
" Kenapa bisa begitu Shou?" Tanya Lacasina.
" mereka hanya mempedulikan hasrat mereka sendiri tanpa memikirkan yang lainnya, mereka tidak peduli tentang udara yang kotor karena mereka memiliki udara segar yang diciptakan oleh mesin, yang tidak memiliki mesin itu akan merasakan sesak nya udara kotor."
" Sepertinya sangat buruk, lalu dari mana udara kotor itu berasal?" Tanya Lorrie.
" Polusi udara atau yang disebut udara kotor itu berasal dari asap-asap pabrik dan juga dari asap kendaraan yang berlalu lalang, serta pembakaran hutan."
" Pembakaran hutan, kenapa mereka melakukan hal sekejam itu?" Tanya Lisa.
" Karena mereka membutuhkan lahannya untuk menciptakan proyek bangunan, atau bisa dibilang untuk membuat perumahan dan semacamnya."
Shou memasukkan sayuran-sayuran tersebut ke dalam panci, kemudian dia mengambil sepotong ayam dan membilas nya.
" Seharusnya mereka tidak perlu sampai membakar hutan seperti itu, mereka hanya perlu menebang beberapa pohon saja, bahkan mereka bisa menggunakan kayu nya untuk membuat rumah." Gumam Lisa.
" Yah, begitulah orang-orang serakah di dunia ku. Mereka tidak mempedulikan yang lainnya, yang penting keinginan mereka terpenuhi."
" Dasar para bedebah itu!"
Lorrie kelihatan sangat kesal.
" Aku tidak mau desa ku seperti itu." Gumam Lisa.
" Tenang saja, aku tidak akan membiarkannya seperti itu karena aku menyukai nya. Selain arsy ini, desa mu adalah tempat terbaik yang pernah aku kunjungi."
Matanya Lisa pun berbinar-binar
__ADS_1
" Shou, kapan masakannya matang?" Tanya Dewi Ruzmi.
" Bentar, aku masih belum memasukkan daging nya."
Kemudian Shou pun memasukkan daging ayam tersebut yang sudah dicincang, setelah itu dia memasukkan bumbu-bumbu lainnya seperti bawang merah, bawang daun dan juga seledri."
" Kapan matang nya? " Tanya Dewi Ruzmi.
" Sekitar 20 menit lagi." Jawab Shou.
" Ah, lama. Percepat!"
" Kalau begitu daging nya tidak akan matang." Gumam Shou.
" Aku tidak peduli, yang penting perutku terisi."
Dewi Laxmi memberikan sebuah apel kepadanya.
Dewi Ruzmi pun langsung mengambil dan melahap nya.
" Lalu, apakah ada dampak negatif lainnya dari teknologi di dunia muselain polusi udara itu?" Tanya Rosse.
" Tentu saja banyak, diantara nya seperti hewan-hewan kehilangan habitat nya, tanah jadi terkontaminasi atau tercemar, bahkan ikan-ikan pun bisa mati keracunan, dan yang paling parah nya yaitu menipisnya lapisan Ozon."
" Ozon?"
Rosse bingung.
__ADS_1
" Ozon itu adalah lapisan yang melindungi kita dari benda-benda luar angkasa. Lapisan Ozon terdapat di dua tempat, yang pertama adalah lapisan yang berada di troposfer, lokasi nya berada disekitar 10-16 Km dari permukaan tanah, dan yang satu lagi berada di stratosfir, jaraknya kurang lebih 50 Km dari puncak stratosfer."
" Jadi lokasinya berada di sekitar 60-66 km dari permukaan tanah?"
Lacasina mencoba memastikan.
" Ya, kurang lebih segitu."
" Sebenarnya lapisan apa itu, kenapa lapisan itu bisa melindungi kita dari benda luar angkasa?"
Lorrie terheran.
" Aku belum tahu di dunia ini ada lapisan ozon nya atau tidak, aku belum pernah memastikannya. Tetapi jika ozon di dunia ku, ketika benda luar angkasa masuk ke dalam lapisan ozon maupun sebaliknya, maka mereka akan bergesekan secara terus menerus dan saking cepat nya membuat percikan api yang luar biasa hingga terbakar. Jika benda tersebut cukup kecil atau lunak maka sebelum mencapai daratan benda tersebut akan lenyap menjadi abu."
" Lalu bagaimana kalau benda luar angkasa itu menabrak daratan?" Tanya Lorrie.
" Tentu saja menjadi bencana yang sangat buruk." Jawab Shou.
Rosse dan yang lainnya pun terkejut.
" Seperti apa dampaknya Shou?" Tanya Rosse.
" Tergantung ukurannya, jika yang menabrak daratan itu ukuran nya sebesar kereta kuda ketika ditemukannya, berarti sekitar 20-25 km daratan akan hancur. Jika ada manusia yang berada disana, maka sudah bisa dipastikan mereka akan mati tak tersisa."
" Gila, bencana seperti itu…."
Lorrie gemetar.
__ADS_1
" Bisa menghancurkan sebuah kota!" Lanjut Rosse.