Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Persiapan


__ADS_3

“ Eh, kenapa mereka tidak tinggal disini. Ini kan tempatnya para dewa dan dewi.”


“ Aku juga tidak tahu, tapi yang paling membuat ku heran itu adalah bagaimana cara mu bisa sampai ke Alam dewa padahal kamu adalah seorang manusia, seharusnya yang bisa Masuk ke Alam ini hanyalah para dewa dan dewi saja.”


“ Kalau soal itu aku menggunakan sihir teleportasi ke tempatnya dewa zeno.”


“ Kenapa kau bisa berteleportasi ke tempatnya?”


“ Aku dulu pernah menanamkan sihir pendeteksi di dahi nya, jadi dimana pun dia berada aku akan mengetahuinya dan bahkan aku bisa berteleportasi ke arah nya.”


“ Kemampuan mu itu sepertinya terlalu hebat jika dibandingkan manusia lainnya, aku pikir bahwa kau adalah sesuatu yang berbeda dari mereka.”


“ Aku juga tidak tahu apakah aku masih bisa dibilang bagian dari mereka atau tidak karena sebenarnya aku bukan berasal dari dunia ini.”


Dewi Lasty pun tersontak


“ Aku berasal dari dunia yang peradaban nya jauh berbeda dengan dunia ini, bangunan-bangunan kokoh menjulang tinggi, kendaraan yang bisa berjalan tanpa bantuan kuda atau semacamnya, bahkan ada kendaraan yang bisa terbang tinggi menembus awan dan bisa mengangkut ribuan orang sekaligus, namun di dunia sana tidak ada yang dinamakan sihir, untuk mencapai peradaban itu para nenek moyang kami berusaha dengan keras untuk memajukan teknologi mereka untuk menjadi lebih baik dan baik lagi, dan juga di dunia sana keberadaan Dewa dan dewi itu terasa tabu, mereka tidak pernah memunculkan dirinya sekalipun kepada kami sehingga banyak dari kami yang menganggapnya tidak ada, sepertinya sudah cukup lama aku tidak kembali ke sana.”


Shou pun menghela nafasnya


“ Lagipula sepertinya dunia ini lebih menyambutku daripada dunia asalku, aku tidak pernah berniat untuk kembali ke sana.”

__ADS_1


Dewi lasty benar-benar terkejut dengan apa yang diucapkan Shou, menurutnya itu benar-benar tidak masuk akal.


“ Dewi seperti ku pun tidak pernah melintasi ruang dimensi, bahkan aku tidak tahu caranya sama sekali tetapi kamu yang seorang manusia bisa bepergian melewati ruang dimensi, bahkan di dunia mu itu tidak ada yang dinamakan sihir lalu bagaimana cara mu bisa sampai ke dunia ini?”


“ Waktu itu aku....”


“ Dewi lasty, bisakah kau bantu kami untuk menempatkan tiang-tiang ini?”


“ Kita lanjutkan ini nanti, aku masih memiliki banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan padamu.”


“ Baiklah!”


Lalu dewi Lasty pun meninggalkan Shou


“ Bukannya kita sedang sibuk untuk mempersiapkan tempat ritualnya, kenapa kau malah mengajakku minum teh?”


“ Kamu sebaiknya menyiapkan dirimu sendiri untuk melakukan ritual ini, minum teh alam dewa ini bisa membuat mu lebih tenang.”


“ Baiklah kalau begitu.”


Lalu mereka pun pergi ke suatu tempat, disana sudah disiapkan dua cangkir kecil dan sebuah poci berisi teh.

__ADS_1


“ Sepertinya kamu sudah menyiapkan semuanya.”


“ Tentu saja, kamu adalah tamu terhormat disini. Mana mungkin aku akan membiarkanmu menyuguhkan teh untuk dirimu sendiri disini.”


Lalu mereka pun duduk disana.


“ Terimakasih!” Ucap Shou sambil mengambil cangkir tersebut, kemudian dia pun meminum teh yang Ada di dalam nya.


“ Sama-sama!” Ujar Dewa Zeno yang kemudian meminum teh nya.


“ Teh ini sangat enak sekali!”


“ Aku merasa terhormat mendengar nya.”


Beberapa saat kemudian Shou menghela nafasnya.


“ Shou, apakah kau sedang memikirkan tentang ritual itu?”


“ Iya, aku sedang memikirkan nya.”


“ Apakah kau khawatir jika ritual ini akan gagal dan kamu akan kehilangan akal sehatmu itu?”

__ADS_1


“ Itu memang salah satu nya, tetapi ada hal lain yang membuatku lebih khawatir.”


__ADS_2