Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Bosan


__ADS_3

" Sebenarnya yang asli nya itu dimana?" Ucap Balx kebingungan. Dia benar-benar tidak bisa memikirkan jawabannya.


" Hmmm…, sepertinya dia sudah mulai lengah. Sebaiknya aku juga harus segera mengakhirinya karena ternyata didalam sini sangat sesak. "


" Hei, keluarlah, dimana kamu bersembunyi. Jangan bertingkah seperti seorang pengecut, sini dan hadapi aku!"


Lalu tiba-tiba muncul asap tebal lagi, dengan spontan Balx menggunakan sihir splash winds nya.


Namun setelah itu dia merasakan goncangan dari bawah kaki nya dan tiba-tiba kakinya masuk ke dalam tanah.


" Eh, apa-apaan ini?" Ucap Balx sambil berusaha melepaskan diri.


Beberapa saat kemudian Chentya muncul dari bawah tanah di depannya.


" Jadi ternyata disana kau selama ini!" Ucap Balx terlihat kesal.


" Aku masih belum bisa menggunakan bayanganku dari jarak yang cukup jauh, jadi aku mencari tempat untuk sembunyi sambil menyiapkan jebakan untuk mu."


" Aku masih belum kalah!" Ucap Balx tak mau menyerah.


" Kamu tidak akan bisa keluar dari sana dengan mudah, aku sudah mengikat kaki mu dengan rantai penyegelku."


" Apa, kamu menggunakan rantai penyegel untuk mengikat kaki ku?" Ucap Balx tak percaya.


" Tentu saja, itu membuat mu tak bisa menggunakan sihir selama beberapa waktu dan juga jika itu rantai biasa, mungkin kamu sudah lepas dari tadi."


" Jadi begitu, kali ini kamu menganggapku lawan yang sangat kuat kan?"


" Tentu saja!"


Kemudian Chentya menjulurkan tangan nya dan kemudian Balx pun meraihnya.

__ADS_1


" Baiklah, skor kita sekarang 50-0. Tapi jangan senang dulu, lain kali aku akan mengalahkanmu!"


" Oke, kamu juga jangan bersedih dulu. Waktu yang kita miliki masih cukup untuk ronde berikutnya. "


" Apakah kamu mau menantang ku duel lagi?"


" Bukankah kamu yang selalu menantangku duel, dan kamu yang selalu kalah."


" Hei, apa kau bilang!" Ujar Balx kesal.


Lalu mereka pun bertengkar lagi dan melupakan masalah tentang para reiyu itu.


" Aku sangat bosan!" Gumam Lorrie sambil bersandar di sebuah sofa.


" Iya, aku juga!" Ujar Lisa.


" Aku tak menyangka kita bisa se bosan ini di tempat yang sangat indah ini." Ucap Rosse yang sama-sama merasakan jenuh.


" Shou sudah sampai mana ya penelitian nya, aku ingin membantu nya." Ujar Lacasina.


" Tapi…."


" Daripada bingung tentang itu bagaimana kalau buatkan aku makanan." Gumam Lorrie.


" Buat saja sendiri, aku hanya akan membuatkan makanan untuk Shou."


" Kejamnya…." Ucap Lorrie.


" Ya sudahlah, bagaimana kalau kita semua saja membuat makanan untuk Shou!" Saran Rosse.


" Tapi aku tak bisa memasak." Ucap Lorrie.

__ADS_1


" Tenang saja, aku akan mengajarkannya padamu." Ujar Rosse.


" Lalu, apa yang akan kita buat? " Tanya Lisa.


" Hmmm, apa ya…, oh iya, bagaimana kalau kita membuat salah satu dari resep yang ada disini?" Saran Rosse sambil memperlihatkan buku.


" Buku apa itu, aku tidak bisa membaca nya." Ujar Lorrie penasaran.


" Ini adalah salinan buku dari dunia Shou, buku ini berisi tentang ratusan jenis makanan dan cara membuatnya."


" Wah!" Ucap Lisa takjub. Lacasina juga terlihat kagum.


" Meskipun begitu, bagaimana cara kita membacanya?" Tanya Lorrie.


Lacasina dan Lisa pun terlihat bingung.


Lalu Rosse mengeluarkan beberapa pil dari saku nya dan memberikannya masing-masing satu kepada semua yang ada disana.


" Apa ini Rosse?" Tanya Lorrie.


" Jika kamu meminum pil itu maka kamu akan bisa membaca tulisan ini." Jawabnya sambil memperlihatkan buku tadi.


Lalu tanpa basa-basi lagi Lisa dan Lacasina meminum pil tersebut. Namun Lorrie kelihatan nya tidak berniat meminumnya.


" Kenapa kamu tak meminumnya?" Tanya Rosse.


" Aku hanya ingin melihat dulu cara kerja nya, setelah itu aku akan mencobanya." Jawab Lorrie.


" Eh, kenapa tidak langsung diminum saja?" Tanya Rosse.


" Itu karena…."

__ADS_1


Dari sorot mata Lorrie terlihat kesedihan, penyesalan, amarah, yang tak pernah ia tunjukkan selama ini.


Rosse menyadari semua perasaannya itu dan tidak menanyakannya tentang itu lagi.


__ADS_2