
Di malam itu, Shou mendatangi raja Leophard di puncak menara. Suara langkah kakinya membuat raja itu menoleh ke arahnya.
“Ah, tuan. Ada perlu apa anda kemari?”
Shou berjalan ke sampingnya, dia menghela nafas sebelum akhirnya memandang bulan purnama.
“Dunia ini sangat luas ya?”
Raja Leophard tidak tahu apa yang dimaksud Shou, akan tetapi entah kenapa dalam hatinya dia seakan-akan merasakan apa yang dirasakan oleh Shou.
Mereka berdua pun akhirnya berbincang-bincang tentang dunia masing-masing.
“Lain waktu, sepertinya aku ingin melihat bagaimana dimensi lain itu.” Sorot matanya berbinar-binar.
“Tentu saja, kita bisa pergi setelah urusan dengan iblis selesai.” Jelas Shou.
Raja Leophard menghela cukup panjang, ia masih kurang yakin bisa mengalahkan para iblis. Menurutnya, bisa bertahan selama ini pun sudah cukup beruntung.
__ADS_1
“Tenang saja, aku pasti akan menemukan cara supaya bisa mengalahkan pasukan raja iblis. Sebelum itu, aku ingin menggali lebih banyak informasi di dunia ini, apakah kau keberatan?”
“Tentu saja tidak, kalau begitu kita bicarakan saja ini di ruangan ku.”
Raja Leophard kemudian pergi dari tempat tersebut, diikuti dengan Shou. Mereka pergi ke sebuah lorong bawah tanah. Tempat tersebut cukup gelap, Shou memperhatikan tulisan kuno yang tertulis di tembok sepanjang jalan.
Beberapa menit berlalu, akhirnya mereka sampai ke ujung ruangan. Meskipun di depan hanya dinding tembok, Shou sudah tahu bahwa itu hanyalah pembiasan. Trik kecil seperti ini bahkan bisa dipecahkan dengan keberuntungan atau ketidak sengajaan.
Raja Leophard menekan tembok yang ada di depan dengan telapak tangannya, dan jalan baru pun terbuka.
Mereka berdua pun masuk ke dalam, Shou terkejut ruangan itu ternyata jauh lebih luas dari yang dipikirkannya.
“Ruangan ini sudah tercipta sejak beberapa ribu tahun lalu, dulu nya ini digunakan oleh raja pertama sebagai tempat dirinya menyimpan informasi penting dan berbagai penelitian. Akan tetapi, dia menarapkan sihir kuno pada buku-bukunya, sehingga hanya orang-orang tertentu yang dapat membaca nya.” Jelas raja Leophard.
Ketika raja melirik ke arah Shou lagi, dia sangat tercengang karena Shou tengah membaca salah satu buku leluhurnya.
Bagaimana bisa?
__ADS_1
Raja Leophard langsung mendekat ke arah Shou dengan tergesa-gesa, dia langsung melihat isi buku yang di bacanya.
“Buku-buku ini sangat menarik, bolehkah aku membaca semuanya?” Tanya Shou. Dia keheranan saat melihat Raja Leophard terlihat cemas.
“Apakah aku tidak boleh membacanya?”
Raja Leophard akhirnya membuka mulut, “ah tidak-tidak, kamu boleh membacanya sesukamu.” Jelasnya sambil tersenyum.
“Emm, lalu kenapa kamu kelihatan cemas begitu?” Shou terus memandangi Sang raja dari atas sampai bawah, seluruh badannya gemetaran.
Raja Leophard kemudian menghela nafas panjang, dia mencoba untuk menenangkan diri sebaik mungkin. Walaupun jari-jemari tangannya masih gemetaran.
“Sejak seribu tahun lalu, tak ada seorang pun yang bisa membuka buku-buku itu. Siapa kamu sebenarnya?”
Shou tidak menjawab, dia terlalu fokus pada isi buku sampai tidak mendegarkan ucapan raja Leophard.
Raja Leophard mengehela nafas lagi, dia tidak ingin mengganggu konsentrasi Shou karena dia memiliki firasat buruk jika melakukan hal itu.
__ADS_1
Dia memilih pergi dan berkeliling, sesekali dia mencoba membuka buku. Akan tetapi tetap saja, tak ada satu pun buku di dalam ruangan tersebut yang bisa ia buka.