
Mengorek informasi Shou mungkin adalah yang tersulit selama hidup ketua guild, pemuda ini tidak memberikan celah sama-sekali dan menjawab semua pertanyaannya dengan ambigu.
“Apakah untuk menjadi petualang aku harus memberikan semua informasi pribadiku?” tanya Shou yang sudah cukup kesal dengan pertanyaannya beruntun dari ketua guild.
Vivi kemudian membisikkan sesuatu kepada ketua guild, “Sebaiknya jangan diteruskan tuan, dia terlihat sangat tidak nyaman.” jelasnya.
Ketua guild mengangguk paham, dia tak lagi menanyai Shou perihal latar belakangnya.
“Tolong maafkan kelancanganku sebelumnya, setiap petualang tidak berkewajiban memberikan identitas pribadinya.” ujar ketua guild sambil menundukkan kepalanya.
“Tidak apa-apa, aku hanya tidak terlalu suka membicarakan latar belakang. Lalu, apakah ada syarat khusus untuk menjadi seorang petualang?”
__ADS_1
Ketua guild membenarkan posisi duduknya, “Ada 2 syarat yang harus kamu penuhi sebelum menjadi seorang petualang. Pertama, menanda tangani perjanjian di atas meterai. Semua aturan-aturan guild akan dituliskan di sana, jika tidak setuju maka kami tidak akan memaksa untuk menjadi bagian dari kami. Kedua, kamu harus menjalani ujian masuk terlebih dahulu. Meski aku sudah tahu kehebatanmu dari Elizabeth, tetap saja harus ikut sesuai prosedur.”
“Silakan dibaca terlebih dahulu.” ucap Vivi sambil memberikan beberapa lembar kertas berisi tulisan pada Shou.
Kurang dari 3 detik, Shou menandatangani perjanjian meterai tersebut. Hal itu membuat Vivi dan ketua guild benar-benar terkejut.
“Kenapa kamu tidak membacanya terlebih dahulu?” tanya Vivi memastikan. Takutnya Shou hanya bercanda dan membuat tanda tangan palsu.
“Aku sudah membaca semuanya kok, ya wajar saja jika kamu menyangka seperti itu.”
***
__ADS_1
Keesokan harinya Shou datang ke kamp pelatihan untuk menjalani ujian, sudah banyak orang yang berkumpul di sana termasuk para senior yang bertugas. Dia ikut berbaris dengan para peserta lain, menunggu pelaksanaan ujian tersebut dimulai.
“Yo, apakah kamu peserta baru sepertiku?” tanya seorang lelaki seumuran Shou berpakaian hijau tua dengan sedikit corak hitam.
“Peserta baru? Berarti ada juga peserta tahun lalu yang ikut serta lagi, sepertinya pekerjaan sebagai petualang ini sangat diminati.”
“Tentu saja, pekerjaan heroik dan dapat menghasilkan banyak uang dengan cepat ini pasti sangat diminati. Oh iya, perkenalkan namaku Lorrie, siapa namamu?” lelaki itu menyodorkan tangannya.
Shou meraih tangan tersebut dan bersalaman, “Namaku Shou, salam kenal ya Lorrie.”
“Tentu saja, salam kenal juga!” Lelaki itu tersenyum lebar.
__ADS_1
Tak lama berlalu, seorang petualang veteran dengan logo emas di dadanya naik ke atas podium. Dia bersuara lantang dan memperkenalkan diri. Setelah itu dia memberikan pidato pendek penyemangat yang diakhiri dengan candaan. Namun itu baru permulaan, petualang itu mulai menjelaskan tentang ujian.
“Berbeda dari tahun-tahun lalu yang ujiannya sangat rumit dan merepotkan pembimbing. Tahun ini hanya ada 2 ujian, dan ujian pertamanya adalah bertahan hidup di dalam hutan Green Forest selama satu minggu. Kalian bebas membentuk kelompok asalkan tidak lebih dari 4 orang, jika kurang dari itu bukan urusanku. Tidak boleh membawa makanan dari luar, kalian harus memanfaatkan segala yang ada di alam dan bertahan hidup. Nanti kalian akan diberikan gelang yang tidak boleh dilepas selama ujian, jika itu terlepas maka akan ada petualang veteran yang menjemput kalian. Jadi jika dalam keadaan berbahaya, hancurkanlah gelang itu.”