosse.


" Makanya kami seharusnya tetap menjaga Ozon itu tetap terjaga, meskipun peluang meteor itu jatuh ke daratan sangat kecil tetapi kita tidak boleh memperbesar peluangnya."


" Ngomong-ngomong kenapa ozon itu bisa menipis, bukannya lapisan itu sangat jauh dari permukaan?"


Tanya Lacasina.


" Sebenarnya itu disebabkan oleh beberapa jenis gas."


" gas?"


Lorrie kebingungan.


" Itu adalah sebuah zat seperti angin, tak nampak tetapi mereka ada di sekeliling kita. Kita tidak bisa menggenggam nya namun bisa merasakannya."


" Lalu gas-gas seperti apa saja yang membuat ozon nya menipis Shou?" Tanya Rosse.


" yang pertama gas Chlorofluorocarbon atau CFC, gas ini bisa tercipta karena penggunaan pendingin ruangan yang sering kami sebut AC dan juga pengering rambut, beberapa parfum juga ada yang menggunakan gas tersebut."


" Shou, sudah dua puluh menit! " Ujar Dewi Ruzmi.


" Oh iya, aku harus segera mematikan kompor nya."


Kemudian Shou pun menekan tuas nya dan membelokkan nya ke arah kanan.


Setelah itu dia mengambil sebuah mangkuk besar dan kemudian memasukkan sup yang telah di buat nya kedalamnya.


" Sebenarnya aku juga ingin membuat yakisoba dan bimikbab, tetapi sepertinya bahan-bahan nya tidak ada."


" Tak apa-apa, cepat saja sajikan ke sini!" Ucap Dewi Ruzmi tak sabaran.


" Biar aku bantu Shou!"

__ADS_1


Rosse mendekat ke arah Shou


" Ya sudah, tolong ambilkan sup nya." Ujar Shou.


Lalu Rosse pun mengambil sebuah mangkuk berisi sup tersebut.


" Shou, aku ingin membantu juga!" Gumam Lisa.


" Baiklah, tolong ambilkan gelasnya!"


Lisa pun agak kebingungan.


" Maksudku cangkirnya."


Shou memperjelas.


" Yang ini bukan?" Tanya Lacasina sambil memperlihatkan sebuah gelas kaca padanya.


" Shou, aku juga ingin membantu!" Ujar Lacasina.


" Kalau begitu tolong ambilkan nasi nya didalam sana."


Shou menunjuk ke sebuah rice cooker, lalu Lacasina pun mendekati rice cooker tersebut.


" Eh, kapan Shou menanaknya?" Tanya Lorrie.


" Shou tidak menanaknya, memang nasinya sudah matang dari tadi." Jawab Dewi Laxmi.


" Eh, lalu kenapa Shou bisa tahu nasi nya ada di sana?" Tanya Lorrie masih terheran.


" Alat itu dinamakan rice cooker, atau biasa disebut penanak nasi." Jelas Dewi Laxmi.


" Iya, tetapi meskipun begitu belum tentu didalamnya ada nasi nya kan?"

__ADS_1


Lorrie masih belum sepenuh nya paham.


" Disana ada sebuah lampu kecil, jika lampu itu berwarna merah berarti nasi nya belum matang, sedangkan jika sudah berwarna oranye maka nasi nya sudah matang, dan jika disana tidak ada nasi nya maka lampu nya akan dimatikan."


Jelas Dewi Laxmi.


" Lampu itu apa?"


Lorrie malah semakin bingung.


" Oh iya, di dunia kalian tidak ada lampu. Kalian menggunakan kristal sihir atau lentera untuk menerangi ruangan." Gumam Dewi Laxmi.


" Silahkan, sarapannya sudah siap!"


Tanpa basa-basi lagi dewi Ruzmi mengambil nasi sepiring penuh dan semangkuk kecil sup.


" Sepertinya dewi sangat lapar." Ujar Shou.


" Tentu saja, aku baru saja membakar lemak jadi aku harus segera mendapatkan sumber energi lagi." Gumam Dewi Ruzmi sambil terus mengunyah nasi nya.


Beberapa saat kemudian dia tersedak.


" Meskipun kamu sangat lapar, tetapi jangan terlalu terburu-buru mengunyahnya."


Dewi Laxmi memberikan sebuah gelas berisi air kepada dewi Ruzmi.


'gluk,gluk,gluk'


" Aku tahu, tadi nasinya saja yang bandel, dia tidak mau aku kunyah."


Dewi Ruzmi mencari-cari alasan, tetapi dia tak berbakat dengan hal itu.


Kemudian mereka semua pun menyantap sup buatan Shou sambil berbincang-bincang.

__ADS_1


__ADS_2