
“ Mulai!” Ucap Dewa Vict setelah memastikan kedua belah pihak sudah siap.
“ Dewa Zyuen, apakah ini tidak terlalu berlebihan?” Tanya Dewa Zeno.
“ Bukankah kau kesal juga terhadap nya Karena dulu kau pernah di pojokkan olehnya sampai tidak berkutik?”
“ Tapi..., Sebenarnya setelah itu aku bersyukur dia mengalahkan ku waktu itu karena jika tidak mungkin saja saat ini kutukan yang aku berikan pada Kota itu masih terus berjalan dan juga banyak orang-orang yang menderita atas keegoisanku.”
“ Jadi intinya dialah yang membuat mu tersadar?”
“ Iya, itu benar!”
“ Hmmm, gaya berpedang pemuda itu cukup unik.”
Lalu Dewa Zeno pun melirik ke arah Shou, dia cukup terkejut dengan gerakan Shou yang bisa mengimbangi ke dua puluh murid nya dewa Zyuen, gaya nya yang unik itu memiliki keindahan tersendiri.
“ Ternyata kamu ini hebat juga!” Ucap salah seorang murid dewa Zyuen sambil mengayunkan pedang kayunya ke samping untuk menangkis serangan Shou.
“ Kamu juga sebaiknya keluarkan semua kemampuan mu!”
“ Hmmmph, baiklah jika itu yang kamu minta. Ren, Rizz, Rezz, Racsh, gunakan formasi andalan kita!”
“ Siap!”
Lalu mereka berlima pun mundur beberapa langkah dan yang lainnya maju ke depan.
__ADS_1
“ Sepertinya dia melatih kalian dengan cukup keras.”
“ Tentu saja, pelatihan beratnya itu tidak ada dua nya.”
“ Hmmm, baguslah kalau begitu.”
“ Eh, apa maksudmu?”
“ Wah, pemuda itu sangat hebat!” Ucap salah seorang murid dewa Zyuen yang sedang menonton di pinggir arena.
“ Iya, kalau dia menjadi murid nya dewa Zyuen juga pasti dia akan langsung menjadi yang terbaik.” Ujar yang lainnya.
“ Gaya berpedang seperti itu aku tidak pernah melihatnya.” Ujar Dewa Zeno.
“ Apa maksudmu?”
“ Sepertinya dia sendirilah yang membuat gaya berpedang nya itu.”
“ Tapi waktu dulu dia melawan peliharaan ku dia tidak sehebat ini.”
“ Berarti hanya ada satu Jawabannya.”
“ Mungkinkah?”
“ Iya, dia membuat gaya berpedang nya itu setelah bertarung melawanmu.”
__ADS_1
“ Tetapi itu kurang dari 2 bulan, kapan dia membuatnya?” Tanya Dewa Zeno tak percaya.
“ Aku juga tidak tahu, tetapi dia benar-benar orang yang sangat menarik.”
“ Dia itu sebenarnya siapa?” Gumam Dewa Zeno dalam hati sambil memperhatikan Shou.
Shou yang dari tadi sibuk menangkis gerakan kedua puluh lawannya akhirnya kelelahan, gerakannya dan kekuatan nya semakin tumpul dan lemah.
“ Bagaimana serangan gabungan kami ini?” Tanyanya sambil mengayunkan pedang nya ke arah Shou dari atas. Dan di setiap sisi Shou sudah ada beberapa orang yang bersiap menyerangnya ketika dia menangkis serangan yang dari atas.
“ Jangan senang dulu!” Ucap Shou sambil tersenyum. Mereka semua pun otomatis menjadi lebih tegang dan tidak terlalu fokus pada tugasnya masing-masing. Shou pun memanfaatkan itu untuk membuat serangan balasan dengan menyerang salah satu sisinya dan melemparnya ke arah orang yang ingin menyerangnya dari atas.
“ Hmmm, dia hebat juga!” Ucap Dewa Zyuen kagum.
“ Sepertinya murid-murid mu kehilangan konsentrasi beberapa saat, kenapa itu bisa terjadi bukannya mereka sangat terlatih?” Tanya Dewa Zeno.
“ Sepertinya dia mengatakan sesuatu pada mereka.”
“ Heh, memangnya kata-kata seperti apa yang membuat mereka lengah seperti itu?”
“ Tentu saja banyak, sial seharusnya aku mengajarkan mereka cara untuk mengantisipasi teknik diskriminasi.”
“ Teknik diskriminasi?”
“ Itu adalah teknik yang membuat musuh kehilangan kepercayaan diri sehingga gerakan-gerakan mereka itu pun menjadi lebih kaku dan berantakan.”
__ADS_1