
Setelah sekian kali Shou melancarkan serangan pada putri Lina, tetapi tetap saja tidak berpengaruh. Tetapi ketika Shou melakukan percobaan, dia memberikan putri Lina untuk menyerang, ternyata pedangnya itu benar-benar melukainya. Melewati isi zirahnya, pedang putri Lina itu langsung menembus melukai kulit pinggangnya Shou. Shou langsung mundur beberapa langkah, ia sedang memikirkan strategi apa yang harus ia lakukan supaya dapat menyerang putri Lina.
“Putri, bukankah ini tidak adil. Kau menggunakan infinity shadow dalam duel ini, jadi semua serangannya Shou itu takkan berpengaruh padamu, sedangkan semua seranganmu akan bisa langsung menembus zirahnya.” Protes Ranzie.
Putri Lina terlihat tak terlalu peduli dengan ucapannya Ranzie, yang kini ia pikirkan hanyah menang, menang, dan memberi pelajaran bagi Shou.
“Jika dia memang kaum manusia, seharusnya ia bisa mematahkan skillku ini.” Ucapnya singkat.
“Tapi dia berasal dari dimensi lain, dia tak begitu tahu dengan skill-skill serta sihir yang ada di dimensi ini!”
“Aku tak peduli, mau dia dari dimensi ini atau dimensi lain. Aku akan tetap menghabisinya!”
Putri Lina terus-terusan melancarkan serangan, namun 95% serangannya berhasil Shou hindari.
__ADS_1
“Kau ini merepotkan sekali, kenapa kau tidak diam saja dan menerima semua seranganku!” Putri Lina terus-terusan memberi serangan secepat kilat pada Shou, dan Shou yang sudah sangat paham gerakannya itu bisa menghindari semua serangannya.
“Jika terus seperti ini, pastinya aku akan terkena serangannya. Kecuali stamina miliknya segera habis. Namun menurut perkiraanku dia masih memiliki banyak energi, didorong oleh keinginannya yang ingin membuatku hancur, sugestinya itu membuat dia bisa menyerangku 30% lebih lama. Jika dibandingkan staminaku, sepertinya aku akan habis duluan. Jadi jika aku menunggunya lelah, maka yang hancur duluan adalah diriku.”
Shou melirik ke arah Ranzie,
“Ran,apakah kau tahu cara mematahkan skillnya?” Tanya Shou.
“Iya aku tahu, tapi...”
Putri Lina sedikit terkekeh,
“Meskipun kau tahu caranya, jika tak bisa mengeluarkan sihir cahaya kau takkan bisa mengalahkanku.”
__ADS_1
“Apa maksudmu?”
“Seperti yang dikatakan olehnya Shou. Jika kamu tak bisa mengeluarkan sihir cahaya, kau takkan bisa mengalahkannya. Karena yang bisa mematahkan skillnya hanyalah skill cahaya.”
“Apakah kau tahu cara mengeluarkannya?” Tanya Shou lagi.
“Itu tak mudah Shou, skill dan bakat sihir biasanya sudah ditentukan dari lahir. Karena kamu tak lahir di dimensi ini, mungkin kau takkan bisa memilikinya.” Jelas Ranzie.
Shou sepertinya sudah kehilangan harapan, hanya ada 1 cara untuk membuatnya selamat dari pedangnya putri Lina, yaitu menyerah. Tapi jika begitu, dia akan tertahan di desa itu lebih lama lagi, dan juga meski Shou sudah mengibarkan bendera putih, belum tentu putri Lina akan berhenti mengayunkan pedangnya sampai Shou mendapatkan luka seperti yang ada dibayangannya.
Di sela-sela waktu itu, Shou menghela nafas dan berusaha untuk menenangkan diri, cara lain supaya dia menang hanyalah mempelajari sihir cahaya tersebut dan mematahkan skill infinity shadownya putri Lina. Yang harus ia ketahui saat ini adalah bagaimana cara menggunakan sihir, dan apakah dia memiliki bakat sihir tersebut.
“Ran, bagaimana cara seseorang mengetahui bakat sihirnya?” Tanya Shou.
__ADS_1
“Eh, biasanya orang-orang menggunakan bola sihir untuk mengetahuinya. Tetapi kau juga bisa menanyakannya pada isi hatimu, karena sihir itu bermula dari sana.” Jelas Ranzie.
Secara kasarnya Shou sudah memahaminya,lalu tinggal 1 hal lagi. Bagaimana cara untuk mengaktifkannya,apakah caranya sama seperti di dunia asalnya, dengan cara memokusnya pikirannya dan menyalurkan sihir tersebut pada bagian tubuh yang kita inginkan. Jika bola sihir disini digunakan untuk mendeteksi bakat sihir juga, berarti ada kemungkinan cara mengaktifkannya sama.