Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Berterimakasih


__ADS_3

Ditengah pembicaraan tersebut,muncul seorang laki-laki dari balik pohon yang ada disekitar sana.Dia terlihat pincang dan memangku seorang gadis kecil yang terluka dibagian pundak.Dia membopong anak kecil itu sambil membawa katananya.


"Pedang itu..."Ucap Ranzie tertegun.


"Bukan saatnya memikirkan pedang itu,cepat tolong mereka!" Ujar Putri Lina.


"Tapi bukannya mereka itu para manusia,kenapa kita harus menolongnya?"Tanya Ranzie.


"Dia itu adalah sumber informasi kita.Jika kita membiarkannya mati,maka kita takkan bisa mendapatkan informasi lebih selain pedangnya."


"Zoe,cepat tolong mereka!"


Tanpa berbicara lebih,Zoe dengan segera menghampiri kedua manusia itu dan menolongnya.


Ketika Zoe sudah ada dihadapan mereka,laki-laki yang sedang memangku seorang gadis kecil itu berkata:


"Tolong selamatkan dia!" Dengan sisa-sisa tenaganya itu dia memberikan gadis kecil tersebut kepada Zoe.Setelah itu ia pingsan dan tersungkur ke tanah.


Zoe menaruh si gadis tersebut diatas tanah,dan mengeluarkan beberapa dedaunan dari saku nya.Dia mengunyah dedaunan tersebut dan membuka balutan pada pundak gadis kecil itu.Dia mengoleskan daun yang baru saja di kunyahnya itu pada lukanya.

__ADS_1


"Kenapa kamu masih diam disini?" Tanya Putri Lina pada Ranzie.


Kemudian Ranzie mendekat ke arah lelaki yang membawa katana tadi,sekilas ia melihat kearah katana nya dan kemudian memeriksa kaki lelaki tersebut.Ranzie mengurut pergelangan kaki si lelaki tersebut dan kemudian memutar-mutarkannya secara perlahan.Beberapa saat kemudian terdengar suara tulang yang bergeser,setelah itu ia mendorong telapak kakinya sedikit demi sedikit.Setelah itu ia berpaling kearah wajahnya dan menyentuh bagian leher si lelaki tersebut.


"Zoe,dia mengalami dehidrasi ringan.berikan aku air!"


Zoe kemudian mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya,namun kali ini ini diatasnya terdapat permata berwarna biru,ia memberikannya kepada Ranzie.


Ranzie kemudian merapalkan sebuah mantra,dan secara tiba-tiba permata biru tersebut mengeluarkan air dan Ranzie pun meminumkan airnya tersebut pada pria tersebut.


Setelah memberi pria tersebut minum,Ranzie kemudian mencipratkan air ke arah mukanya.Beberapa saat kemudian si lelaki tersebut tersadar,dia kemudian memegang kepalanya dan melihat sekeliling.


"Oh,kamu sudah sadar.Saat ini dia sudah kuberi pertolongan pertama.Nanti setelah dia sadar,aku akan memberikannya obat lagi." Papar Zoe.


"Oh,baguslah kalau seperti itu.Ngomong-ngomong sebenarnya tempat apa ini?"Tanya Shou yang masih melihat sekeliling.


"Sebenarnya kau manusia dari mana,tempat persemayaman para monster seperti ini pun kamu tak tahu?"


"Iya,maaf."

__ADS_1


"Ini adalah salah satu hutan monster yang dibuat oleh Klan iblis.Dengan tingkat keagresifan monster disini dan populasinya,hutan monster ini termasuk dalam kategori level A." Papar Zoe.


"Level A?"


"Nanti kami bisa memberitahumu lebih,yang lebih penting darimana kamu bisa mendapatkan pedang ini?" Tanya Ranzie.


"Oh ini,ini adalah katana tempaanku sendiri.Memangnya kenapa?"


Zoe dan Ranzie pun terkejut.Putri Lina yang daritadi mengawasi dari jauh,menghampirinya.


"Apa kamu tadi bilang pedang ini tempaanmu sendiri?" Tanya putri Lina.


"Iya." Jawab Shou.


"Zoe,ikat dia dan bawa ke desa.Ran,bawa pedangnya serta gadis kecil itu."


"Eh,kenapa aku harus diikat?" Tanya Shou.


"Supaya kamu tidak kabur." Jawab Shou sambil menyilangkan tali ke tangannya Shou.Dia juga mengikat badan Shou sehingga ia susah untuk bergerak.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu yang kalian inginkan,aku hanya berterimakasih karena telah menolong gadis kecil itu." Ujar Shou.


__ADS_2