
“ Sial, ular ini sangat keras sekali!” Ucap balx Setelah melancarkan sebuah serangan. Tidak seperti dulu, Setelah sekali serang dia langsung mundur karena dia tahu jika terkena satu kali serangan nya saja dampaknya sangat besar. Thev dan Chentya pun juga sama, mereka melancarkan sebuah serangan dan langsung mundur untuk menjaga jarak supaya tidak terkena serangan balik.
“ Sial, kalau begini terus Kita tidak akan menang!” Ucap Thev.
“ Kalau dia tidak mempan dengan serangan fisik, kita harus mencoba untuk mengeluarkan sihir.” Ucap Chentya.
“ Ya, mungkin saja dampaknya bisa lebih besar.” Ujar Thev.
“ Kalau begitu ayo Kita basmi Mereka!” Ucap Balx sambil mengeluarkan sihir bola api yang cukup besar dan dilancarkan ke ular-ular itu. Namun Setelah terkena serangan sihir nya balx, ular-ular itu tidak mendapatkan luka sedikitpun.
“ Tidak mungkin!” Ucap Balx terkejut.
“ Sial, sekarang Kita harus bagaimana lagi.” Ucap Thev bingung.
“ Kita tidak punya Cara lain selain melawan mereka sekuat mungkin!” Ucap Chentya serius.
__ADS_1
“ Iya, tidak ada Cara lain selain bertarung melawan mereka. Lebih baik begitu, daripada Kita mati tanpa perlawanan.” Ucap Balx. Mereka bertiga pun melancarkan serangan sihir dan fisik secara terus menerus sekuat tenaga. Namun tetap saja ular itu tidak mendapatkan luka sedikitpun, malah ular-ular itu sekarang mendesis marah dan ular-ular itu pun menyerang mereka bertiga.
“ Arrrgh!” Ucap Balx kesakitan terkena ekor dari salah satu ular raksasa tersebut.
“ Balx!” Ucap Chentya.
“ Chentya awas!” Ucap Thev mengingatkan. Sebelum Chentya menghindari, ekor ular itu sudah menghantam tubuhnya terlebih dahulu.
“ Riss, tolong Mereka!” Perintah Thev.
“ Aku mengerti!” Ucap Riss. Dia pun segera merapalkan sihirnya untuk menyembuhkan luka Balx dan Chentya.
“ Thev!” Ucap Riss. “ Sekarang apa yang harus aku lakukan?” lanjutnya dengan tangan gemetar.
“ Shou, tolonglah aku!” Ucap Riss dengan sangat ketakutan. Tiba-tiba ular-ular raksasa tadi pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
“ Kenapa mereka pergi?” Ucap Riss heran. “ Sekarang bukan waktunya untuk itu, aku harus menyelamatkan Mereka!” Lanjutnya. Dia pun segera berusaha sekuat mungkin untuk menyembuhkan luka Balx, Chentya,dan Thev. Tak lama kemudian, muncul seekor ular raksasa yang sangat besar dan berbeda dari yang sebelumnya. Riss pun sangat ketakutan, Meskipun dia hanya sendirian tapi dia lebih kuat dari yang terakhir mereka lawan.
“ Jadi ternyata kau, iblis yang telah berteman dengan manusia-manusia itu?” Ucap Ular raksasa tersebut.
“ Kau bisa bicara?” Ucap Riss Tak percaya dengan gemetaran.
“ tentu saja, karena aku adalah pemimpin Mereka.” Ucap Ular raksasa tersebut. “ Aku sudah ada sejak Griphon sialan itu baru lahir, intinya aku lebih tua darinya.” Lanjutnya. “ Tapi, Griphon sialan itu menjadi lebih kuat dan lebih besar dari ku. Bahkan ketika aku bersama semua servant snake lainnya berusaha untuk menaklukkan dunia ini dia malah membuat kami terpojok sampai sejauh ini. Dia tidak membiarkan kami untuk bisa keluar dari persembunyian sebentar saja, menyebalkan!” Ujarnya.
“ Kenapa kau ingin menaklukkan dunia?” Tanya Riss.
“ Tentu saja untuk kekuasaan yang tiada tara, jika kami Servant Snake menjadi spesies terkuat yang menguasai dunia ini maka kami bisa berbuat sesuatu sesuka kami!” Jawabnya.
“ Tapi seharusnya kau tidak boleh seperti itu!” Jelas Riss.
“ Memangnya kenapa?” Tanya nya.
__ADS_1
“ Karena di dunia ini seharusnya Kita semua bisa hidup berdampingan dengan spesies lain. Dengan begitu dunia ini akan menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi semuanya!” ucap Riss.
Ular raksasa itu pun malah tertawa yang membuat Riss sangat ketakutan.