Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Seperti Reuni


__ADS_3

Si lelaki kurus itu malah semakin kesal.


" Apa kau ini ingin membela nya, hah?"


" Bukan begitu maksudku, tapi…"


" Tapi apa?"


" Hei idiot, kau ini mengesalkan saja ya… "


" Siapa yang kau bilang idiot hah?"


Mereka pun pada akhirnya malah bertengkar, dan tak lama kemudian muncul para pasukan dari kekaisaran.


" Hei kalian, ayo kita pergi!"


" Tapi bagaimana dengan anak ini bos?" Tanya si kurus.


" Sekarang jangan pikirkan itu, jika kita tertangkap disini kita bisa dihukum mati."


Sebelum hendak pergi si gemuk tersebut melirik ke arah bocah yang sedang terkapar sambil tersenyum.


" Sepertinya kali ini dialah yang menang. Hmmph, yang penting salah satu dari kami bisa bahagia aku ikut senang." Gumamnya dalam hati.


Kemudian mereka pun pergi dari tempat tersebut, para penjaga dengan segera menghampiri anak kecil yang sedang ketakutan itu.


" Apakah anda tidak apa-apa yang mulia?" Tanya salah seorang prajurit.


" Iya aku tidak apa-apa, tapi tolong obati dia!" Ucap nya sambil menunjuk ke seorang anak kecil yang terpapar dan penuh luka.

__ADS_1


" Siap yang mulia, saya akan segera memberikan nya pertolongan pertama. " Ucap sang prajurit.


" Setelah itu bawa dia ke istana, pastikan bahwa dia diperlakukan dengan baik!"


" Siap yang mulia!"


Prajurit tersebut pun segera melakukan apa yang diperintahkan padanya.


" Setelah itu kamu di bawa ke istana dan menjadi bagian di dalamnya, kamu juga menjadi teman yang selalu ada untuk ku saat itu."


Semuanya terharu setelah mendengar cerita dari kaisar, mereka tak menyangka bahwa Balx punya masa lalu yang seperti itu.


" Tapi yang mulia, saya telah melakukan hal yang buruk pada anda, saya tidak berhak menerima belas kasihan dari anda."


" Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, lagipula kamu adalah teman terbaikku, jadi apa salah nya memaafkan seorang teman?"


" Yang mulia…." Balx kini telah kehabisan kata-kata, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Kemudian Balx pun secara perlahan berdiri, dan kaisar pun memeluknya.


" Yang mulia.." Ucap Balx pelan.


" Kamu adalah sahabat terbaikku, takkan kubiarkan sedikit kesalahpahaman akan mengguncangkan persahabatan kita ini!"


" Tentu saja yang mulia." Ucap Balx.


" Sepertinya permasalahan ini selesai dengan cara baik-baik, ayo sekarang kita urus sisanya!" Ucap Shou penuh semangat.


" Mengurus apa Shou?" Tanya Rosse heran.

__ADS_1


" Tentu nya semua permasalahan yang ada disini, baik itu ekonomi, militer dan juga para reiyu yang tinggal disini serta di ruang perpindahan dimensi masih belum kita urus dengan baik."


" Kau ini memang masih mengingat semua itu ya…" Gumam Rosse.


" Tentu saja, lagipula aku masih memiliki satu janji yang belum ku tepati sejak saat itu."


" Janji yang mana Shou?"


" Yang itu lho, pas waktu kita lulus jadi petualang, kita pergi ke sebuah bar."


" Maksud mu janji dengan Sherri itu Shou?" Tanya Lorrie.


" Sherri?" Lisa kebingungan.


" Iya benar, aku janji akan mengisi waktu luang ku di hari minggu waktu itu, tetapi sampai saat ini masih belum sempat, semoga saja minggu ini kami bisa pergi."


Lisa dan Lacasina terlihat agak cemberut.


" matanya. Lisa memalingkan wajahnya.


' Tok tok tok' suara ketukan pintu terdengar.


" Silahkan masuk!" Ucap kaisar.


" Permisi…." Seseorang membuka pintu tersebut dan kemudian ia masuk ke dalam.


" Rezina, apa kabar?" Sapa Shou.


" Baik-baik saja shou, bagaimana dengan kalian semua?"

__ADS_1


" Seperti yang kamu lihat, kami berhasil kembali dari Arsy dengan selamat, hanya saja kami terlambat satu hari dari yang dijadwalkan." Jelas Shou.


" Baguslah kalau begitu, sebenarnya aku ini sudah tidak tahu lagi apa yang harus ku lakukan, setelah ku dengar bahwa yang mulia masih hidup dan datang bersama Shou aku sangat lega, aku benar-benar merasa lega." Rezina tertunduk dan kemudian meneteskan air matanya.


__ADS_2