
“ huh, dia benar-benar selalu memaksakan diri!” Ujar Lorrie sambil berjalan-jalan dengan yang lainnya.
“ Ya mau gimana lagi, dia memang suka begitu.” Ucap Rosse.
“ Aku sebenarnya ingin membantu nya juga, tapi aku takut malah menghambat nya.” Ujar Lacasina.
“ Wah, ada bar disana!” Ucap Lorrie sambil menunjuk sebuah bangunan yang didepannya terdapat gambar cangkir. Dia pun segera berlari ke sana dan masuk kedalam nya.
“ Lebih baik Kita pergi ke tempat lain saja, karena Kita terlalu muda untuk pergi ke sana.” Ujar Rosse .
“ Aku setuju, lagipula jika Kita berpisah tidak perlu risau lagi karena Shou telah membuat alat yang bisa melacak dan juga dipakai untuk komunikasi jarak jauh yang mirip sihir telepati.” Ucap Lacasina.
“ Baiklah, aku juga setuju.” Ucap Lisa. Kali ini dia kelihatan tidak bersemangat
“ Kalau aku terserah kalian saja, karena aku masih belum tahu banyak tentang dunia manusia.” Ujar Riss.
“ Kalau begitu kita harus pergi ke banyak tempat!” Ujar Rosse.
__ADS_1
Sementara itu, Shou sedang membuat rancangannya di sebuah ruangan khusus untuknya. Ruangan tersebut sudah disediakan kasur untuk tidur, alat tulis dan juga makanan beserta minuman nya, bahkan pakaian ganti untuknya.
“ Sepertinya ini akan selesai lebih cepat dari yang ku perkirakan.” Ujar Shou sambil terus menggambar rancangannya.
Beberapa jam kemudian shou telah menyelesaikan rancangannya
“ Haduh, membuat rancangan itu melelahkan sekali!” Ucap Shou sambil meregangkan badannya. Setelah itu dia pun meminum teh hijau yang ada di depannya.
“ Untungnya mereka menyediakan semua keperluan ku, teh hijau ini juga sangat enak sehingga semua rasa letihku hilang.” Ujar Shou. Tak lama kemudian dia memakan makanan yang sudah tersedia disana hingga habis.
“ Dalam ruangan ini juga ada kamar mandinya, ku harap didalamnya ada bak untuk berendam.” Ucap Shou Setelah menghabiskan makanannya tersebut. Dan ternyata didalam kamar mandi tersebut terdapat sebuah bak cukup besar, sehingga Shou bisa berendam di dalamnya.
“ Sepertinya sudah lama sekali aku tidak berendam seperti ini, terakhir kali aku berendam di Onsen pada saat mengikuti ujian petualang.” Ujarnya lagi. Lama kelamaan dia mengantuk dan akhirnya tertidur.
“ Hoamm!” Ucap Shou. “ Sepertinya aku ketiduran.” Lanjutnya. Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu kamar mandi. Orang tersebut pun terkejut dan segera menutup pintunya kembali, Shou pun juga ikut terkejut karena dia tak menyangka akan ada seseorang yang membuka pintu tersebut.
“ Kenapa kamu ada didalam sana?” Tanya orang tersebut dari luar pintu.
__ADS_1
“ Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau masuk ke dalam kamar mandi yang sedang dipakai. Padahal aku sudah menggantungkan tandanya.” Ucap Shou.
“ Karena ini adalah ruanganku, kenapa kau berada disini?” Tanyanya.
“ Tapi Raja Asters yang meminjamkan ruangan ini padaku!” Ujar Shou.
“ Ini adalah ruanganku, lebih baik kau segera keluar!” Ujar Orang tersebut.
“ Iya iya, aku akan segera keluar. Aku akan memakai pakaian ku dulu!” Ujar Shou.
“ Baiklah, tapi cepat!” Ucap orang tersebut.
Beberapa lama kemudian Shou keluar dari kamar mandi tersebut
“ Kalau begitu cepatlah keluar, aku ingin memakai ruangan ini!” Ujar orang tersebut sambil mendorong Shou untuk segera keluar dari ruangan tersebut.
“ Tunggu dulu, rancangan ku masih disana!” Ujar Shou. Tak lama kemudian muncul seorang pelayan
__ADS_1
“ Kenapa kau membiarkan orang ini masuk ke dalam ruanganku!” Ucap Orang yang sedang mendorong Shou.
“ Maaf Nona, sebenarnya dia adalah utusan dari kekaisaran. Yang mulia telah meminjamkan ruangan ini padanya karena yang mulia mengira bahwa nona tidak akan datang kemari.” Ucap pelayan tersebut.