Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Berlatih


__ADS_3

Keesokan harinya Shou bangun lebih pagi, dia mulai merancang mesin pembuat senjata yang akan dibawa ke dimensi seberang. Kemarin sudah diputuskan, bahwa mereka akan membuat mesinnya disini dan sisanya dibebankan kepada kerajaan Warden untuk bahan baku pembuatan senjata nya, sedangkan kaisar memberi bahan-bahan yang diperlukan Shou dalam rancangannya.


Seharian penuh, Shou membuat rancangan mesin tersebut. Dan ketika hari mulai gelap, Shou memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkannya di esok hari.


“Master, aku kangen!” Hikari langsung menghampiri Shou saat ia muncul ke ruangan makan. “katanya master tak bisa diganggu, tapi aku sangat-sangat ingin bersama master. Apakah besok master akan melakukan hal yang sama, apakah aku boleh menemanimu master?”


“Kalau kamu tidak menggangguku boleh saja, kalau tidak, aku akan membuatmu tertidur sampai rancanganku selesai.” Shou menguap, sepertinya dia sangat kelelahan karena membuat rancangan tersebut seharian penuh.


“Yey, aku janji master!” Hikari memeluk Shou, kemudian menggandeng tangannya.


Saat duduk di kursi makan, kaisar bertanya tentang perkembangan rancangannya.


“Sepertinya akan membutuhkan waktu 2 hari lagi untuk rancangannya yang mulia, karena aku juga ingin membuat benda itu bisa bergerak sendiri tanpa kekuatan sihir. Kita bisa membawanya dengan mudah ke dimensi lain, tetapi jika kita mengandalkan kereta kuda untuk menarik mesin ini, sepertinya hampir mustahil, apalagi dengan keadaan di dimensi sana yang belum tentu aman.”


Ranzie kelihatan tidak puas dengan hal itu, ia pikir membuat rancangannya saja membutuhkan waktu 3 hari dan untuk pembuatannya pasti jauh lebih lama daripada itu.


“Kenapa Ran?” Tanya Shou.

__ADS_1


“Tidak, hanya saja apakah kita akan bisa menyelesaikannya dalam 1 minggu? Soalnya kau bilang kepadanya untuk menjemput kita seminggu kemudian.”


Shou pun mengangguk, “tenang saja. 1 minggu sangat cukup untuk membuat mesin ini, nantikan saja!”


“Hei, namamu Ranzie bukan?” Tanya Balx.


Ranzie pun mengangguk.


“Daripada kau menganggur, lebih baik kau ikut berlatih bersama para prajurit lain, besok mereka akan melakukan latih tanding tanpa menggunakan sihir.”


“Iya, mereka akan saling bertarung 1 lawan 1 untuk mengetes sejauh mana mereka berkembang. Aku juga ingin tahu seberapa kuat orang dari dimensi sebelah.”


Ranzie merasa tertantang dan bersemangat, “baiklah, kalau begitu biarkan aku melawanmu!”


“Oh, dengan senang hati!” Balx tersenyum puas.


“Lebih baik kau menahan diri Balx, dia berasal dari dimensi seberang dan tidak bisa menggunakan sihir pelindung.” Ujar Thev.

__ADS_1


“Iya, iya, aku paham!” Balx tampak kecewa.


Keesokan hari nya, Shou pergi ke perpustakaan bersama Hikari untuk melanjutkan rancangannya. Sedangkan Ranzie ikut bersama Balx untuk melakukan latih tanding.


Balx melakukan latih tanding lebih pagi sebelum para prajurit sampai, dan ternyata Ranzie tidak sekuat yang ia duga.


“Hei, apakah orang-orang sepertimu itu termasuk kuat di dimensi sana?” Tanya Balx kecewa. Hanya beberapa kali mengayunkan kapaknya, membuat Ranzie tersungkur di tanah.


“Aku tidak yakin, karena aku tak pernah menghadapi manusia sebelumnya.” Ranzie berdiri tertatih. Dia tak menyangka bahwa Balx bukanlah tandingannya. “Aku menyerah, aku bukanlah tandingamu untuk saat ini.”


“Baiklah kalau begitu, pertandingan hari ini selesai. Kau bisa melihat bagaimana para prajurit menghunuskan pedangnya, lihat, pelajari dan praktekan. Jadilah lebih kuat, jika kau benar-benar berniat untuk melindungi klan mu.”


Ranzie mengangguk dan mengepalkan tangannya.


Yang dikatakannya itu benar, aku harus menjadi lebih kuat. Jangan terlalu berharap pada orang lain, karena ada kala nya saat mereka tidak bisa membantu.


Kali ini Ranzie bertekad untuk menjadi lebih kuat, dan menghabiskan semua waktunya yang tersisa sebelum kembali ke dimensi nya, untuk belajar bagaimana caranya bertarung.

__ADS_1


__ADS_2