
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka sampai di sebuah gedung berwarna putih dengan ukuran yang cukup besar.
" Wah, indah sekali. Tempat apa ini?" Tanya Shou.
" Nanti juga kamu akan tahu jika sudah masuk ke dalam." Jawab Dewi Laxmi.
Dia terus memerhatikan Shou yang takjub melihat tempat indah itu.
" Ada air mancur nya juga, air nya juga terlihat sangat jernih." Ujar Shou sambil mendekati air mancur tersebut.
" Tentu saja, air disini tidak terkontaminasi oleh apapun, bahkan airnya seratus persen netral." Jelas Dewi Laxmi.
" Wah, semenjak aku lahir ini pertama kalinya aku melihat air netral, soalnya air seperti ini hanya ada di gua-gua kuno yang terjaga kelestariannya." Gumam Shou sambil memasukkan kedua tangannya kedalam air.
" Gluuk...Gluuk..."
Shou meminum air dari air mancur tersebut.
" Ini sangat segar, meskipun tidak ada rasa manisnya seperti air gunung, ini membuat badan ku jauh lebih segar." Ujar Shou sambil membasahi rambutnya.
Dewi Laxmi pun terus memandangi Shou sambil tersenyum.
Shou kemudian mengusap-ngusap rambut nya yang basah itu.
__ADS_1
" Dewi, ayo kita masuk!" Ujar Shou.
Sekejap Dewi Laxmi tergugup, wajahnya memerah.
Dia melirik ke kanan dan ke kiri, Shou yang melihat nya pun terheran kemudian dia menghampiri Dewi Laxmi dan menarik lengannya.
" Ayo kita masuk!"
Dewi Laxmi pun terkejut, setelah itu dia hanya tersenyum dan menunduk ketika ditarik Shou ke dalam gedung tersebut.
" Wah, ruang tamunya sangat indah. Desainnya simple tetapi terlihat anggun, aku suka ruang tamu seperti ini, minimalis."
" Tentu saja, aku tidak terlalu suka banyak benda yang berserakan, lebih baik sedikit namun lebih berarti."
" Iya, seluruh isi ruangan ini aku yang mendesainnya." Gumam Dewi Laxmi terlihat agak malu.
" Wah, hebat. Sepertinya aku harus berguru kepadamu untuk belajar mendesain ruangan." Ujar Shou.
Dewi Laxmi pun menunduk dan memainkan kedua jari telunjuknya.
" Tidak juga, aku juga hanya meniru salah satu desain di dunia asalmu dan merubahnya sedikit." Gumam Dewi Laxmi tergugup dan agak kaku.
" Meskipun begitu tetap saja aku ingin mempelajarinya darimu, aku tahu kamu tidak hanya menirunya, kamu juga pasti mempelajarinya dan kemudian mengembangkannya sehingga bisa membuat ruangan seindah ini."
__ADS_1
" Sudahlah, ayo kita pergi ke ruangan lain!" Gumamnya sambil memalingkan wajah.
Kemudian mereka pergi dari ruangan tersebut.
Mereka terus berjalan menelusuri ruangan-ruangan yang megah dengan pernak-pernik yang mewah dan indah.
Setelah beberapa menit, mereka akhirnya sampai di suatu ruangan.
" Klik " Dewi Laxmi membuka pintu nya.
Setelah dibuka ternyata isinya adalah sebuah perpustakaan dengan jumlah buku yang hampir tidak terhitung.
" Wah, ada berapa banyak buku yang ada disini?" Tanya Shou takjub. Dia langsung masuk kedalam perpustakaan tersebut.
" Semua buku yang ada dilantai ini berjumlah tujuh belas juta lima ratus ribu unit." Jawab Dewi Laxmi.
Mendengar itu Shou terlihat sangat senang.
" Banyak sekali bukunya, apakah aku boleh membacanya?" Tanya Shou kegirangan.
" Tentu saja." Jawab Dewi Laxmi.
Dengan segera Shou mengambil sebuah buku dan langsung membukanya.
__ADS_1
" Wah, banyak sekali teorinya. Ini adalah teori chaos, teori yang menghilangkan ketidak pastian. Karena saking mengerikannya teori ini maka sering disebut iblis chaos, karena dengan teori ini kita bisa menentukan masa depan."
Setelah beberapa menit, kemudian Shou menaruh kembali buku tersebut dan mengambil buku yang lain.