Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
CH-29 Permasalahan Kecil


__ADS_3

Suasana menjadi riuh saat petualang veteran yang ada di podium membubarkan barisan, mereka semua berbondong-bondong mencari rekan. Para peserta lama dari tahun lalu tahu mana yang bisa diandalkan, dan orang-orang kuat menjadi incaran.


“Tolong masukkan aku ke dalam party mu!” perempuan berambut merah dengan tongkat kecil di tangannya berteriak cukup keras.


“Siapa dia?” tanya perempuan berambut dan bermata hijau.


“Entah, palingan juga dia hanya akan menjadi beban.” Timpal perempuan berambut ungu.


“Minggirlah, aku tak mau sekelompok dengan badut yang tak bisa mengendalikan sihir sepertimu!” gadis berambut perak menatapnya sinis, kemudian menyenggol dan pergi.


“Kamu kejam sekali, tapi biarlah aku juga tak suka dia menumpang dan menjadi beban di kelompok kita.”


Shou menatap gadis berambut merah dan menghampirinya, “Apakah kamu mau satu party denganku?”


Gadis berambut merah itu menengok, mimik wajahnya tak terlihat baik dan seakan-akan mau menangis.

__ADS_1


“Yo, kita bertiga akan menjadi party dan menyelesaikan ujian ini. Kamu tidak akan menyerah begitu saja sebelum memulai bukan?” ucap Lorrie yang mengikuti Shou dari belakang.


Gadis itu mengepalkan tangannya, dia mengangguk setuju untuk menjadi bagian dari party tersebut.


“Tinggal satu lagi, kita akan menjadi kelompok penuh dengan 4 anggota.” ujar Lorrie.


“Itu tidak perlu, kita akan menyelesaikan ujian ini beranggotakan 3 orang. Aku akan buktikan diriku tidak menjadi beban, membuat mereka menyesal mencampakkanku begitu saja.”


Dia punya semangat yang bagus, kapasitas mananya pun lumayan. Gumam Shou dalam hati.


“Bagaimana menurutmu, ketua?” Lorrie menepuk pundak Shou cukup keras.


“Kamu yang mengajak dia, aku pun bergabung dengan party mu. Jadi kamu ketuanya.” ujar Lorrie sambil mendorong dagunya dengan jempol.


Shou menghela nafas, dia akhirnya setuju untuk menjadi ketua party. Oleh karena itu, dia memikirkan nama party yang cocok selama beberapa waktu.

__ADS_1


“Bagaimana jika nama party kita adalah Little Dreamer?” tanya Shou.


“Cukup unik, tapi apakah ada arti khusus dari nama itu?” tanya Rosse balik.


“Lagi pula kita belum tentu satu party lagi setelah ujian ini selesai, nama asal juga bukan masalah.” ujar Lorrie.


Sesaat setelah itu, Lorrie terpelanting oleh pukulan Rosse. Walau pun hanya mengandalkan kekuatan fisik, ternyata mampu menerbangkan sampai beberapa meter.


“Aku tidak mau party abal-abal, lebih baik aku seorang diri daripada bersama orang yang tidak niat seperti kalian.” ucapnya ketus.


“Eh, tunggu Rosse.” Shou menghadang, “Nama party kita memiliki arti sebagai pemimpi kecil. Karena aku belum terlalu mengenal kalian, aku tak bisa memikirkan nama yang lebih cocok. Tapi setidaknya aku bisa memperkirakan kalian berdua mempunyai mimpi untuk diraih, mempunyai alasan kuat untuk menjadi seorang petualang.” jelasnya.


“Memangnya si Lorrie itu punya mimpi? Hmph, tak bisa dipercaya.” Rosse masih ketus.


Angin berhembus cukup kencang di sekitar Lorrie, dia berdiri kembali sambil meludahkan darah di mulutnya ke sembarang arah.

__ADS_1


“Dasar perempuan tak tahu diri, belum juga saling mengenal malah sok tahu. Aku awalnya ingin membantumu karena rasa iba, tapi setelah tahu sifatmu yang seperti ini aku berharap kau tidak mendapatkan party sama-sekali. Aku yakin party lain pun tidak ada yang sudi membiarkanmu bergabung, meski pun mau aku akan menghasut mereka untuk mengeluarkanmu.”


Rosse terlihat gelisah dan menyesali perbuatannya, namun karena memiliki ego yang tinggi dia berusaha menyembunyikan hal itu.


__ADS_2