
Ber jam-jam di ruang rahasia, Shou masih terfokus dengan buku-buku nya. Karena raja Leophard tak ingin mengganggunya, dia hendak pergi dari ruangqn tersebut seorang diri. Dia menegur Shou supaya kembali ke istana setelah selesai membaca, walaupun tetap saja Shou menghiraukannya.
Oh, jadi seperti itu. Di dunia ini, kekuatan sihir itu tergantung keturunan. Manusia memiliki elemen cahaya, Dwarf memiliki elemen tanah, Elf tumbuhan, Dark Elf kegelapan, sedangkan para peri dan iblis terkadang memiliki elemen yang berbeda dengan leluhurnya.
Shou terus membaca hingga pagi, dia merasa bahagia bisa mengetahui informasi seberharga itu. Akan tetapi, saat ini dia masih memiliki tugas lain. Untuk memukul mundur para iblis yang menyerang.
Saat Shou keluar dari ruangan rahasia, terlihat raja Leophard yang sepertinya akan menghampirinya.
“Kukira kamu tidak bisa membuka ruangannya, makanya aku datang kemari.” Jelasnya.
“Tidak, aku hanya terlalu bersemangat membaca buku-buku itu. Buku-buku itu sangat menarik!” Shou kelihatan sangat mengantuk, akan tetapi dia kelihatan siap jika disuruh membaca buku sehari lagi.
“Sebaiknya nanti kamu langsung beristirahat, soal yang lainnya kita bisa bicarakan nanti lagi.”
Shou menggeleng-gelengkan kepala mendengarkan hal itu, “aku sudah memiliki rencana untuk mengatasi para iblis yang menyerang. Kau bilang kemarin jumlah mereka sekitar 200 kan?”
Raja Leophard mengangguk.
“Kalau begitu, kita bisa melawannya. Meskipun begitu, pasti akan ada korban dari pihak kita jika kekuatan para iblis itu melebihi perkiraanku.” Lanjutnya.
Kemudian mereka kembali ke ruang rahasia, Shou menjelaskan rencananya dengan sangat terperinci. Raja Leophard tertarik dengan rencana yang dibuat oleh Shou.
__ADS_1
“Jadi seperti itu, selain melemahkan musuh, kita juga dapat memperkuat pasukan dengan pelatihan. Meskipun begitu, kita masih punya kekuatan untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang tak terduga.” Jelasnya.
“Benar sekali, ide mu itu aku terima. Sebaiknya kamu segera beristirahat, biarkan aku saja yang mengurus semuanya.”
“Lagipula sejak awal itu niatku, aku akan segera tidur.” Shou menguap saking ngantuknya. Dia diantar oleh raja sampai depan kamar.
“Beristirahatlah yang baik!”
Setelah menutup pintu, Shou langsung berbaring ke atas kasur. Dia tertidur pulas di ranjang empuk tersebut, akan tetapi tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Shou bangun dan memeriksa orang yang mengetuk pintu.
“Oh, ternyata Erisa. Ada perlu apa?” Tanya Shou sambil menahan kantuk.
“Eh?”
“Kak, apakah boleh?” Tanya nya lagi dengan ekspresi yang lebih imut.
“Stop!” Tiba-tiba Hikari muncul dan berlari ke arahnya, “tuan kemana saja semalam, aku mencari-cari tuan semalaman. Sebenarnya tuan pergi kemana?”
“Ah, aku hanya ada urusan penting dengan raja. Maaf tidak memberitahumu dulu!”
__ADS_1
“Dengan papa?” Tanya Erisa memastikan.
Shou mengangguk.
“Kemarin kakak membahas apa saja dengan papa, aku ingin tahu!”
Shou mengelus rambutnya, “saat ini kakak perlu istirahat, bagaimana jika nanti kamu bertanya ke papa mu saja?”
Erisa pun mengangguk, disisi lain Hikari menatap Shou cukup tajam. Shou pun mengelus-ngelus rambutnya juga.
Beberapa waktu kemudian, Putri Lina muncul dengan wajah bersalah.
“Anu..., Shou aku minta maaf untuk yang kemarin. Saat itu aku terlalu terbawa emosi, aku tahu kamu berbuat seperti ini demi kebaikan semuanya. Yang ingin kamu tolong itu bukan hanya desa kami, melainkan kerajaan ini juga. Aku benar-benar minta maaf!”
“Tidak apa-apa, lagipula wajar saja jika kamu seperti itu. Untunglah jika sekarang kamu sudah paham, aku ingin beristirahat.”
“Kak!” Erisa menarik lengan baju Shou. Shou pun mengangguk, “baiklah, kita tidur bersama-sama Erisa.”
“Aku juga ingin ikut tuan!” Ucap Hikari penuh semangat.
“A-ku juga, ingin ikut!” Ujar Putri Lina, “sebenarnya kemarin aku tidak bisa tidur karena memikirkan hal itu. Jadi jika aku bersamamu, kupikir aku bisa tidur dengan tenang.” Lanjutnya sambil memainkan jari-jemarinya.
__ADS_1
Shou sebenarnya agak keberatan dengan hal itu, karena nanti kasurnya akan menjadi lebih sempit. Akan tetapi, dia terlalu lelah untuk berdebat dan memperbolehkan semuanya masuk ke kamarnya.