
“ Hei Chentya, apakah kau merasa aneh?” Tanya Balx.
“ Apa maksudmu?” Tanya Chentya balik.
“ Padahal kau sendiri yang bilang aku tak punya otak.” Ucap Balx.
“ Sudahlah, jelaskan!” Ucap Chentya.
“ Biasanya yang mulia tidak pernah mengurus urusan seperti ini, biasanya dia menyuruh menteri-menterinya untuk menyelesaikan hal ini. Tapi kali ini berbeda, dia malah meminta bantuan dari Thev yang sangat ahli dalam menyelesaikan permasalahan seperti ini.” Jelas Balx.
“ Kau benar juga, aku juga baru menyadarinya.” Ucap Chentya.
“ Tuh Kan, aku ini bisa berpikir. Bahkan aku bisa menyadarinya lebih cepat dari mu. Jadi jangan mengataiku tak punya otak, kau hanya perlu memanggil namaku itu saja!” Ucap Balx.
“ Baiklah, aku tidak akan mengataimu tak punya otak untuk satu hari ini.” Ucap Chentya.
“ eh, jadi kau tetap akan mengataiku tak punya otak besok?” Tanya Balx. Chentya pun tidak menjawabnya.
Sementara itu, kaisar dan Thev sedang berbincang di ruangan isolasi di dalam laboratorium.
“ Jadi bagaimana menurutmu?” Tanya Kaisar.
“ Lebih baik kita utus saja Shou, menurutku dia yang pas untuk tugas seperti itu.” Ucap Thev.
“ Jadi begitu ya, memang sepertinya dia yang paling cocok untuk tugas itu.” Ujar Kaisar.
__ADS_1
“ Ini hanya pendapat ku, tapi sebaiknya kita ikut serta kan Lisa, Lacasina dan juga Lorrie untuk berjaga-jaga saja jika terjadi sesuatu yang tidak diperkirakan.” Ucap Thev.
“ Hmmm, benar juga. Kita harus mengikutsertakan mereka juga!” Ucap Kaisar.
“ Meskipun kita akan kehilangan Shou untuk sementara waktu, menurutku itulah yang terbaik!” Ucap Thev.
“ Benar juga, dia telah membuat kekaisaran melesat jauh di segala bidangnya dan juga dia telah menyiapkan senjata pertahanan terhebat sepanjang sejarah. Aku yakin dengan kehebatan nya itu Kita akan berada pada masa kejayaan. Tetapi kita juga harus memikirkan masa depannya juga, karena dia masih terlalu muda untuk melakukan hal itu.” Ucap Kaisar.
Keesokan harinya ketika sarapan pagi
“ Shou, ada yang ingin aku bicarakan!” Ucap kaisar.
“ Apa yang ingin kau katakan?” Tanya Shou.
“ Aku ingin kau masuk akademi sihir!” Ucap Kaisar.
“ Sebenarnya aku ingin memintamu menjaga keponakanku yang ada di kerajaan Escrow, sebentar lagi dia akan masuk akademi sihir tetapi karena dia adalah keluarga kerajaan, pastinya akan ada orang yang ingin mengincar nya dan memanfaatkan situasinya.” Jelas kaisar.
“ Berapa umur mu Shou?” Tanya Thev.
“ Eh, Anu....” ucap Shou bingung. Karena dia tak tahu umurnya saat ini, sebelum kesini dia adalah anak SMA yang berumur 17 tahun tetapi mungkin saja umurnya berubah ketika dia pindah ke dunia ini.
“ jika kau sampai lupa, Kita Akan menggunakan alat pengukur umur untuk mengetahui umurmu!” Ucap Thev.
“ Wah, ternyata kekaisaran juga punya alat-alat hebat seperti ini!” Ucap Shou kagum.
__ADS_1
“ walaupun tidak sehebat buatan mu." Ucap Thev.
“ Selain ini kekaisaran juga memiliki alat yang mengukur kapasitas mana pada seseorang dan juga alat pengukur kekuatan senjata.” Ucap kaisar.
“ Wah hebat, aku juga ingin mencobanya!” Ucap Shou tertarik.
“ Sebelum itu Kita harus melihat dulu umurmu!” Ucap Thev.
“ Baiklah!” Ucap Shou. Mereka pun mengukur umur Shou menggunakan alat sihir tersebut.
“ Seperti dugaanku!” Ucap Thev.
“ Berapa umurku?” Tanya Shou.
“ 15 tahun.” Jawab Thev.
“ Wah, aku tidak mengira aku jadi semuda itu!” Ucap Shou terkejut.
“ Hei hei, perkiraanku juga sama!” Ucap Balx.
“ Wah, ternyata Balx bisa mengukur umur!” Ucap Shou.
“ Kalau begitu berapa umurku?” Tanya Rezina.
“ Eh, kalau soal itu...” Ucap Balx bingung.
__ADS_1
“ Lebih baik Kita menggunakan alat ini untuk mengukurnya!” Ucap Thev.
“ Baiklah kalau begitu!” Ucap Rezina.