
“ Shou !” Lisa dan ayahnya menghampiri Shou setelah selesai acara penghargaannya.
“ Tuan Shou, terimakasih sudah menolong ku.” Pria berjanggut hitam itu membungkukkan badannya.
“ Tidak apa-apa, aku senang Lisa bisa berjumpa lagi dengan ayahnya.”
“ Shou, aku benar-benar berterimakasih!” Dengan meneteskan air mata kebahagiaan Lisa memeluk Shou dengan penuh kehangatan, Shou pun mengelus-ngelus rambut hitamnya yang terurai panjang dan lembut.
“ Akhirnya aku bisa menepati janjiku!” Dengan senyum tulusnya itu, Shou merasa sangat bahagia. Namun di tengah kebahagiaan nya itu ia terpikir ucapan Dycius tentang Raja Sihir dan juga segel yang berada di dalam dirinya.
“ Ehem-ehem!” Ucap Lorrie yang baru datang bersama Rosse dan Lacasina juga Chelly. Shou dan Lisa pun melepaskan pelukannya.
“ Tadi aku melihat Rezina dia arena, Kemana dia sekarang Shou ?” Tanya Rosse.
“ Sebentar, aku mau cek dulu!” Dengan mata yang tertutup Shou merapalkan mantra nya dan melihat beberapa titik merah di sebuah peta.
“ Sekarang dia bersama kaisar di ruang perjamuan.”
“ apakah kita bisa bertemu dengan mereka?” Tanya Chelly berharap bisa bertemu dengan orang-orang penting itu.
“ Tentu saja, kenapa tidak. Ya kan Shou?” Lorrie melirik ke arah Shou yang sedang melamun dan menepuk pundaknya.
__ADS_1
“ Oh iya iya, tentu saja.” Jawab Shou yang baru tersadar dari lamunannya.
“ Kamu kenapa Shou, apa ada sesuatu yang menganggu mu?” Tanya Lacasina.
“ Tidak, ayo kita pergi ke sana!” Jawab Shou. Lalu dia menggunakan sihir teleportnya dan langsung sampai di depan sebuah pintu yang cukup besar.
“ Memangnya tidak apa jika kita masuk ke dalam, kita kan bukan tamu.”
“ Tenang saja Rosse, tadi Thev mengisyaratkanku supaya datang ke pesta perjamuannya juga.”
Lalu Shou pun membuka pintu besar tersebut, ketika pintu tersebut terbuka perhatian semua orang yang berada di ruang perjamuan tersebut terfokus kepadanya.
Shou dan yang lainnya terus melangkah ke dalam sana, dan akhirnya mereka bertemu dengan kaisar beserta yang lainnya.
“ Baik yang mulia, bagaimana dengan yang mulia sendiri?”
“ Tak ada masalah akhir-akhir ini, semuanya berjalan dengan lancar. Tapi apa aku boleh bertanya?”
“ Tentu, apa yang ingin yang mulia tanyakan?”
“ Tadi apa yang kalian bicarakan di atas langit?”
__ADS_1
“ Oh tentang itu, tetapi sepertinya tempat ini tidak cocok untuk pembicaraan seperti itu.”
“ Benar juga, kalau begitu apakah kau bisa mengantarkan kami kembali ke istana kekaisaran?”
“ Tentu saja, dengan senang hati. Tapi lebih baik anda berpamitan dulu dengan tamu lainnya.”
“ Anu...., Apakah saya boleh ikut?” Tanya Chelly.
“ Siapa dia Shou?” Tanya Kaisar.
“ Sepertinya anda terlalu sibuk sampai tidak mengenal keponakan sendiri.”
“ Eh, dia Chelly. Ternyata kau sudah besar!” Ucap Kaisar sangat bahagia. “ Terakhir kali aku melihat nya dia masih berumur 2 tahun, tak ku sangka waktu berjalan dengan cepat.” Lanjutnya.
“ Eh, aku ini keponakan yang mulia?” Chelly kelihatan terkejut sekaligus bingung.
“ Yaampun, benar-benar reuni yang aneh.” Ucap Balx.
“ Balx , tidak sopan berbicara seperti itu!” Ujar Chentya sambil menyiku balx.
“ Yaampun, aku benar-benar paman yang tak bisa diandalkan sampai-sampai keponakanku tidak tahu bahwa aku paman nya.”
__ADS_1
“ Tidak, paman benar-benar hebat. Anda adalah seseorang yang sangat saya hormati, suatu hari nanti saya ingin menjadi seperti anda!”
“ Menjadi kaisar bukanlah suatu hal yang mudah, mengatur keuangan negara, menyelesaikan permasalahan publik, dan juga meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat. Semua itu membutuhkan banyak pengalaman dan pengetahuan, bahkan kedua hal itu belum tentu bisa menyelesaikan semuanya, tapi semuanya tidak akan menjadi masalah jika kau punya menteri yang bisa diandalkan.”