
4 hari pun berlalu, Shou telah berhasil membuat beberapa mesin yang cukup besar. Mesin-mesin itu terlihat sangat berat, tetapi untungnya Shou mendapatkan solusi untuk hal itu.
Selain membawa 6 mesin raksasa, kekaisaran juga mengirimkan 100 orang prajuritnya, dengan harapan menciptakan aliansi dengan kerajaan Warden.
100 prajurit tersebut dilengkapi persenjataan yang baru di rancang oleh Shou seminggu ini. Bentuknya tak jauh berbeda dengan persenjataan lama nya, akan tetapi jauh lebih berat dan berisi.
Selesai berpamitan dengan kaisar, Shou menggunakan sihir teleportasinya ke depan Gua yang dimaksud.
Shou menaiki salah satu mesin yang sudah dirancangnya, mesin tersebut diinovasi dari perpaduan antara mobil dan kereta, menggunakan bahan bakar minyak, akan tetapi tidak menghasilkan asap.
Shou merancangnya supaya polusi yang dikeluarkan di daur ulang, sehingga bisa lebih hemat 3 sampai 4 kali lipat dan tak mencemari lingkungan.
Shou mengendarai kendaraan atau lebih tepatnya mesin pembuat senjata yang dilengkapi fasilitas kendaraan bersama Ranzie, Erisa dan juga Hikari, sedangkan para prajurit berjalan disamping.
Para prajurit cukup terkejut setelah keluar dari mulut Gua, mereka merasakan hawa yang berbeda sehingga lebih waspada.
__ADS_1
100 prajurit itu termasuk prajurit elit yang dimiliki oleh kekaisaran, mereka sudah menjalani puluhan atau bahkan ratusan misi tingkat kesulitan yang sangat tinggi, sehingga dari pengalaman mereka, bisa menentukan mana tempat yang patut di waspadai, dan cara menghadapinya.
Saat di perjalanan, mereka bertemu beberapa monster tingkat menengah, tentu saja itu tak menjadi masalah sama sekali. Bahkan beberapa peluru saja bisa membinasakan mereka.
"Ternyata senjata baru ini sangat kuat juga, tanpa mengandalkan sihir sekalipun kita bisa mengalahkan monster-monster itu." Ujar salah seorang prajurit.
"Tuan Shou memang seorang jenius, semua karya nya selalu di luar pemahaman akal manusia, seakan-akan dia adalah makhluk dari dunia lain."
"Meskipun begitu, kita sekarang berada di dimensi lain. Sampai beberapa saat lalu, aku tak terlalu memikirkan betapa luasnya dunia ini. Sebelumnya aku bahkan tak yakin dengan keberadaan dewa, tapi sekarang aku pernah melihatnya sekali."
Mereka melanjutkan perjalanan ke Desa Dark Elf. 4 jam kemudian, akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju.
Para penduduk sejenak terlihat ketakutan melihat adanya beberapa benda berukuran besar yang terbuat dari baja, dan para prajurit yang mengapitnya.
"Itu manusia, mereka akan melenyapkan kita!"
__ADS_1
"Bawa anak-anak, ayo kita pergi dari sini!"
Beberapa anak kecil bahkan menangis, namun ketika Ranzie turun dan menyapa, semuanya terkejut.
"Tenang saja, mereka adalah rekan."
Shou dan yang lainnya pun ikut turun.
Para Dark Elf sudah mengenal 3 orang lainnya, karena mereka tinggal di desa ini sebelumnya.
Putri Lina yang mendengar keributan menghampiri mereka, dia juga ikut terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Apa maksudnya ini, Ranzie?" Putri Lina melirik ke arah nya. Dia tentu tidak senang dengan keberadaan manusia, apalagi jumlahnya cukup banyak.
"Biar aku jelaskan nanti bersama tetua, putri Lina tolong jangan bersalah paham terlebih dahulu." Ujar Shou menengahi. Ranzie cukup senang dengan hal itu, sebaliknya, putri Lina semakin kesal karena tahu yang menjadi biang masalahnya adalah orang yang ada dihadapannya saat ini.
__ADS_1