
" Cih, manusia zaman sekarang sangat lemah. Mereka bahkan kesulitan melawan monster-monster lemah seperti ini."
" Itu sudah wajar, karena orang-orang saat ini
tidak terlalu terbiasa bertarung melawan monster, mereka hidup dalam kenyamanan di dunia yang aman, tidak seperti dulu yang selalu berperang habis-habisan untuk bertahan hidup."
" Meskipun begitu seharusnya mereka bisa mengalahkan monster-monster lemah itu dengan mudah, bukankah pekerjaan utama mereka itu mengalahkan para monster?"
" Menurut perhitunganku rata-rata kekuatan para petualang disini dua puluh kali lebih lemah di bandingkan orang-orang terlemah di zaman dulu, jadi bisa di bilang monster-monster itu terbilang kuat bagi mereka."
" Dasar tidak berguna, karena di beri sedikit kenyamanan mereka menjadi jauh lebih lemah, sebenarnya apa saja yang mereka kerjakan selama dua ribu tahun ini?"
" Ruzmi, sebaiknya kita bereskan dulu monster-monster ini, nanti aku akan ceritakan hal-hal menarik yang di lakukan para manusia dua ribu tahun terakhir ini."
" Sebaiknya kamu harus mencari cerita yang benar-benar menarik."
" Tenang saja, aku pasti akan memberimu cerita yang sangat menarik."
" Baguslah kalau begitu."
Lalu Dewi Ruzmi pun berteleportasi ke berbagai tempat dan menaklukkan para monster-monster yang sedang mengamuk, sedangkan dewi Shelly membereskan sisa-sisa pertarungannya, dia mengembalikan tanah-tanah lancip yang menjulang ke atas dan menenggelamkan para monster yang sudah mati ke dalam tanah.
__ADS_1
Di alam dewa juga Laxmi sibuk mengatasi para dewa yang mengalami Warm down
" Hei kamu, tolong bawakan white clover kemari!"
" Siap!"
Lalu dia pun mengambil beberapa white clover dan memberikannya kepada dewi Laxmi.
" Terimakasih."
Lalu dewi laxmi merapalkan sebuah mantra, dan keluar beberapa peralatan seperti di laboratorium, dia pun memasukkan semua white clover nya ke dalam salah satu alat nya, lalu dia memasukkan material-material lainnya yang sudah tersedia di dalam alat-alat nya.


Setelah itu dia mendekati seorang dewa yang sedang pingsan dan meminumkannya setetes dari cairan biru tersebut, beberapa saat kemudian dewa tersebut pun terbangun.
" Aduh, kenapa kepalaku terasa sakit, sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Tanyanya sambil memegang kepalanya yang pusing
" Lebih baik kamu jangan banyak bergerak terlebih dahulu, efek dari obat nya masih belum bereaksi secara penuh."
__ADS_1
" Siapa kamu?"
" Aku adalah Laxmi, dewi pengetahuan. Seharusnya kamu tidak asing dengan nama itu."
" Dewi Laxmi, bukankah kamu …"
" Aku akan mengobati yang lain, kamu diam saja disini."
Lalu dewi Laxmi pun pergi ke arah para dewa dan dewi lainnya yang tidak sadarkan diri, kemudian dia meminumkan cairan biru itu kepada mereka.
" Terimakasih dewi Laxmi, kami sangat berhutang budi padamu."
" Kalau begitu tolong urus sisanya, kamu pasti sudah paham bukan caranya?" Ucapnya seraya memberikan cairan biru tersebut kepadanya.
" Eh, tapi… "
" Masih ada sesuatu yang harus aku urus, aku mengandalkamu!"
Lalu dewi Laxmi pun menggunakan teleportasi untuk ke dunia bawah
" mengandalkanku katanya…" Gumam orang tadi sambil tersenyum. " Sepertinya aku harus berusaha sebaik mungkin!"
__ADS_1
Lalu dia pun meminumkan cairan tersebut kepada para dewa dan dewi yang tak sadarkan diri seperti yang dewi Laxmi lakukan, hingga semua dewa dan dewi yang tak sadarkan diri itu tak tersisa.