Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Permata


__ADS_3

Setelah cukup lama memandangi hamparan bunga bak pelangi itu mereka kemudian pergi ke sebuah gua di arah selatan.


"Ternyata disini ada tempat seperti ini juga ya." Ucap Shou sambil melihat-lihat permukaan luar gua.


"Iya,tapi aku belum pernah mencoba masuk kedalamnya."Ujar Sherri yang bersembunyi dibalik Shou.


"Awalnya gua ini sekilas tampak menakutkan tetapi jika kita lihat sekali lagi maka tak ada yang perlu kita takutkan dari gua ini kecuali didalamnya ada banyak monster yang bersembunyi sehingga kita harus berhati-hati jika ingin masuk kedalam."


Shou melangkah perlahan memasuki gua tersebut.


"Shou,jangan tinggalkan aku!" Sherri bergegas lari ke arah Shou dan memegang baju bagian belakangmya Shou.


"Jika kamu takut,kamu tak perlu ikut denganku kok."


"Tidak,aku merasa lebih aman jika didekatmu."


"Kalau begitu aku akan menggunakan sihir barrier untuk berjaga-jaga."


Shou kemudian merapalkan mantranya,namun secara kasat mata tak ada sesuatu yang terjadi atau muncul tetapi sebenarnya saat ini mereka di kelilingi oleh sihir pelindung yang akan melindungi mereka berdua dari segala macam gangguan dari luar.


Shou juga menggunakan sihir light of the dark untuk menerangi seluruh area gua.


Tidak seperti yang diduga,didalam gua tersebut tak terlihat seekor monster pun,bahkan tak ada tanda-tanda kehidupan pernah berlangsung disana.

__ADS_1


Bebatuan-bebatuan disana tampak terjaga dan tidak pernah terusik oleh manusia ataupun makhluk hidup lainnya.Bahkan disana ada cukup banyak permata murni berwarna-warni dan mengkilap,jika saja orang lain sebelum mereka datang kemari maka permata-permata itu sekarang sudah ada di toko perhiasan dan dijual kepada para bangsawan.


"Wah,disini ada banyak permata Shou.Jika kita menjual semuanya maka kita akan langsung menjadi bangsawan yang sangat kaya."


"Apakah kamu sebegitunya ingin menjadi bangsawan?"


"Tidak juga sih,soalnya kalau begitu aku tidak akan lagi bisa membuka bar bersama ayah dan ibuku dan aku takkan bisa lagi melayani para pelanggan yang sangat menyukai masakanku."


"Kalau begitu kita hanya akan membawa pulang sedikit saja,untuk kamu pakai."


"Eh…,aku tak perlu memakai permata,lagipula aku takkan cocok dengan itu."


"Sepertinya kamu sangat cocok,aku akan membuatkannya menjadi cincin nanti.Kamu mau pilih yang warna apa?"


"Emm…,Shou?"


"Iya,ada apa? Apakah kamu sudah memutuskan mau pilih yang mana?" Tanya Shou sambil melirik ke arahnya.


Sherri kelihatan gugup,tak tahu harus mulai bilang darimana.


"Sherri?"


"Iya?" Sherri menjawab spontan dan agak tersontak.

__ADS_1


"Kamu mau pilih yang mana?"


"Emm…,soal itu anu…,aku ingin kamu saja yang memilihkannya."


"Apakah kamu yakin? Kamu tidak ingin memilih sendiri?"


"Aku bingung mau pilih yang mana,soalnya semuanya terlihat sangat cantik menurutku,jadi…"


"Kamu ingin aku memilihkan warna mana yang cocok dengan mu bukan?"


"Iya." Sherri mengangguk.


Shou kemudian melirik ke arah beberapa batu permata,dia menilik-nilik batu itu layaknya ahli cindera mata yang sudah mengenal permata selama bertahun-tahun,padahal sebelumnya Shou hanya mengetahui tentang permata itu hanya dari buku,dan dia pun tidak terlalu tertarik dengan keindahannya,tapi dia sangat tertarik dengan proses pengkristalannya,kenapa bisa menjadi permata? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan sebongkah permata? Dan unsur-unsur apa saja yang terkandung didalamnya,Shou meneliti semuanya.Bahkan dia pernah berniat mengumpulkan uang untuk membeli permata,sayangnya uang yang dia kumpulkan selama 3 tahun lebih itu bahkan tak bisa mencapai sepersen dari harga permata 1 gram,dan kini Shou menemukan banyak bongkahan permata tetapi dia kelihatan tak terlalu tertarik untuk menelitinya dan membawa semuanya pulang,mungkin itu karena sejak awal dia kesini bukan untuk mencari permata melainkan bijih plastik yang akan dia buat menjadi bunga plastik untuk Sherri,setertarik apapun dia akan sesuatu jika dia sudah menentukan tujuannya maka dia takkan melupakan tujuan utamanya memasuki gua ini dan akan menomor dua kan hal lainnya,selagi hal itu tidak sangat darurat atau hal yang sangat penting yang tak bisa ditunda.


"Sepertinya yang ini cocok untukmu Sherri!" Shou memperlihatkan sepotong kecil permata berwarna bening seperti kaca dan permata itu sesekali berkerlap-kerlip.


"Wah…,ini sangat indah Shou.Aku sangat menyukainya!"


"Baguslah kalau kamu suka,aku akan membuatkan cincin untukmu dari itu."


"Terimakasih Shou!"


"Iya,bukan apa-apa.Sepertinya sekarang aku juga harus mengambil beberapa lagi untuk mereka berlima."

__ADS_1


"Mereka berlima?"


__ADS_2