
“ Setelah membeli tongkat sihir Kita pergi ke mana lagi nih?” Tanya Lorrie.
“ Hmmm, bagaimana kalau kita mencoba tongkat baru Kita?” Tanya Rosse menyarankan.
“ Benar juga, aku juga ingin mencoba tongkat sihir ku.” Ujar Shou. “ Tapi dimana kita harus mencobanya?” Tanya nya.
“ Soal itu aku tahu satu tempat!” Ujar Lusy.
“ Benarkah?” Tanya Shou memastikan.
“ Iya, di tempat itu aku sering melatih sihirku.” Jawab Lusy.
“ Kalau begitu Kita langsung pergi ke sana, kelihatan nya Shou sudah tidak sabar.” Ujar Lorrie sambil melirik ke arah Shou.
“ Ayo!” Ujar Lusy.
Setelah 5 menit berjalan Kaki, akhirnya mereka sampai ke tempat yang dimaksud Lusy.
“ Wah, tak ku sangka ada tempat seperti ini di dekat Kota.” Ujar Rosse.
__ADS_1
“ Kalau begitu aku akan langsung mencobanya!” Ujar Shou. Lalu Shou pun merapalkan mantra sihirnya. “ Wahai kekuatan agung yang berada di seluruh penjuru alam, terimalah panggilanku dan hancurkan musuhku, The Lighting rain!” Lalu tak lama kemudian awan yang berada di atas mereka menjadi mendung dan beberapa saat kemudian petir menyambar secara beruntun.
“ Shou, kau terlalu berlebihan!” Ujar Rosse.
“ Iya maaf, aku terlalu bersemangat!” Ucap Shou. Dia pun segera menghentikan sihir nya.
“ Lihatlah ke sekitar mu, aku saja hampir terkena petirmu itu!” Ujar Lorrie.
“ Iya, maaf-maaf. Entah kenapa aku sangat bersemangat ketika mencoba tongkat sihir ini sebelum masuk akademi sihir.” Ujar Shou.
“ Aku tidak bisa bayangkan jika kau mengeluarkan sihir sebesar ini di akademi sihir.” Ucap Lorrie sambil melihat beberapa pohon yang hangus.
“ Sebaiknya kau menahan diri, karena dengan kekuatan sihir mu saat ini bisa menghancurkan satu kerajaan sekaligus.” Ujar Lorrie.
“ Wah, Shou memang hebat. Aku baru kali ini melihat sihir sehebat itu, wajar saja Dewa Zeno pun dia taklukkan.” Ujar Lusy dalam hati.
“ Sebenarnya tadi itu sihir apa?” Tanya Lusy.
“ Sihir elemen petir.” Jawab Shou.
__ADS_1
“ Elemen petir? Baru kali ini aku mendengar nama itu.” Ujar Lusy. “ Tadi sangat hebat, Pantas saja kau bisa mengalahkan Dewa Zeno.” Lanjutnya.
“ Kemarin Dewa Zeno juga mengeluarkan sihir elemen petir.” Ujar Riss.
“ Benarkah?” Tanya Rosse. “ Berarti Shou memiliki kekuatan yang sama dengan dewa.” Lanjutnya.
“ Menurutku tidak, sihir Shou dengan Dewa Zeno bisa dibilang bagaikan langit dan bumi. Meskipun Dewa Zeno adalah seorang dewa, kekuatan sihirnya bukan apa-apa bagi Shou.” Ujar Riss.
“ Kenapa kau bisa tahu itu?” Tanya Rosse.
“ Aku bisa melihat aliran Mana nya. Mana milik Shou seiring waktu terus bertambah dengan pesat, sepertinya dia sangat disukai oleh Berbeda dengan yang lain, berbeda dengan yang lain meskipun bertambah tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak dan terkadang jumlah Mana nya tidak bertambah lagi seperti hanya itu saja yang bisa di tampung nya, sedangkan Shou tidak seiring waktu jumlah Mana nya terus bertambah terus menerus.” Jelas Riss.
“ Berarti maksudmu kapasitas Mana nya Shou terus bertambah?” Tanya Rosse.
“ Bisa dibilang begitu.” Ujar Riss.
“ Tidak mungkin!” Ucap Lorrie. “ Kalau begini aku tidak akan bisa melampaui Shou.” Lanjutnya. Dia terlihat putus asa.
“ Itu salahmu sendiri karena menjadikannya targetmu!” Ujar Rosse. Lorrie pun terlihat tambah murung lagi.
__ADS_1
" Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan. Yang penting kau sudah berusaha." Ujar Shou menyemangati nya.