Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Shou dan Putri Lina


__ADS_3

Shou, apakah kau yakin?” Tanya Ranzie pada Shou yang sedang memasangkan zirah ringannya.


“Apa maksudmu?” Tanya Shou balik.


“Kemampuan berpedang putri Lina itu adalah yang terbaik di klan Dark Elf.”


“Lalu?”


“Bertanding melawannya itu bukanlah hal baik. Walaupun dia terlihat seperti itu, dia tak pernah memberi ampun bagi lawannya.”


“Jadi karena itu, dia menggunakan busur?”


“Iya, tetua melarangnya menggunakan pedang ketika berburu. Soalnya jika dia berburu sambil menggunakan pedang, dia takkan memikirkan rekan-rekannya dan langsung menyerang mangsanya.”


“Sepertinya dia sangat hebat, baguslah kalau begitu.”


“Bagus darimananya, dia akan mematahkan lengan dan kakimu, apakah itu hal baik?”


“Tentu saja tidak, tapi itu takkan terjadi.”


Setelah selesai merapikan zirahnya, Shou bergegas keluar. Ranzie pun mengikutinya dengan ekspresi panik.


“Kenapa kau masih bertingkah seperti itu, padahal aku sudah mengatakan tentang konsekuensinya.”

__ADS_1


Shou berbalik dan menatap Ranzie lekat-lekat, Ranzie pun terdiam.


“Lihatlah dan nantikan, kemenanganku!” Shou kemudian berbalik lagi dan berjalan ke tengah area latihan, yang akan dijadikan tempat duel baginya dan putri Lina.


Putri Lina ternyata sudah menunggu Shou disana, dia sedang memainkan pedang kayunya sambil menunggu Shou.


“Lama sekali!” Ucap putri Lina tak sabaran, ingin memberi sedikit pelajaran bagi Shou.


“Kau bilang 10 menit kan, aku datang tepat waktu.” Timpal Shou.


“Terserahlah,” Kemudian putri Lina melemparkan sebuah pedang kayu pada Shou. Dengan sigap, Shou menangkapnya.


“peraturannya adalah, siapa yang berhasil membuat lawannya pingsan atau menyerah ialah pemenangnya. Apakah kau sudah paham?”


Putri Lina pun tersenyum, para Dark Elf yang sedang menonton duel tersebut terdengar membisikkan sesuatu.


“Kasihan sekali manusia itu, dia akan menjadi sasaran pedangnya putri. Walaupun dia lumayan tampan, tapi nasib sepertinya tak berpihak padanya.”


“Jika putri sudah mengangkat pedangnya, takkan ada yang bisa menghentikannya.”


Shou melakukan gerakan pemanasan, walaupun ia mendengar bisikan-bisikan itu, ia masih terlihat tenang.


“Apakah kau sudah siap?” Tanya putri Lina pada Shou.

__ADS_1


“Iya, silahkan dimulai!” Jawab Shou sambil menghunuskan pedangnya ke depan.


“Kalau begitu, aku takkan segan-segan!” Ucap putri Lina yang kemudian maju menghampiri Shou dengan cepat, ia melesatkan ujung pedangnya itu pada perut Shou, namun Shou berhasil mengangkisnya dengan sedikit menggerakkan pedang kayunya.


Putri Lina pun terpental beberapa meter ke belakang Shou, setelah itu ia segera berbalik dan melancarkan serangan kedua.


Shou yang masih belum berbalik badan menggerakkan pedangnya ke atas dan menangkis serangan putri Lina yang mengarah ke punggungnya hanya dengan satu gerakan tambahan. Putri Lina pun terpental lagi ke belakang dan mengatur posisinya lagi.


Para kaum Dark Elf yang sedang menonton pertarungan tersebut terkejut dan terkagum dengan kemampuan Shou. Tanpa harus membalikkan badannya dan melihat pergerakan pedangnya putri Lina yang secepat kilat itu, Shou berhasil menangkis serangannya dan bahkan membuat putri Lina terpojok.


Shou kemudian membalikkan badannya untuk melihat keadaan putri Lina. Putri Lina terlihat sedang mengatur strategi untuk menghancurkan pertahanan Shou dan menyerang titik vitalnya, Shou yang menyadari itu membukakan jalan tersebut untuknya.


Namun sebelum putri Lina melancarkan serangan selanjutnya, tetua Dark Elf datang dan berteriak padanya,


“Lina, hentikan ini. Kau tak boleh melakukan kekerasan padanya. Kalau tidak, bangsa manusia pasti akan melenyapkan desa ini!”


Putri Lina terdiam sebentar, namun sepertinya ia tak berniat untuk menuruti perkataan dari tetua.


“Diam kau tua bangka!”


Putri Lina pun bergerak ke arah Shou tanpa pikir panjang, ia menebaskan pedangnya kesamping dari arah depan.Tentu saja jika putri Lina menyerangnya secara langsung begitu, Shou dapat dengan mudah menangkisnya.


Namun, ketika pedangnya Shou bersentuhan dengan pedang milik putri Lina, pedang putri Lina menembus pedangnya Shou, seolah-olah pedang milik Shou itu tak berada disana.

__ADS_1


Shou yang dengan segera menyadari itu, dengan sigap menghindar dan melancarkan serangan langsung pada putri Lina. Namun, serangannya itu tak berpengaruh. Walaupun berhasil mengenai tubuh putri Lina, namun pedangnya itu seolah-olah hanya mengenai angin.


__ADS_2