
Putri Lina kelihatannya sudah tak bisa membendung emosinya, dia mengatakan semua hal buruk yang dilakukan para manusia pada kaumnya. Tentu saja raja Leophard tidak bisa menyanggahnya, hanya saja dia memberikan beberapa patah kata.
“Di kerajaan ini, jutaan manusia hidup berdampingan dengan sumber daya seadanya. Para bangsawan yang memiliki tanah sedari awal bisa hidup layak, sedangkan sisanya hidup seadanya dengan makanan dan pakaian seadanya. Ada beberapa orang yang tidak terima dengan nasibnya, sehingga melakukan perbuatan tercela untuk mendapatkan harta, salah satu nya dengan berburu Elf.”
Putri Lina berdiri, dia hendak menampar wajah dari raja itu. Keempat pengawal pun sudah siap mengangkat pedangnya, untung saja Shou berhasil menangkap tangannya dan menyuruhnya duduk.
“Putri, jika anda masih ingin mendengarkan diskusi, sebaiknya kita dengarkan penjelasannya baik-baik. Pasti ada kesalahpahaman yang terjadi disini.” Jelas Shou.
“Apa yang salah paham, sudah jelas merekalah yang memburu kami!” Putri Lina menunjuk ke arah Raja Leophard.
“Tuan putri, sebaiknya kita dengarkan dulu perkataan Shou. Lagipula aku yakin, Shou tidak akan membuat keputusan bodoh. Lebih baik menyerahkan semua padanya.” Ujar Ranzie.
Akhirnya putri Lina pun tenang. Daripada mengganggu jalannya diskusi, dia meminta untuk meninggalkan ruangan dengan ditemani Ranzie.
Saat ini, Shou dan raja Leophard bisa melanjutkan diskusi dengan tenang.
__ADS_1
“Aku memang raja yang buruk.” Ucapnya dengan mimik menyesal.
“Tuanku, anda sudah melakukannya sebisa mungkin. Hanya saja permasalan kerajaan ini terlalu rumit, hingga....” Sebelum ksatria suci itu menyelesaikan kata-kata nya, sang raja memukul meja dan menyanggahnya.
“Jika aku bukan raja yang buruk, maka putri pertama ku tidak mungkin bisa diculik dan ditawan oleh iblis. Saat ini pun, putri kedua pun beruntung bisa bertemu dengan kalian. Jika tidak, mungkin dia akan ditangkap oleh iblis-iblis itu juga.”
Shou menghela nafas panjang,”berapa kali pun kamu menyesal, penyesalanmu itu takkan membantumu menyelesaikan masalah. Aku disini bukan untuk mendengarkan curhatanmu, sebagai raja harusnya kamu bersikap lebih dewasa dan berwibawa.”
Keempat ksatria itu menatap Shou dengan tajam, Hikari dan Ranzie sudah bersiap jika hal yang tak diinginkan terjadi.
Saat suasana menjadi lebih tegang, raja Leophard berdiri tegap. Dia menatap Shou beberapa saat, kemudian duduk kembali. Semuanya bingung dengan kelakuan sang raja, hanya Shou yang memahaminya dan tersenyum.
“Baiklah, sepertinya kita bisa ke inti pemersalahannya sekarang.”
Shou kemudian menjelaskan tujuan dan alasannya datang ke negeri ini.
__ADS_1
Raja Leophard mengerutkan dahi, bagaimana pun juga ia tak bisa langsung mempercayai perkataan seorang lelaki yang ada di hadapannya. Oleh karena itu, Shou berniat menunjukkan kebolehan senjata yang dipakai oleh prajurit yang dibawa nya.
Mereka pergi ke sebuah lapangan yang cukup besar, Raja Leophard menyuruh salah satu pengawalnya untuk mengambil beberapa boneka kayu.
“Tembak!”
Sesaat setelah Shou memberikan intruksi, tiba-tiba terdengar beberapa suara letusan yang cukup keras secara bersamaan. Raja Leophard dan beberapa pengawalnya tercengang seketika, suara-suara tersebut tak langsung berhenti sebelum Shou berkata “Stop!”
Raja Leophard terkagum dengan hasilnya, ia menilik-nilik boneka kayu yang berlubang akibat tembakan dari senjata aneh yang tak pernah ia temui sebelumnya.
“Bagaimana, yang mulia Leophard. Apakah anda tertarik dengan hal ini?”
Raja Leophard melirik ke arah suara lelaki tersebut, ia tak yakin orang semuda itu bisa menciptakan senjata penghancur sekuat ini. Raja Leophard gelisah, karena di satu sisi dia memang membutuhkan senjata seperti ini untuk mempertahankan wilayahnya, disisi lain ia takut akan kekuatan misterius yang tiba-tiba menawarkan bantuannya.
“Untuk saat ini, lebih baik aku menerimanya saja. Meskipun orang-orang yang berada di belakangnya itu masih menjadi misteri, akan tetapi setidaknya aku bisa mempertahankan kerajaan ini lebih lama.”
__ADS_1
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Raja Leophard memutuskan untuk menerima permintaan aliansi dengan kekaisaran Rogio, serta perjanjian perdamaian mutlak dengan kaum Dark Elf. Jika ada orang yang memburu elf lagi, dia akan di hukum berat dan kerajaan pun harus membayar denda sebesar 10 juta keping emas.