
Sebuah gerbang virtual muncul di depan mata, seperti ketika mereka ingin pergi ke arsy, gerbangnya mengeluarkan banyak sayap berwarna putih dan sayap tersebur menghilang ketika menyentuh benda apapun.
" wah……" Rosse, Lacasina, Lorrie dan juga Lisa sangat kegirangan. Shou pun juga tak jauh berbeda.
Apalagi keempat dewi utama, bahkan dewi Ruzmi langsung masuk kedalam gerbang virtual tersebut terlebih dahulu tanpa basa-basi.
" Hei, tunggu dulu!" Dewi Shelly menyusulnya.
" Sebaiknya aku juga pergi! " Kemudian dewi Laxmi pun ikut masuk juga.
" Sekarang tinggal kita,ayo pergi!" Ucap Dewi Raffsha.
Kemudian mereka pun pergi secara bersamaan dan dewi Raffsha di paling belakang.
Setelah masuk gerbang tersebut mereka sudah berada di tempat dengan dimensi yang berbeda.
Terlihat ruangan yang cukup megah dan luas juga, di setiap sudut dihiasi oleh spanduk berwarna biru dengan lambang dua pedang emas yang saling di silangkan.
" Kita sudah kembali ke kekaisaran, hore…..!" Ucap Lorrie.
" Tetapi sepertinya sesuatu telah terjadi disini." Gumam Shou.
Seorang tabib tua menghampiri Shou dan yang lainnya.
" Selamat datang kembali tuan Shou! " Sambutnya sopan.
__ADS_1
" Sebenarnya apa yang telah terjadi disini, semuanya kelihatan tegang dan gelisah." Gumam Shou.
" Sebenarnya 3 hari yang lalu yang mulia telah meninggalkan dunia ini. "
Mendengar itu semua nya pun tersontak.
" Tidak mungkin…."
" Yang mulia…."
" Kamu becanda kan, kalian ingin menjahili kami yang baru saja kembali dari Arsy kan?" Ucap Shou.
" Aku tidak berbohong sama sekali, jika anda berkenan saya akan mengantarkan anda ke makam yang mulia." Jelas tabib tersebut.
Dan ternyata benar yang di katakan nya itu, di atas batu nisannya terdapat nama kaisar.
Hanz De El Rogio XIV, itulah yang tertulis diatasnya dan juga dicantumkan tanggal kelahirannya beserta kematiannya.
" Tidak mungkin!" Shou meneteskan air matanya, Rosse beserta yang lainnya pun tak bisa membendung kesedihan yang amat menyakitkan ini.
Shou memegang batu nisan tersebut dan menangis diatasnya.
" Kenapa ini bisa terjadi? " Tanya Shou.
" Sebenarnya 3 hari yang lalu ia ditikam oleh seseorang, dan sebelum ia sempat kami obati ia sudah tiada."
__ADS_1
Shou memegang batu nisannya lebih erat.
" Siapa orang bodoh yang berani melakukan hal semacam ini kepada yang mulia?" Tanya Shou lagi.
" Pelaknya adalah salah satu dari klan iblis yang datang tempo hari, awalnya ku kira mereka tidak punya niat busuk seperti itu dan ternyata aku terlalu memandang baik mereka."
" Maksudmu iblis-iblis yang diajak oleh Riss untuk bergabung dengan kekaisaran? " Tanya Rosse.
" Iya,kenapa kamu bisa tahu?"
" Sebelumnya ia pernah mengatakannya padaku, bagaimana keadaan nya saat ini ya?" Rosse cemas.
" Sepertinya ia sangat terpuruk saat ini, sehari setelah kejadian ia pergi meninggalkan istana, ia sepertinya merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada yang mulia saat ini."
" Lalu bagaimana dengan para iblis lainnya? " Tanya Dewi Shelly.
" Mereka melarikan diri karena takut di salahkan juga, padahal kami hanya akan mengintrograsi mereka secara baik-baik."
" Meskipun begitu aku tak yakin yang akan mengintrogasi mereka akan bisa menahan emosinya." Gumam Dewi Shelly.
" Memangnya hukuman apa yang kalian berikan pada pelakunya?" Tanya Dewi Ruzmi.
" Kami mengeksekusinya di depan umum, di depan iblis-iblis lainnya juga, se jam setelah itu tiba-tiba mereka semua menghilang entah kemana."
" Wajar saja jika mereka kabur, jika mereka terbukti bersengkokol dengan pelakunya dan meskipun tidak melakukan nya juga mereka takut di kambing hitamkan, baik itu oleh temannya sendiri maupun kalian."
__ADS_1